Headlines News :
Home » , , , » Herliyan Saleh Dililit Kasus Korupsi, Kembali LSM Kirim Surat ke Presiden, KPK, Jaksa Agung dan Mabes Polri

Herliyan Saleh Dililit Kasus Korupsi, Kembali LSM Kirim Surat ke Presiden, KPK, Jaksa Agung dan Mabes Polri

Written By Harian Berantas on Sunday, September 27, 2015 | 1:09:00 AM

HARIANBERANTAS, PEKANBARU - Kamis, (01/10) mendatang, Dewan Pimpinan Pusat LSM Komunitas Pemberantas Korupsi (LSM-KPK) akan kembali melayangkan surat resmi ke Presiden RI, Ir. H. Jokowidodo, KPK, Jaksa Agung dan Kapolri, untuk mengklarifikasi status kasus dugaan korupsi mantan Bupati Bengkalis, Ir. Herliyan Saleh Msc dan kroninya yang dinilai kebal hukum.

Hal ini dikatakan Sekretaris Umum LSM Komunitas Pemberantas Korupsi (DPP LSM-KPK), B Naso, Minggu (27/09/2015) kepada Wartawan di Pekanbaru


Dalam rellisannya ke Presiden RI, KPK, Jaksa Agung dan Kapolri di Jakarta, mereka meminta Presiden agar memerintahkan Kejaksaan Agung menyelesaikan kasus dugaan korupsi penyertaan modal Pemerintah Kabupaten Bengkalis pada PT. BLJ senilai Rp. 300 miliar dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang menjerat Herliyan Saleh mantan Bupati Kabupaten Bengkalis-Riau, termasuk kasus korupsi lainnya. Menurut mereka, sejak diungkap pada Oktober 2013 lalu, kasus dengan nilai kerugian Rp. 300 miliar dan 686 miliar lebih itu tidak ada kejelasan.


Seperti diketahui, Ir. H. Herliyan Saleh MSc, mantan Bupati periode 2010-2015 dan kroni lainnya dilingkup Pemdakab Bengkalis terseret kasus korupsi gara-gara laporan LSM-KPK bersama media Berantas ke Presiden, KPK, Kejaksaan Agung, Mabes Polri dan Kejati Riau sekitar Oktober 2013 dan Pebruari 2015 lalu. 

Selain itu, aktifis LSM ini juga menuntut kasus dugaan korupsi bantuan sosial (Bansos) di Kabupaten Bengkalis yang menyeret nama Bupati non aktif ini dan sejumlah anggota DPRD Bengkalis aktif dan non aktif, segera dituntaskan. 

Setelah mantan Bupati Bengkalis, Herliyan Saleh ditetapkan sebagai tersangka, kelanjutan kasus ini dipertanyakan. Padahal satu tersangka lainnya yakni mantan ketua DPRD Bengkalis, Jamal Abdillah telah lebih dulu mendekam di penjara di Pekanbaru-Riau.

 “Kami sangat berharap hukum adalah panglima dari segala-galanya, jangan sampai tajam ke bawah tumpul ke atas,” ujar Sekum LSM KPK, B. Naso dalam rellisan surat resmi yang akan disampaikan mereka ke Presiden, KPK, Jaksa Agung dan Kapolri di Jakarta, Kamis (01/10) mendatang.

Menurutnya, selama ini Polri dan Kejaksaan di Riau hanya mampu menahan para kaki tanganya saja, sementara pelaku utamanya masih dibiarkan bebas. Padahal, kata Naso, Polda Riau dan Kejati Riau termasuk Jaksa Agung dan Kapolri di Jakarta, telah berulang kali menjanjikan kasus dugaan korupsi luar biasa yang terjadi di wilayah daerah Kabupaten Bengkalis tersebut dituntaskan secara transparan dan akuntabel.

“Kami berharap Presiden RI, Ir. H. Jokowi, dapat memerintahkan KPK, Jaksa Agung dan Kapolri, segera menuntaskan kedua kasus korupsi luar biasa di Kabupaten Bengkalis itu serta meminta aparat hukum yang menangani perkara tersebut bisa terbuka dalam setiap penangganan kasus korupsi di Kabupaten Bengkalis. Dan bisa mengungkap lebih jauh lagi, sehingga para pelaku lainya yang benar-benar dalangnya bisa ditahan,” ucap B. Naso.

Sebelumnya, Kasi Penkum dan Humas Kejati Riau Mukhzan saat ditemui Berantas menyatakan, kasus yang menyeret mantan Bupati, Herliyan Saleh di Kabupaten Bengkalis, masih berlanjut. Dia pun tetap memantau penanganan korupsi PT. BLJ Bengkalis yang telah menyeret Dirut dan staf BLJ Bengkalis ke penjara. Dan masalah TPPU Herliyan Saleh, sudah wewenang Kejaksaan Agung. 

 “Untuk kasus Bansos sepenuhnya menjadi kewenangan Kepolisian di Polda Riau dan Mabes Polri,” katanya.

Dia menambahkan, dalam penanganan kasus korupsi tidak semudah membalikan telapak tangan. Walaupun begitu, pihaknya tetap melakukan penangganan semua laporan yang masuk ke Kejari Bengkalis maupun ke Kejaksaan Tinggi Riau.

“Dalam kasus PT. BLJ Bengkalis, sudah ada yang kita tahan bahkan sudah inkrah tuntutan mereka di Pengadilan Tipikor PN Pekanbaru. Kalau status yang lainnya termasuk Bupati Bengkalis ketika itu (Herliyan), masih berjalan untuk terus dilakukan pengembangan penyelidikan,”tandasnya. (Is/Mukh)

Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas