Headlines News :
Home » , , , , » Doyan Korupsi dan Skandal Seks, Yopi Arianto, Pernah Dilapor ke KPK dan Mabes Polri

Doyan Korupsi dan Skandal Seks, Yopi Arianto, Pernah Dilapor ke KPK dan Mabes Polri

Written By Harian Berantas on Tuesday, October 27, 2015 | 3:36:00 AM

HARIANBERANTAS, PEKANBARU - Ada yang bilang, keadilan akan terasa sulit muncul jika dihadapkan pada keluarga pejabat sendiri. Namun yang namanya bertindak adil, lepas dari siapapun yang melakukan kejahatan, hukum harus tetap diterapkan. Hal keren itulah yang sepertinya kini tengah terjadi di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Provinsi Riau.

            Yopi Arianto, SE                          Dok: Terkait masalah Moral -
                                          Yopi Arianto SE

Tepat Jum,at 07 Pebruari 2014 setahun yang lalu, kepala daerah Kabupaten Indragiri Hulu ketika itu, Yopi Arianto SE, dilaporkan atas tudingan korupsi dan kepemilikan aset. Dugaan korupsi dan kepemilikan aset tersebut, dilaporkan aktifis dari DPD Jaringan Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI di Jakarta.

Dan pada bulan berikutnya, yakni Selasa 18 Maret 2014, Bupati Inhu, Yopi Arianto SE sekarang sudah mantan, dilaporkan oleh Novita Putri ke Mabes Polri terkait pencabulan yang diduga Yopi Arianto SE, terhadap Novita Putri yang bekerja sebagai staff honorer Satpol PP Pemkab Indragiri Hulu Provinsi Riau.

Diberitakan media massa sebelumnya, dugaan kasus asusila yang dilakukan oleh Bupati Yopi Arianto dilakukan sekitar bulan April 2011, berawal ketika Novita Putri yang masih sebagai Satpol PP yang bertugas penjaga lobi satu ketika itu, khusus menjaga tamu bupati.

Namun, melalui ajudannya sang Bupati, Yopi Arianto, bernama Supandi memanggil Novita untuk datang ke Hotel Ibis di Pekanbaru-Riau.

Tanpa ada penjelasan apapun, Novita diminta masuk ke sebuah kamar dan ditinggal pergi oleh Supandi. Dan tak lama berselang ketika itu, tiba-tiba terlapor, Bupati Yopi datang dan langsung meniduri korban.

Novita Putri (NP), mengaku tak kuasa menolak ajakan Yopi untuk berhubungan intim karena takut. Pasalnya, Yopi merupakan Bupati sekaligus atasannya. ''Kejadian begitu cepat dan saya kaget tiba-tiba atasan saya yang datang dan langsung memaksa saya untuk melayaninya,'' ungkap Novi.

Usai disetubuhi, Yopi lantas berjanji untuk menikahi Novita Putri. Namun dibelakang hari, janji itu tak ditepati Yopi malah Novita dimutasi menjadi staf Satpol PP di Kecamatan Lirik di Kabupaten Inhu Provinsi Riau. Sehingga Novi Putri, korban pencabulan Yopi Arianto, lantas memilih untuk menikah dengan pria lain pada tahun 2013.

Sang Bupati, Yopi Arianto SE pun, resmi dilaporkan dengan pelanggaran rumusan Pasal 294 ayat (2) ke 1 KUHP tentang perbuatan cabul yang dilakukan oleh atasan kepada anak buahnya dengan bukti tanda terima laporan polisi, No: LP/286/III/2014/ Bareskrim tanggal 18 Maret 2014.

Mantan Bupati Indragiri Hulu, Yopi Arianto, berulangkali dicoba untuk konfirmasi lewat nomor handphone-nya, tak diangkat. Upaya konfirmasi melalui layanan SmS yang dikirim media ini, Senin (26/10), juga tak dibalas.

Bahkan dalam posting lainnya, Yopi Arianto SE, juga diduga melakukan korupsi dana APBD dan Hibah/Bansos Inhu tahun 2012 sampai tahun 2015 saat masih menjabat sebagai Bupati di Kabupaten Indragiri Hulu. Bahkan skandal kasus dugaan korupsi tersebut, terkesan melibatkan beberapa keluarganya dan pejabat penting lainnya di Pemkab Inhu.

Seperti diberitakan situs ini berkali-kali sebelumya, dan sub judul berita terakhir,  dugaan korupsi APBD dan bansos Inhu Rp. 201,8 miliar, KPK didesak periksa mantan Bupati, mantan Plt Sekda dan Pejabat Pemda Inhu.

Pasalanya, kasus dugaan penyimpangan dana APBD dan Hibah/Bansos Inhu tersebut, dinilai tidak terlepas peran aktif dari Bupati, Sekda dan 47 pejabat lainnya ketika itu, termasuk orang tua dan isteri Yopi Arianto yang diduga ikut serta mengambil bagian dari kasus penyelewengan dana APBD dan Hibah/Bansos yang berpotensi merugikan keuangan negara sebesar Rp. 201. 833. 660.063,00,-

Sehingga sikap dari mantan Bupati Inhu, Yopi Arianto dan kroninya menanggapi persoalan kasus dugaan korupsi sebesar Rp. 201, 8 miliar tersebut, sampai sekarang belum ada klarifikasi jawaban resmi sesuai dengan bahan pertanyaan yang diajukan media BERANTAS, METRO yang didukung LSM Komunitas Pemberantas Korupsi, secara tertulis pada tanggal 05 Oktober 2015 ini.

Artinya dugaan terjadinya indikasi korupsi pada APBD dan dana Bansos atau dana Hibah untuk rakyat melalui Yayasan dan atau LSM sebagaimana ditudingkan kepada mantan Bupati dan keluarganya, Sekda dan sebanyak 47 orang pejabat lainnya, justeru dinilai benar dilakukan sang mantan Bupati, Yopi Arianto bersama paman kandungnya, H. Agus Rianto, SH bersama kroni mereka.

Diketahui, pelaku penyimpangan, penggelapan dan pelaku korupsi dana APBD dan Bantuan Sosial atau Hibah kepada rakyat Kabupaten Inhu Provinsi Riau yang ditaksir mencapai Rp.201.833.660.063,00, karena dana APBD dan Bansos/Hibah tersebut, murni diperuntukkan untuk kebutuhan masyarakat, bukan untuk kelompok atau pribadi masing-masing pejabat Pemkab Indragiri Hulu-Provinsi Riau.

Terungkapnya kebocoran dana Hinah/Bansos ini, berdasarkan laporan hasil korsup pencegahan korupsi bidang APBD dan Hibah/Bansos Kabupaten Inhu oleh BPKP Perwakilan Provinsi Riau, tanggal 23 Juni 2015 lalu.

Dalam laporan hasil korsup pencegahan korupsi bidang APBD dan Hibah/Bansos Kabupaten Inhu oleh BPKP Perwakilan Provinsi Riau tersebut, ditemukan pemberian dana hibah/bansos kepada beberapa nama 0rganisasi tanpa diserta bahan proposal yang tidak melalui bagian kesra Pemda Inhu.

Kemudian, ditemukan pemberian dana hibah kepada sang Bupati, Yopi Arianto maupun kepada orang tua kandungnya ketika itu secara berturut-turut sejak tahun 2012 sampai dengan tahun 2015 miliaran rupiah, tanpa memperhatikan peraturan menteri dalam negeri Republik Indonesia nomor 39 tahun 2012 tentang perubahan atas peraturan menteri dalam negeri nomor 32 tahun 2011 tentang pedoman pemberian hibah dan bantuan sosial yang bersumber dari APBD.

Bukan itu saja, dalam hasil korsup pencegahan korupsi bidang APBD dan Hibah/Bansos Kabupaten Inhu oleh BPKP Perwakilan Provinsi Riau yang diperoleh media ini, sebanyak 45 orang PNS dilingkup Pemkab Inhu termasuk paman kandungnya mantan Bupati, Yopi Arianto SE, yaitu H. Agus Rianto, SH selaku PLT Sekda ketika itu yang saat ini menjabat sebagai Asisten Administrasi (III) Pemda Inhu, diduga ikut menikmati hasil korupsi dana APBD dan Hibah/Bansos Inhu sebesar Rp. 201. 833.660.063,00 miliar tersebut.

Mantan Bupati Indragiri Hulu, H.Yopi Arianto ketika dikonfirmasi melalui selulernya beberapawa waktu lalu, membantah perbuatan kasus dugaan korupsi tersebut. "Itu yang benarlah. Itu tidak akurat," ujarnya.

Sementara, Plt Sekretaris Daerah (Sekda) ketika itu, H. Agus Rianto, SH, sekarang menjabat sebagai Asisten Administrasi (III) Pemda Inhu, saat dihubungi melalui kontak personnya, tak diangkat. Upaya konfirmasi melalui layanan SmS yang dikirim media ini pun, juga tak dijawab. Ulasan berita media ini berikutnya, terkait kekayaan wajar milik Yopi Arianto yang dilapor ke KPK. (bersambung) ***Is/El***

Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas