Headlines News :
Home » , » PN Pekanbaru, Gelar Sidang Perdana Kasus Dugaan Rekayasa Polsek Rumbai

PN Pekanbaru, Gelar Sidang Perdana Kasus Dugaan Rekayasa Polsek Rumbai

Written By Harian Berantas on Thursday, September 10, 2015 | 11:39:00 PM

HARIANBERANTAS,PEKANBARU - Dua terdakwa kasus dugaan rekayasa penganiayaan yang dilaporkan ke Polsek Rumbai Km 17 Kelurahan Muara Fajar Kota Pekanbaru Provinsi Riau menjalani sidang perdana agenda dakwaan, di Pengadilan Negeri Pekanbaru, Kamis (10/09/2015). Usai pembacaan dakwaan, majelis hakim menanyakan adakah keberataan atas dakwaan yang dibacakan tersebut. 


Terdakwa satu, Temazaro merupakan korban peristiwa sebenarnya, mengajukan keberatan karena dalam bacaan dakwaan tersebut dirinya disebut ada emosi bahkan akan memukul saksi korban dan korbannya menyandarkan tangan korban memegang pergelangan tangan kanan terdakwa satu, kemudian terdakwa satu langsung mengambil sepotong kayu yang ada didekatnya dan langsung memukul punggung korban sebelah kiri.

Temazaro membantah dirinya ada emosi akan memukul saksi korban serta korban  menyandarkan tangan korban memegang pergelangan tangan kanan terdakwa satu, dan  terdakwa satu langsung mengambil sepotong kayu yang ada didekatnya dan memukul punggung korban sebelah kiri.

"Sidang lanjutan, Kamis depan" kata Majelis Hakim, Editerial SH.MH, Astriwati SH.MH, dan R. Heru Kuntodewa, SH.MH.

Hadir sebagai terdakwa dalam persidangan tersebut Arianto Selamat yang tak tau menau persoalan peristiwa, namun dirinya di rekayasa sebagai pelaku, Temazaro Laia, korban pengeroyokan sekaligus korban kasus dugaan rekayasa perkara.

Sidang tanpa ada didampingi kuasa hukum itu berlangsung selama 20 menit dan akan dilanjutkan pada minggu depan dengan agenda mendengarkan keterangan para saksi.

Toro abang kandung kedua terdakwa, yang baru pulang dari Jakarta membenarkan dalam sidang perdana tersebut kedua adek kandungnya sangat keberatan.

"Memang tadi Tema dan Arianto korban kasus rekayasa di Polsek Rumbai itu sudah  mengajukan keberatan. Karena korban peristiwa pengeroyokan yang terjadi pada tanggal 09 Juni 2015 tersebut adalah Temazaro Laia sendiri yang dilakukan oleh Yutilia Hulu Als Ina Riani dengan bersama keluarganya bernama Sikheli Hulu Als Ama Devi (adek kandung Yutilia), Aluiziroro Laia (Suami Yutilia Hulu), Ama Reji (famili Yutilia) dan Suka, Mari, Oti anak kandung Yutilia Hulu. persoalan ini sudah masuk dalam pokok perkara, nantinya apa yang menjadi keberatan kedua adek kami itu, akan masuk dalam agenda pembelaan," ujar Toro.
   
Pada pada 09 Juni 2015 tepatnya di lokasi usaha batu bata di Km 22 Kelurahan Muara Fajar Kecamatan Rumbai Pekanbaru, terdakwa satu (Temazaro Laia), meminta anak kandung pelapor/pelaku (Yutilia Hulu) supaya pakaian yang ada dijemuran dipindah tempatkan ketempat lain karena takut kotor dengan kikisan tanah dan semak yang sedang dikerjakan oleh terdakwa.

Lalu, Yutilia Hulu atau pelapor yang mendengar pernyataan terdawa satu, langsung marah ngomel sejak pagi sampai sore Selasa (09/06/2015) itu. Bukan itu saja Yutilia Hulu ini pun, justeru mengundang saudara-saudara atau keluarganya dari Km 17 Muara Fajar datang ke TKP di Km 22 Kelurahan Muara Fajar tersebut, menganiayai terdakwa.

Kemudian, Yutilia Hulu yang memutar balik fakta peristiwa sebenarnya itu, memukul Temazaro (korban) dengan menggunakan papan pecah. Lalu suaminya ama Riani yang sudah duluan menunggu Temazaro (terdawa) disamping bedeng batu bata, langsung meninju perut terdakwa  sebanyak satu kali, dan terdakwa pun jatuh ke tanah.

Dan setelah terdawa satu (Temazaro) terjatuh akibat dibogem dengan pukulan suami isteri itu, keluarga mereka yang lainnya seperti ama Devi merupakan adek kandung Yutilia sendiri, Aluiziroro Laia, ama Reji (famili Yutilia), Suka, Mari, Oti anak kandung Yutilia  menganiaya terdakwa (Temazaro).

Setelah itu, pak Josef (Arianto Selamat) atau terdakwa dua dalam perkara rekayasa ini saat melihat terdakwa (Temazaro) dari tempat ia bekerja cetak batu bata, langsung lari menyelamatkan terdakwa satu yang sudah tidak berdaya lagi dari serangan para pelaku, membawanya ke dalam rumah.

“Bahkan, perlakukan Yutilia Hulu tersebut, sudah diakui oleh Yutilia dkk dihadapan para tokoh warga masyarakat setempat ketika masalah penganiayaan yang sebenarnya itu hendak didamaikan secara kekeluargaan”

Entah setan apa yang membuat pihak Polsek Rumbai Pekanbaru, bisa sekongkol dengan pelaku/ pelapor (Yutilia) merekayasa perkara ini yaitu tersangka menjadi korban dan korban menjadi tersangka, terang Toro.

Sedangkan kata Toro, Arianto Selamat Laia merupakan saksi melihat yang serta ikut melerai peristiwa, justeru dikorbankan oleh polisi sebagai pelaku. Sementara, bila seandainya, Arianto Selamat alias pak Jhoseph tersebut tidak sesegera menyelamatkan Temazaro Laia yang sekarang sudah terdakwa dari amukan para pelaku kasus rekayasa itu, dan membawa Temazaro Laia-nya ke dalam rumah, entah apa yang lebih diperlakukan oleh Yutilia Hulu dkk terhadap diri terdawa satu ketika itu.

“Ini semuanya sudah diakui oleh Yutilia dan suaminya ama Riani ketika perbuatan mereka itu sebenarnya mau diadamaikan oleh tokoh masyarakat yang ada didaerah sana. Bahkan surat pernyataan dari warga masyarakat pun ada sampai sekarang ini kami peroleh, kesal Toro.

Perkara yang menimpa kedua adek kandungnya kami itu terjadi karena disinyalir, pihak Polsek Rumbai tidak profesionalisme  dalam melaksanakan tugas sehingga tidak memberikan status terhadap Yutilia Hulu dkk yang telah tiga (3) berturut-turut dilapor ke Polisi akibat tindakan perbuatan melawan hukum mulai dari peristiwa pencurian dan pengrusakan tanggal 28-29 April 2015, kasus penganiayaan dan pengrusakan pada tanggal 09 Juni 2015.

"Tidak ada upaya penyidik untuk menetapkan Arianto Selamat Als Pak Jhoseph (saksi) dan Temazaro Laia (korban) sebagai tersangka sebenarnya.

Penyidik/penyidik pembantu yang menangani kasus dugaan penganiayaan tersebut sudah terindikasi melakukan pelanggaran dan tidak independen. Apalagi, dalam beberapa SP2HP II dan SP2HP III atas laporan/pengaduan Temazaro Laia kepada Polisi dari pihak Polsek Rumbai Pekanbaru beberapa waktu lalu, ditemukan banyak kejanggalan.

Temazaro Laia (terdakwa) ada difitnah oleh Polsek Rumbai yang menyebutkan Temazaro ada melaporkan orang lain bernama Bazaro Hia Als Ama Reci. rekayasa polisi ini memang sudah melampaui batas dengan sengaja mengkambing hitamkan terdawa sendiri dengan orang lain.

Pada SP2HP II dari Polsek Rumbai mengenai laporan/pengaduan Temazaro Laia ke pada tanggal 29 April 2015 dan 09 Juni 2019 dengan pelakunya Yutilia/pelapor dkk, sangat jelas adanya rekayasa BAP yang dilakukan penyidik. Bukti itu semuanya, sudah kami peroleh sampai sekarang.

Atas tindakan sewenang-wenang yang terkesan dilakukan Polsek Rumbai ini, Kapolda Riau, Bapak Brigjen Pol Drs Dolly Bambang Hermawan bersama Kapolresta Pekanbaru, Bapak Kombes Pol Aries Syarief Hidayat, seharusnya sudah dapat segera mungkin menyikapi secara arif dan bijaksana dalam perkara ini, serta memberikan tindakan keras kepada Polsek Rumbai.

Namun faktanya sampai sekarang ini, seakan perkara yang direkayasa Polsek Rumbai itu sudah komitmen Kapolda Riau dan Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Aries Syarief Hidayat.

Kalau saya berkata demikian dalam perkara yang sengaja diciptakan ini, Polisi itu memang sudah biadab, mungkin saja saya itu langung dipidana oleh mereka. Padahal yang tak tahu aturan itu sebenarnya adalah mereka polisi yang selama ini selalu kami dengung-dengungkan sebagai Pelindung dan Pengayom serta Pelayanan yang sangat terbaik karena selalu memberikan contoh dan teladan yang baik kepada kami atau kita masyarakat, ujar Toro sembari berharap, agar hakim pada Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru yang dapat menyimpulkan perkara ini selanjutnya, demi kepastian hukum yang benar dan seadil-adilnya.

Atas persoalan indikasi salah lapor, salah tangkap dan salah tahan tersebut, Kapolsek Rumbai, AKP Hendrizal Gani, SH.M.Si, saat-saat dihubungi guna konfirmasi berita, tak pernah diangkat. Demikian pula sebaliknya, via seluler Kanit Reskrim Polsek Rumbai Pekanbaru, AIPDA ST. Sihaloho nomor 081261167568 saat dihubungi, tak pernah diangkat. (Is)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas