Headlines News :
Home » , , » Dugaan Korupsi Proyek Jalan Ketam Putih-Sekodi Ditangan Kejaksaan, Masuk Angin

Dugaan Korupsi Proyek Jalan Ketam Putih-Sekodi Ditangan Kejaksaan, Masuk Angin

Written By Harian Berantas on Tuesday, September 22, 2015 | 7:53:00 AM

HARIANBERANTAS,BENGKALIS - Proyek lanjutan peningkatan jalan Ketam Putih-Sekodi Kabupaten Bengkalis yang dikerjakan PT. Arung Samudra Jaya dengan nilai kontrak pada tahun 2014 senilai Rp.4. 798. 263.000,00,- dari dana Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bengkalis dikerjakan asal-asalan. Sehingga proyek yang belum lama selesai dikerjakan sudah mengalami kerusakan berat diberbagai titik pekerjaan.

          Jarak ukuran besi tulangan cor beton dilapa-     Volume Lantai Kerja di lapangan, 10 cm,  
          ngan,  40 cm                                                        cor beton 20 cm                      

Kerusakan berat diberbagai titik pekerjaan lanjutan peningkatan jalan Ketam Putih-Sekodi itu terindikasi karena konstruksinya buruk dan dilaksanakan diduga tidak sesuai spesifikasi.

Terlihat dari redimix beton yang dilakukan pekerjaannya dilapangan, K-175. Padahal redimix beton yang seharusnya dapat dilakasanakan oleh kontraktor PT. Arung Samudra Jaya sesuai kontrak kerja adalah K-250. Material besi untuk tulangan beton sangat jarak yaitu 40 cm. Sementara, di dalam petunjuk kontrak, besi tulangan beton tersebut memiliki jarak 25 cm. 

Bukan itu saja, pelebaran perkerasan dan bahu jalan atau beram sisi kiri kanan jalan sepanjang 850 meter, tidak sama sekali disentuh pekerjaannya oleh kontraktor (nihil). Padahal anggaran biaya terhadap pekerjaan pelebaran perkerasan dan bahu jalan tersebut, senilai Rp.316.032.110.10.

Demikian pula anggaran biaya pada pembangunan pembuatan satu unit duiker (Box Cover) yang belum disentuh pekerjaannya oleh kontraktor, Rp.52.798.379, sehingga kondisi lanjutan peningkatan jalan Ketam Putih-Sekodi Kabupaten Bengkalis yang dilaksanakan oleh PT. Arung Samudra Jaya pada tahun 2014 itu, sangat memperihatinkan.

Patrison Koordinator dari Dewan Pimpinan Lembaga Komunitas Pemberantas Korupsi yang memimpin investigasi di lapangan mengatakan, kasus ini menunjukan tidak profisionalnya kontraktor yang melaksanakan proyek ini.

Walau sembilan bulan (9) bulan proyek tersebut sudah diserah terimakan oleh kontraktor kepada dinas PU Bengkalis, kondisi dilapangan tidak sempurna. “Terlihat, pemasangan redimix beton bukan mutu K-250. begitu juga pejabat yang mengawasi proyek ini seperti konsultan petugas PU, itu pada kemana? Proyek dilaksanakan asal jadi, kok dibiarkan dan tidak ada tindakan untuk menegur pelaksana, ada apa ini ?” katanya.

Patrison juga mempertanyakan kinerja Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau dan Kejari Bengkalis. “Ini penangananya masuk angin. Katanya diproses kok tapi penangananya tidak jelas. Atau, jangan-jangan ada main mata? Kalau setiap data yang diberikan kepada kejaksaan, penangananya seperti ini, maka masyarakat atau LSM yang memberikan data tidak akan percaya lagi karena penagananya tidak jelas”, terangnya.

Patrison meminta kepada Kajati Riau dan Kejari Bengkalis untuk memproses kembali dugaan korupsi proyek lanjutan peningkatan jalan Ketam Putih-Sekodi yang dilaksanakan PT. Arung Samudra Jaya di Kabupaten Bengkalis itu, supaya ada efek jera kepada pelaksana dan PPTK yang diduga memiliki kekebalan hukum.

Selain itu, Patrison juga meminta kepada Jamwas dari Kejaksaan Agung agar memeriksa oknum jaksa yang tidak serius menangani kasus itu karena dari informasi yang dihimpun oleh LSM KPK, amburadulnya pekerjaan proyek ini, pihak Dinas PU Bengkalis dan kontaktor banyak menutup mulut oknum Jaksa, LSM dan wartawan sehingga proyek yang diduga jelas-jelas terkorup itu tidak terekspos.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bengkalis, M. Nasir, ketika hendak dikonfirmasi selalu tidak ada di tempat. Petugas staf yang ada dikantor PU Bengkalis mengatakan, bosnya lagi sibuk ikut penjabat Bupati Bengkalis di luar kota Bengkalis.

Anehnya, setiap wartwan hendak konfirmasi di kantor itu selalu menemukan staf yang ada di kantor PU Bengkalis selalu menaruh kakinya di atas meja. Kasi Intel Kejari Bengkalis, Furkuan Syah Lubis ketika dikonfirmasi lewat telephon tidak diangkat, di sms juga belum dibalas sepertinya sengaja menghindar.

Namun demikian, Dewan Pimpinan Pusat LSM-KPK dalam waktu yang tak begitu lama ini, akan melayangkan surat klarifikasi ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis dan Kejati Riau, guna mempertanyakan tindaklanjut penanganan kasus dugaan korupsi proyek yang sudah berbulan-bulan telah diadukan oleh LSM anti korupsi ini. (Tr)

Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas