Headlines News :
Home » , » Dikonfirmasi Soal Pungli, Oknum Guru SDN 82 Pekanbaru Meradang

Dikonfirmasi Soal Pungli, Oknum Guru SDN 82 Pekanbaru Meradang

Written By Harian Berantas on Tuesday, October 13, 2015 | 8:00:00 AM

HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Pungutan liar (Pungli) terhadap walimurid yang dilakukan oleh oknum sekolah untuk meraup keuntungan pribadi maupun golongan, bukan sekedar rahasia lagi.

SDN 82 Jl.Thamrin - Gobah Kota Pekanbaru

Seperti halnya yang terjadi di sekolah dasar (SD) Negeri 82 Kota Pekanbaru, yang didapat informasinya awak media dari wali murid melalui via SmS menyebutkan, siswa dibebankan uang senilai Rp.35.000 untuk membeli bendera pada 17 Agustus 2015 yang lalu.

Atas informasi via SmS dari wali murid tersebut, situs ini langsung menghubungi sumber guna mempertanyakan kebobrokan guru SDN 82 Pekanbaru itu. Namun, sumber media ini yang merupakan wali murid, semakin membenarkannya. "Itu benar pak,dan kami wali murid di minta uang sebesar Rp.35.000 oleh Kepala Sekolah melalui guru untuk pembelian bendera.

Uang itu diminta, satu minggu sebelum pelaksanaan 17 Agustus 2015 kemarin. Mereka guru iu beralasan, untuk merayakan pelaksanaan 17 Agustus 2015, dan bendera apa yang mau dibeli tidak disebutkan. Itupun mereka guru di sekolah itu, tidak mau memberikan kwitansi pembayaran, jelas wali murid.

Menyikapi hal ini, Kepsek SDN 82 Pekanbaru, Halijah SPd saat dikonfirmasi media diruangan kerjanya, Senin (12/10/2015), meradang. “Dari mana didapat informasi itu?” lalu media ini menjawab, informasi tersebut di peroleh dari masyarakat via sms yang dilayangkan ke nomor pribadi kami sembari awak media ini menunjukkan bukti sms yang di peroleh.  

Namun begitu bukti informasi melalui via sms ditunjukkan, justeru Halijah SPd, langsung mengambil hendphon pribadi awak media tanpa izin membawanya telp keluar dari ruangan kerjanya menuju ruangan majelis guru.

Anehnya, sikap yang dilakukan Kepsek SDN 82 Pekanbaru, Halijah SPd ini, diduga mencoba memancing suasana jadi buruk supaya mendapatkan pembelaan dari para guru yang ada di ruangan majelis guru guna menutupi kebobrokan sekolah itu.

Kemudian, Wartawan media ini yang masih berada di ruangan kerjanya Halijah SPd,  dengan kondisi pintu terbuka lebar, terdengar jelas suara bahasa salah seorang guru (Tenaga didik) yang terdengar dengan nada lantang dan tidak beretika, meminta agar Kepala Sekolah ini meminta nomor hendphon sumber media ini. Bahkan Kasek bersama beberapa guru di sekolah itu, menuding informasi yang di peroleh mengada-ada dan atau asal-asalan.

Setelah bahasa dari seorang guru yang dinilai biadab itu didengar awak media ini, hendphon yang masih berada genggaman tangan Kepala Sekolah SDN 82 Pekanbaru tersebut, langsung diminta untuk dikembalikan oleh sang Kepala Sekolah.

Lalu, Halijah SPd ini, kembali masuk diruangannya serta langsung menyampaikan permohonan maafnya atas sikap yang ditunjukkan oknum guru SDN 82 Pekanbaru tersebut kepada Pers.

Walikota Pekanbaru, Firdaus MT ketika dihubungi Berantas melalui via hendphon, mengatakan, “Saya diluar kota pak. besok saja kita komunikasi, ujarnya.

Sementara, Kasi Kesiswaan SD Dinas Pendidikan Pekanbaru, Firdaus ketika dihubungi media ini melalui kontak person pribadinya, nomor 0813783XXXXX, juga menunjukkan kesan yang tidak ber-etika dan mengintervensi Wartawan.


"Kapan kita konfirmasi masalah itu, kapan perlu saya antar pak Mail. Orang tu tak biasa" ucapnya terbata-bata sembari menyebutkan "Kau tak boleh cengeng jadi wartawan, katanya” (Ismail Sarlata)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas