Headlines News :
Home » » Dana Desa Diduga Ada Pemotongan Tidak Resmi

Dana Desa Diduga Ada Pemotongan Tidak Resmi

Written By Harian Berantas on Tuesday, October 13, 2015 | 8:02:00 AM

HARIANBERANTAS, PANDELANG - Sepuluh desa di Kecamatan Cikedal Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten yang baru saja memperoleh Anggaran Dana Desa (ADD) melalui salah satu bank swasta, minggu lalu, tersiar kabar bahwa dana yang sejatinya untuk membangun sarana dan prasarana yang betul-betul sangat dibutuhkan oleh masyarakat diduga telah terjadi pemotongan secara tidak resmi. 

Ilustrasi

Konon, masing-masing desa harus rela dipotong atau disisihkan sejumlah Rp.6 juta dari hasil pemotongan tersebut rencananya akan diserahkan kepada aparat pemerintahan setempat lazimnya tindakan seperti itu biasa disebut pengkondisian.

Hal itu diceritakan oleh salah satu narasumber sekaligus kepala desa yang identitasnya minta untuk tidak dikorankan. “Setelah dana sebesar enam juta rupiah dari masing-masing kepala desa diberikan pada petinggi yang bertugas selaku pengkoordinir di sebuah  rumah makan daerah Carita, tidak berapa lama saya merasa khawatir akan menjadi persoalan maka dana yang sudah saya berikan segera saya minta untuk dikembalikan,” terangnya, dan dana itu menurutnya sudah diterima terkecuali yang sembilan desa.

Untuk menelususri keabsahan berita yang rentan pada penyalahgunaan anggaran Negara, pewarta berita ini menghubungi kolektifitas. Sayangnya, orang yang dimaksud berkali-kali dikonfirmasi melalui pesan singkat sms tidak menjawab sehingga dari sikap pasif yang diterima oleh wartawan, hingga melahirkan dugaan seakan-akan realitas seperti itu betul mengarah pada satu kebenaran.

Mengkritisi dan mencermati soal ADD, jika saja apa yang diceritakan narasumber sudah kadung terjadi bentuk pengkondisian yang salah kaprah, maka disengaja atau tidak, para kepala desa sudah berani bermain api, mereka telah mengkhianati amanah warganya juga amanat Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang ADD yang bersumber dari APBN. 

“Data dugaan penyimpangan ADD tersebut setelah dirasa konkrit maka dalam waktu dekat akan kami bawa ke ranah hukum,” terang salah satu aktifis LSM Kab Pandeglang.YAN/RUS

Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas