Headlines News :
Home » , , , , » Keaslian Ijazah Oknum DPRD Bengkalis Dari Partai PDIP Dipertanyakan

Keaslian Ijazah Oknum DPRD Bengkalis Dari Partai PDIP Dipertanyakan

Written By Harian Berantas on Monday, September 14, 2015 | 9:08:00 PM

HARIANBERANTAS,BENGKALIS - Ijazah Sekolah Menengah Umum Tingkat Atas (SMA) milik oknum anggota DPRD Kabupaten Bengkalis Propinsi Riau, bernisial SM (Simon Lumban Gaol), dipertanyakan keasliannya oleh elemen masyarakat.  

                                                             Dok. Zein/Toro (harianberantas)

Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis, Heru Wahyudi ketika dikonfirmasi Berantas tidak mencampuri urusan dugaan penyalahgunaan Ijazah Sekolah Menengah Umum Tingkat Atas (SMA) yang dimiliki oleh oknum wakil rakyat di DPRD Kabupaten Bengkalis Propinsi Riau tersebut. "Saya tidak mau mencampuri masalah itu. Kalau izajah milik orang lain yang dipergunakan saat pencalonan dirinya sebagai legislatif pada tahun 2014 yang lalu, hingga ia terpilih sebagai anggota DPRD Bengkalis periode 2014-2019, itu urusan pribadinya," kata Heru Wahyudi saat ditemui media Berantas didepan Gedung Cik Puan usai meghadiri rapat pleno pencabutan dan pengumuman nomor urut pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bengkalis, Rabu (26/8/2015) lalu.

Ketua LSM Forum Peduli Lingkungan (FPL) Kabupaten Begkalis, Albert membenarkan adanya bukti otentik mengenai ijazah SMA milik Simon Lumban Gaol yang diduga pakai pinjamkan kepada salah seorang anggota DPRD Kabupaten Bengkalis dari Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Perjuangan (DPC-PDIP), Charles Marbun.

"Ijazah Sekolah Menengah Umum Tingkat Atas (SMA) itu, memang benar adanya. Namun orang yang disebut-sebut bernama Simon Lumban Gaol, bukan itu orangnya. Karena anggota DPRD dari DPC PDI Perjuangan tersebut, nama asli orangnya adalah Charles Marbun”, ungkap Albert.

Albert mengaku, saat ini pihaknya bersama DPP LSM Komunitas Pemberantas Korupsi (LSM KPK) di Pekanbaru, sedang menyiapkan pengaduan resmi ke pihak Kepolisian dan Kejaksaan atas dugaan pemalsuan, rekayasa dan manipulasi dokumen pribadi anggota DPRD Bengkalis, Charles Marbun menjadi Simon Lumban Gaol tersebut.

“Dalam waktu dekat ini, masalah pemalsuan, rekayasa/manipulasi nama asli dalam dokumen negara tersebut, akan kami laporkan ke pihak Kepolisian dan Kejaksaan. Karena penyalahgunaan ijazah milik orang lain oleh Charles Marbun itu, merupakan perbuatan melawan hukum sebagaimana rumusan pasal 263 jo 266 KUHP dan pasal 380 KUHPidana, ujar Albert.

Sementara itu, Charles Marbun yang disebut-sebut nama aslinya dirubah menjadi Simon Lumban Gaol, yang dikonfirmasi Berantas melalui via selulernya mengatakan, “Kalau sudah ada buktinya, tak perlu ditanya lagi. langsung saja laporkan saya ke Jaksa, jawab Charles dengan nada tinggi.

Dari perolehan keterangan yang didapat media ini, ditemukan bukti dugaan penyalahgunaan izajah tingkat sekolah menengah atas (SMA) No: 308/105/M/1992, tanggal 24 Desember 1992 yang diterbitkan oleh sekolah swasta (Wijasarma-red) di Gebang Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara.

Dalam surat tanda tamat belajar (STTB) SMA yang diduga dipergunakan Charles Marbun pada saat pencalonan legislatif pada tahun 2014 lalu, diketahui bahwa izajah SMA tersebut, milik salah seorang mantan siswa sekolah swasta wijasarma, bernama Simon Lumban Gaol.

Diperoleh bukti rekayasa identitas pribadi lainnya, juga tertera dalam dokumen kepengurusan Federasi Serikat Pekerja Transport Indonesia Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (F.SPTI-SPSI) Kabupaten Bengkalis yang merupakan wadah organisasi tempat bekerja Charles Marbun sebelumnya.

Menurut data identitas pribadi yang tertera pada id card berupa kartu tanda anggota (sementara) Partai Demokrasi Perjuangan, nomor 2431300, tercantum nama Simon Lumban Gaol, dengan alamat di Perjuangan, tanggal bulan dan tahun kelahiran, tanggal 23 Agustus tahun 1974.

Kemudian, didalam kartu identitas (id card) kartu tanda penduduk (KTP) Propinsi Riau Kabupaten Bengkalis, dengan NIK: 1403092308720003 terdapat kekeliruan tahun kelahiran Simon Lumban Gaol tersebut yang bertempat tanggal lahir di P. Berandan tanggal 23 Agustus tahun 1972. Kemudian, didalam kartu identitas tersebut tertera alamat Jl. Perjuangan RT/RW 05/02 Desa/Kel, Kesumbo Ampai, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis.

Sementara, pada bukti dokumen kepemilikan data yang tertera didalam kartu peserta musyawarah Nasional V F. SPTI–KSPSI yang diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 28-30 Maret 2012, tercantum identitas nama Kharlesus de Fard sebagai pengurus PUK SPTI Desa Kesumbo Ampai Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis, dengan nama yang sama, bernama Charlesus De Fard Marbun yang merupakan utusan dari Kabupaten Bengkalis.

Bukti dugaan manipulasi/rekayasa identitas pribadi asli lainnya, juga ditemukan pada dokumen Surat Ketetapan Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPC-PDI Perjuangan) Kabupaten Bengkalis No:06.08.10.038/TAP-PDIP/ C/XI/2007, tentang struktur komposisi dan personalia pengurus ranting Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Desa/Kelurahan Kesumbo Ampai Kecamatan Mandau Masa Bakti 2005–2010, yang diterbitkan pada tanggal 1 November 2007 dan ditanda tangani oleh Suhendri Asnan MBA, selaku Ketua dan Misnu sebagai Sekretaris. Sehingga didalam dokumen struktur komposisi dan personalia pengurus ranting PDIP, tercantum identitas Charles Marbun.

Bukti data yang terungkap dalam dokumen lampiran Surat Keputusan DPC-PDI Perjuangan Kabupaten Bengkalis Nomor: 18.A/KPTS/DPC.31.10-B/IV/2012 tentang Struktur Komposisi dan Personalia Departemen DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bengkalis dengan masa bakti 2010–2015, yang diterbitkan pada tanggal 01 November 2012 di Bengkalis, dan ditanda tangani oleh Kaderismanto selaku Ketua, dan Rahmad S.I.Kom sebagai Sekretaris.

Namun didalam bukti dokumen, tertera atas nama Simbon Lumban Gaol yang dianggap sebagai anggota pada departemen keanggotaan dan rekrutmen. Dan didalam dokumen tersebut, tulisan nama bersangkutan yaitu Simbon Lumban Gaol, dikaburkan alias disamarkan.

Bukan itu saja, didalam surat kartu keluarga (KK), Nomor: 1403090401080389, ditemukan adanya perbedaan/rekayasa tempat tanggal lahir yaitu, di P. Brandan, tanggal 23 Agustus1972.

Sementara, bukti tahun kelahiran Simon Lumbangaol yang tercantum didalam Surat Tanda Tamat Belajar (STTB) Sekolah Menengah Umum Tingkat Atas (SMA), tercantum tahun kelahirannya, tahun 1974.

Menurut keterangan beberapa sumber media Berantas dilapangan, Surat Tanda Tamat Belajar SMUTA, SMA tersebut, dikabarkan Izajah yang dipinjam pakaikan oleh Simon Lumban Gaol kepada CHARLES MARBUN, supaya menduduki kursi wakil rakyat di  DPRD Kabupaten Bengkalis periode 2014-2019.

Atas permasalahan tersebut, Sekretaris Umum LSM KPK, B. Naso, saat dihubungi media ini melalui via pribadinya di Pekanbaru, sangat mengharapkan agar keberadaan Anggota DPRD tersebut yang diduga keras menggunakan Ijazah milik orang lain atau familinya, dapat di usut kejelasannya hingga tuntas. (toro/zein)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas