Headlines News :
Home » , » Berkas 4 Tersangka Korupsi Bansos Bengkalis, Akhirnya Dikirim Polda Riau

Berkas 4 Tersangka Korupsi Bansos Bengkalis, Akhirnya Dikirim Polda Riau

Written By Harian Berantas on Wednesday, October 28, 2015 | 6:46:00 AM

HARIANBERANTAS, PEKANBARU - Menindaklanjuti berita yang dilansir harianberantas.co.id, Rabu (28/10/2015) tadi pagi, akhirnya berkas empat tersangka kasus dugaan korupsi bansos Bengkalis sudah berstatus P-19, dilimpahkan penyidik Polda Riau ke Kejaksaan. Masing-masing tersangka korupsi bansos tersebut, Hidayat Tahor, Rismayeni, M Tarmizi dan Purboyo. Sementara, berkas status Herliyan Saleh (mantan Bupati, red) bersama kroninya Azrafiani Aziz selaku Kabag Keuangan di Pemkab Bengkalis yang telah resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Mabes Polri dan penyidik Polda Riau, masih gantung di tangan Polda Riau.

Herliyan Saleh saat diperiksa oleh Polda Riau terkait kasus korupsi Bansos

Pihak penyidik Ditrektorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus), Rabu (28/ 10/2015) sore, menyerahkan berkas acara pemeriksaan (BAP) empat tersangka penyelewengan dana bantuan sosial (Bansos) Kabupaten Bengkalis, tahun 2012.

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau, Brigjen Dolly Bambang Hermawan kepada Wartawan melalui Kabid Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo, Rabu (28/10/2015) sore membenarkan, BAP keempat tersangka itu atas nama Hidayat Tahor, Rismayeni, M. Tarmizi dan Purboyo.

''Setelah melengkapi petunjuk Jaksa (P-19-red), penyidik Subdit 3 Ditreskrimus Polda Riau telah mengirim kembali 2 (dua) berkas dugaan tindak pidana korupsi dana hibah atau bansos Kabupaten Bengkalis,'' kata Guntur.

Diberitakan media cetak/koran Berantas sebelumnya, dugaan korupsi bantuan sosial (Bansos) yang diduga dilakukan oleh Herliyan Saleh sebagai Bupati Kabupaten Bengkalis bersama dengan kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat, berkasnya sudah P19 (Pengembalian Berkas Perkara untuk Dilengkapi) di Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau. 

Hal ini dibenarkan Jaksa Penuntut Umum, Eka Safitra, SH.MH saat ditemui Pemred Media Berantas, Toro diruangan kerjanya di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau. 

“(Berkas perkara tersangka Herliyan Saleh) masih P19. Sekitar dua minggu lalu (dikembalikan ke penyidik). Kami masih menunggu penyidik melengkapi berkas perkara berdasarkan petunjuk yang diberikan. Kalau sudah dilengkapi, tentunya akan disampaikan kembali ke Jaksa Peneliti untuk ditelaah lagi,” tukas Eka.

Dilain pihak Kasubdit III Ditreskrimsus Polda Riau, AKBP Wahyu Kuncoro SIK, membenarkan, “Iya. P19,” ujarnya. Dalam kasus ini, mantan Bupati Bengkalis Herliyan Saleh sudah beberapa kali menjalani pemeriksaan Ditreskrimsus Polda Riau. Terakhir kali, Calon Bupati Bengkalis periode 2015-2020 tersebut diperiksa pada Selasa (28/7/2015), dalam statusnya sebagai tersangka. 

Sebelumnya, sebagai saksi, Herliyan Saleh juga telah diperiksa untuk tersangka mantan Ketua DPRD Bengkalis, Jamal Abdillah dan lima orang tersangka lainnya. Atas proses inilah kemudian Penyidik Polda Riau melakukan gelar perkara di Bareskrim Mabes Polri, dan akhirnya diputuskan untuk menetapkan Herliyan sebagai tersangka dengan lengkapnya alat bukti.

Selain Herliyan Saleh, penyidik Polda Riau juga telah menetapkan enam orang tersangka. Mantan Ketua DPRD Bengkalis Jamal Abdillah yang saat ini tinggal menunggu pelimpahan berkas perkara ke pengadilan, juga terdapat lima tersangka lainnya, yakni Hidayat Tagor dari Partai Demokrat selaku mantan Wakil Ketua DPRD Bengkalis dan Purboyo dari PDIP selaku mantan anggota DPRD Bengkalis. 

Selanjutnya, Rismayeni dari Partai Demokrat dan Muhammad Tarmizi dari Partai PPP. Dua nama terakhir masih aktif sebagai anggota DPRD Bengkalis. Sementara itu, seorang tersangka lainnya berasal dari Setdakab Bengkalis, Azrafiani Aziz, selaku Kabag Keuangan. 

Keenam tersangka tersebut tidak ditahan, meski pun mereka dijerat berdasarkan Pasal 2 dan atau Pasal 3 UU RI Nomor 31 tahun 1999 seperti diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman paling sedikitnya 4 tahun penjara dan paling lama 20 tahun.

Namun demikian, untuk mengungkap kasus korupsi bantuan sosial (Bansos) tahun 2012 di Bengkalis ini hingga ke akar-akarnya, ikuti ulasan berita situs harianberantas.co.id dan media cetak/koran Berantas pada edisi-edisi berikut dengan topik berita, “Dugaan Korupsi Bansos Bengkalis, Minta Dugaan Keterlibatan Ketua DPRD Bengkalis yang sekarang, dan kroni lainnya” karena Kasus ini terjadi tahun 2012  saat Pemkab Bengkalis menganggarkan alokasi untuk dana Bansos sebesar Rp230 miliar. kuat dugaan, dana tersebut disalurkan tidak pada peruntukkannya atau fiktif yang hanya menguntungkan diri atau pribadi demi pribadi para oknum pejabat penting di Pemkab Bengkalis. (Ismail) 

Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas