Headlines News :
Home » , , , » SPD di Bengkalis, Diduga Terlibat Dalam Politik Busuk Herliyan Saleh

SPD di Bengkalis, Diduga Terlibat Dalam Politik Busuk Herliyan Saleh

Written By Harian Berantas on Thursday, September 3, 2015 | 9:34:00 AM

Harianberantas,Bengkalis - Sejumlah oknum sarjana pendamping desa (SPD) di kabupaten Bengkalis yang tersebar di beberapa kecamatan diduga ikut terlibat politik praktis dengan mendukung salah satu pasangan calon kepala daerah (cakada) Bengkalis (Herliyan Saleh-Reza Pahlefi. Malahan para SPD tersebut terlibat dalam pertemuan-pertemuan bertajuk Halal Bi Halal dengan salah satu cakada dan disertai pernyataan sikap mendukung salah satu pasangan cakada.

                                             Herliyan Saleh                         Reza Pahlefi       

Masyarakat di Sungai Pakning kecamatan Bukitbatu, Suwitno Pranolo meminta kepada penjabat (Pj) Bupati maupun Panswalu untuk mengambil tindakan tegas terhadap SPD yang terlibat politik praktis tersebut. Karena semua SPD itu honorer mereka setiap bulan dibayar melalui APBD Bengkalis, bukan dibayar pribadi oleh salah satu pasangan cakada (Herliyan Salaeh).

“Dialam demokrasi sekarang ini setiap orang boleh memberikan dukungan kepada siapa saja, tidak ada larangan, tetapi menggalang dukungan dalam pertemuan resmi seperti yang dilakukan SPD diseluruh kecamatan dalam konteks politik walau dibungkus lewat acara Halal Bi Halal, jelas melanggar aturan,”ungkap Suwitno, Rabu (02/09/2015).

Menurut pria biasa disapa Ewok ini, Pj Bupati, Panswalu bersama Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) harus memberikan peringatan, dan apabila tetap membandel harus diberikan sangsi. Karena SPD itu merupakan elemen penting dalam menggerakkan pembangunan serta administrasi di desa.

“Mereka dalam kapasitas sebagai SPD harus netral. Kecuali secara pribadi mereka mendukung atau memilih salah satu pasangan calon itu jelas hak mereka sebagai warga Negara. Tetapi tidak terlibat dalam politik praktis seperti yang dilakukan di kecamatan-kecamatan selama ini,” ujar Ewok, yang juga ketua Yayasan Pengembangan Tunas Nusantara (YPTN) Bukit batu tersebut.

Terpisah kepala BPMPD Ismail ketika dikonfirmasi soal adanya pernyataan sikap berupa dukungan kepada salah satu pasangan cakada oleh SPD, ia selaku kepala BPMPD sudah memberitahukan kepada SPD melalui koordinator di kecamatan  untuk tidak mengulanginya lagi. Seluruh SPD harus bersikap netral, tidak boleh terlibat politik praktis dalam bentuk dukung mendukung dalam forum resmi.

Kemudian dijelaskan Ismail juga, khusus untuk tenaga pendamping Usaha Ekonomi Desa-Simpan Pinjam (UED-SP), pihak BPMPD tidak bisa memberikan teguran atau peringatan, karena pengelola UED-SP merupakan kelompok swadaya masyarakat. Lembaga tersebut berdiri sendiri dan otonom atau mandiri disetiap desa, melalui hibah dari APBD Bengkalis.

“Sudah kita sampaikan pemberitahuan kepada SPD untuk tidak lagi terlibat dalam politik praktis atas nama SPD dalam berbagai pertemuan atau acara sosialisasi pasangan cakada. Kalau masih melakukan tentu kita akan mengambil tindakan, karena SPD dituntut untuk independen dan netral dalam pilkada, dengan tetap menggunakan hak pilihnya pada hari
pemilihan, ”jelas Ismail.

Seperti dirilis sebelumnya, SPD diseluruh kecamatan menggelar acara Halal Bi Halal dengan calon bupati Herliyan Saleh. Bahkan di Sungai Pakning kecamatan Bukitbatu, SPD tersebut secara terang-terangan menyatakan dukungan mereka kepada Herliyan Saleh yang berpasangan dengan Riza Pahlefi.

Diberitakan  Harian Berantas ini sebelumnya, terkait dugaan politik busuk Herliyan Saleh-Reza Vahlevi, mengenai nama ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Kabupaten Bengkalis, Masuri SH dicatut sebagai tim pemenang pasangan   Balon Bupati dan Wakil Bupati (Cabup) ini.

Bahkan ketua Kadin Kabupaten Bengkalis, Masuri SH tersebut mengecam dan tidak terima adanya namanya dicatut sebagai salah satu tim pemenang pasangan Balon Bupati dan Wakil Bupati (Cabup) HS-Reza Vahlevi yang ikut bertarung dalam memperebutkan kursi nomor 1 di Negeri junjungan Bengkalis pada 09 Desember 2015 mendatang. Bahkan Masuri, mengancam kedua Balon Bupati-Wakil Bupati itu akan dilaporkan ke polisi, serta  mempertanyakan ke pihak KPUD Bengkalis tindakan busuk Cabup, Herliyan-Reza Vahlevi tersebut.

Terungkapnya dugaan pencatutan nama Mashuri, berawal dari informasi salah satu petugas anggota kepolisian yang bertugas di lingkungan Polres Bengkalis memberitahukan terkait masuknya nama  Mashuri yang merupakan sebagai ketua Kadin Kabupaten Bengkalis masuk dalam daftar Tim Pemenangan pasangan Herliyan-Reza Vahlevi yang didaftarkan ke KPU.

"Saya sendiri sangat terkejut setelah diberitahu oleh salah seorang anggota kepolisian dan saya sendiri merasa tidak pernah dikonfirmasi oleh pasangan Herliyan-Reza untuk masuk sebagai tim," ujar Masuri kepada Wartawan Jumat (14/8/2015) lalu itu.

Lebih lanjut pria pengusaha yang juga menjabat selaku ketua Paguyuban Keluarga Jawa Kabupaten Bengkalis (PKJB) ini mengaku bahwa dirinya sangat keberatan atas kejadian ini, sehingga pihaknya melalui salah seorang anggotanya menghubungi KPUD Kabupaten Bengkalis untuk melakukan klarifikasi sekaligus mengajukan keberatannya.

"Mendengar hal tersebut saya langsung mengajukan komplain ke KPUD Bengkalis, saya minta KPU segera memanggil pasangan bersangkutan untuk mencabut nama saya tersebut," lanjutnya.

Masuri, SH yang biasa disapa Mas Bagong, mengancam akan membawa persoalan ini keranah hukum bila memang pihak KPUD Bengkalis tidak segera melakukan klarifikasi terkait persoalan yang merugikan pribadi ini.

"Pokoknya saya keberatan, kalau KPU tidak segera memanggil yang bersangkutan untuk menyelesaikan masalah ini, tidak tertutup kemungkinan saya akan membawanya ke ranah hukum," tegas Masuri.

Sementara, Ketua KPUD Kabupaten Bengkalis Defitra Akbar yang langsung dikonfirmasi Berantas Jum’at (14/08) mengatakan, langsung sama ketua devisi pencalonan di KPU Bengkalis saja pak. Karena, data itu semuanya ada sama ketua Devisi Pencalonan di KPU, ujar Defitra Akbar. Sementara, Balon Bupati dan Wakil Bupati Cabup Herliyan Saleh- Reza Vahlevi, saat dihubungi Berantas guna konfirmasi berita, via seluler Cabup-Cawabup itu, tak aktif. (toro/afdal)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas