Headlines News :
Home » , » Anggota DPRD Pekanbaru Diduga Serobot Lahan Warga

Anggota DPRD Pekanbaru Diduga Serobot Lahan Warga

Written By Harian Berantas on Thursday, October 22, 2015 | 10:30:00 AM

HARIANBERANTAS, PEKANBARU - Seorang warga Pekanbaru laporkan penyerobotan lahan ke Polda Riau. Penyerobotan salah satunya diduga dilakukan oknum DPRD Kota Pekanbaru inisial AA.


seorang oknum DPRD Kota Pekanbaru, inisial AA diduga menyerobot lahan warga seluas 500 meter X 200 meter atau 10 hektare RT 01/RW 03 Kelurahan Tebing Tinggi Okura Kecamatan Rumbai Pesisir Pekanbaru.

Sedianya kasus dugaan penyerobotan lahan yang telah dilaporkan ke pihak Kepolisian Daerah (Polda) Riau tersebut, Kamis (22/10/15) ini memasuki proses pengecekan di lapangan. Namun karena kabut asap tebal, penyidik menunda pengecekan tersebut.

Pihak pelapor, Iwan Kurni Kurniawan yang ditemui di lahan yang bersengketa itu, mengaku dirinya mewakili pemilk lahan yang diserobot terdiri dari dirinya sendiri serta Jusni Rifai Tanjung, Nasrun Tanjung, Hendrizal, Sehermanto, Imam Wahyudi, Aripin Manurung dan Ramli H telah melaporkan kasus penyerobotan tersebut ke Polda dengan Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) Nomor : STPL/420/IX/2015/SPKT/Riau, tanggal 21 September 2015.

''Tetapi dalam laporan tersebut saya hanya melaporkan Yul (52). Ketika lahan kami diserobot ada beberapa kali beliau (AA, Red) hadir di lapangan. Tetapi waktu itu kami menduga karena beliau anggota DPRD Pekanbaru hanya melakukan pengawasan. Hari ini, di lokasi tanah kami yang serobot terang terangan dipasang plang yang menyatakan lahan 500 meter X 200 meter milik dia (AA, Red),'' ujarnya.

Iwan mengaku, sebelumnya AA baik kepada dirinya maupun Jusni Rifa'i Tanjung mengaku tidak memiliki tanah di areal yang disengketakan antara Irwan Kurniawan dkk vs Yul dkk. Tetapi sekitar 3 hari lalu, dirinya diberitahu ada plang nama yang bertuliskan tanah ini milik Aidil Amri, dkk, ukuran 500 meter X 200 meter dengan SKGR No; 475/BR /1993 an Julizar, 472/BR/1993 an Djahidin, 476/BR/1993 Jasmalinda, 473/BR/1993 an Jasrul dan 477/BR/1993 an Mariani.

Anggota DPRD Pekanbaru Aidil Amri yang dikonfirmasikan melalui telepon genggamnya, mengaku kaget soal adanya plang nama di lokasi lahan yang dimaksudkan pelapor Irwan Kurni Kurniawan.

''Saya tidak pernah punya tanah di situ dan tak pernah pasang plang. Jadi tak apa apa lah diekspose di media massa. Nanti kan bisa saya gugat balik dengan tuduhan pencemaran nama baik,'' tuturnya.

Ditanya tuduhan terhadap dirinya sebagai pembeking terlapor Yul, Aidil Amri merasa tidak pernah melakukan hal itu. Namun diakuinya dia pernah di lokasi tanah yang bersengketa itu dan menghadirkan Camat dan Lurah.

''Waktu itu saya ke sana membawa Camat dan Lurah, tujuan memdiasi orang yang sedang bersengketa soal lahan. Jangan ada ribut ribut lagi,'' kata politisi Partai Demokrat dari Dapil Rumbai dan Rumbai Pesisir.

Terlepas soal itu, dalam STPL tersebut Irwan melaporkan Yul karena diduga melakukan tindak pidana Pemalsuan Surat dan atau menduduki atau memakai lahan tanpa izin yang berhak tas kuasanta, sebaimana dimaksud dalam Pasal 263 dan atau 266 dan PRP RI Nomor 51 tahun 1960.

Dari informasi yang berhasil dihimpun riauterkinicom, kasus ini bermula pada Maret 2015 lalu. Saat itu, Jusni Rifa'i Tanjung hendak menjual lahan miliknya yang terletak di RT 01 RW 03 Kelurahan Tebing Tinggi Okura Kecamatan Rumbai Pesisir, kepada seorang pembeli. Sang pembeli telah membayar lunas kepada Jusni. Selanjutnya pihak pembeli melakukan kegiatan di lokasi kebun sawit tersebut dengan menggali parit batas yang lama dan membersihkan lahan dengan menebas semak-semak.

Dua bulan berlalu, datanglah sekelompok orang yang diketahui diwakili oleh Yulizar (terlapor,red) dan salah seorang oknum DPRD Kota Pekanbaru, inisial AA, yang mengakui bahwa mereka yang memiliki lahan di area tang sama seluas 10 hektare. Lalu terlapor dan AA melakukan pembersihan lahan sekaligus melakukan pengukuran dengan pemasangan patok serta diberi tanda cat merah seluas 10 hektare. Dimana, lahan Jusni yang termasuk ke dalam lahan yang mereka akui adalah 4 hektare.

Adapun rincian tanah yang diklaim dimiliki oleh Terlapor dan AA, yakni 4 hektar di lahan Jusni, 2 hektar di lahan H Sulaiman Adnan, dan 4 hektar di lahan Salim Supardi.

Pihak terlapor dan AA diduga mengetahui bahwa lahan yang mereka akui tersebut sudah terjadi transaski jual beli, namun belum selesai proses balik nama antara Jusni dengan pembeli. Kemudian, pihak terlapor dan AA membuat surat tembusan kepada Ketua RT, Ketua RW, Lurah, dan Camat Rumbai Pesisir dengan melampirkan fotocopi surat milik mereka.

Setelah melakukan pembersihan lahan, terlapor dan AA juga mengundang Lurah dan perangkat kelurahan beserta pihak pihak penjual dan pembeli untuk melakukan pengukuran ulang. Keduanya juga diduga melakukan intervensi kepada Ketua RT dan RW agar tidak meneken surat tanah balik nama antara penjual dengan pembeli yang mereka akui tersebut. Akibatnya, tiga buah surat belum dapat dibaliknamakan.***(son)

Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas