Headlines News :
Home » , , » PU dan Pemred Online sahabatriau.com Minta Maaf Soal Berita Bohong

PU dan Pemred Online sahabatriau.com Minta Maaf Soal Berita Bohong

Written By Harian Berantas on Monday, August 31, 2015 | 9:03:00 PM

Pekanbaru, (Harianberantas.co.id) ---- Pimimpin Utama (PU), Erianto bersama Pimimpin Redaksinya di online sahabatriau.com (media abal-abal), Heri Antoni C meminta maaf kepada redaktur harianberantas dan atau wartawan sabdarepublik.com, Ismail Sarlata.

"Kami selaku Pemimpin Utama dan Pemimpin Redaksi sahabatriau.com (Online)menyampaikan maaf kepada pak Ismail atas pemberitaan kami yang menyinggung," kata kedua pimpinan media online abal-abal (sahabatriau.com) itu, kepada Wartawan, Kamis 27 Agustus 2015 di rumah makan Texas Chiken Mall Ciputra Seraya Jl. Riau Pekanbaru, sekitar pukul 18.00 wib.

                                    Heri Antoni C (Pimpred) Sahabatriau.com (Media abal-abal)

Kami mohon maaf berita yang dimuat di sahabatriau.com pada edisi sebelumnya. Kami silaf, dan lagi kita tidak saling kenal. Sebenarnya, photonya diberita itu kemaren, rencana saya awal mau ku pampangkan sebagai sockh therapy aja buat pak Is, ujar Pemred, Heri Antoni C, yang merangkap sebagai wartawan dimedianya online sahabatriau.com ilegal itu.

Dikatakan Pemred sahabatriau.com yang dinilai tidak memahami 5W + 1H untuk memenuhi sajian berita seorang Jurnalis, mengatakan, “masalah media kami mau di laporkan ke Polda Riau sebenarnya kami tidak takut. Tapi sejak media kau pampangkan logo media kami, ku lihat kau sudah marah. Makanya aku meminta ke salah satu Sekjen organisasi untuk mempertemukan kita Is." sebut Heri Antoni C, Pemred media yang tidak berbadan hukum itu.

Diberitakan sebelumnya, terkait berita bohong media abal-abal (sahabatriau.com) yang dinilai isi beritanya bukan produk seorang jurnalis dan pemred/wartawannya tidak pemahaman sajian berita yang harus mengandung unsur 5W + 1H itu, Ketua Serikat Perusahaan Pers (SPS) Riau, Syafriadi, kepada Wartawan “Setiap Warga Negara bebas berekspresi sebagaimana diamanatkan dalam pasal 28 Undang-Undang Dasar 1945. Dan kepada media, harus seperti itu juga. Hanya saja ada media yang tunduk dan ada yang tidak tunduk pada undang-undang nomor 40 tahun 1999 tentang Pers, ujar Safriadi sembari menyesalin perbuatan online sahabatriau.com yang tidak berbadan hukum (ilegal) itu.

Mengenai perusahaan Pers, yang diduga melanggar dan atau tidak tunduk pada pasal 12 undang-undang nomor 40 tahun 1999, kita lihat dulu pasal tersebut. Karena pasal tersebut merupakan delik aduan. Maka, laporkan saja ke pihak berwajib jika ada pihak yang merasa dirugikan", tegas Syafriady.

Bahkan kata ketua SPS Riau ini, perusahaan Pers yang badan hukumnya di terbitkan oleh "CV", jelas perusahaan Pers tersebut tidak tunduk pada undang-undang nomor 40 tahun 1999. Karena didalam pasal 9 ayat (1) sudah dijelaskan, bahwa setiap Warga Negara Indonesia dan Negara berhak mendirikan perusahaan Pers. Dan pada pasal 9 ayat (2) juga dijelaskan perusahaan Pers didirikan harus berbadan hukum Indonesia.

Sehingga pada pasal 9 ayat (2) dan diperkuat oleh Dewan Pers dengan menerbitkan Peraturan Dewan Pers nomor 4 tahun 2008, serta surat edaran yang dikeluarkan pada Januari 2014, dimana perusahaan Pers harus memenuhi 17 Kriteria, diantaranya, Perusahaan Pers didirikan dalam bentuk badan hukum Indonesia, perusahaan Pers dibentuk dalam Perseroan Terbatas (PT) dan atau badan hukum lain yang di bentuk berdasarkan peraturan perundang-undang.  Badan hukum sebagaimana dimaksud tersebut harus mendapatkan pengesahan dari Kemenkumham RI, jelas Syarfiadi.

Lalu konsekuensi Perusahaan Pers yang tidak tunduk pada undang-undang Pers nomor 40 tahun 1999, itu diserahkan kepada Masyarakat dan Pemerintah. Apakah mereka akan melayani perusahaan Pers itu untuk kepentingan fungsi Pers atau kepentingan Komersial, terserah. Karena yang memakai jasa informasi itu masyarakat. Pers itu memberikan fungsi informasi, kontrol, pendidikan dan hiburan. biarkan masyarakat yang menilai. Dan kalau mereka merasa Perusahaan Pers itu tidak tunduk, mereka atau siapapun jangan melayani perusahaan pers itu. kalau ada persoalan akibat pemberitaan pers itu, silahkan laporkan ke pihak berwajib.

Karena Dewan Pers tidak punya kewajiban untuk melakukan mediasi dalam menyelesaian perkara dari perusahaan Pers yang tidak tunduk pada undang-undang nomor 40. Kenapa tidak memiliki kewajiban?, karena kedudukan Dewan Pers sendiri diatur oleh undang-undang nomor 40, dan Dewan Pers sendiri fungsi lainnya membuat regulasi untuk menjamin kebebasan Pers yang sesuai dengan Peraturan Perundang-Undangan" terang Syafriadi dengan tegas.

Mengenai berita bohong yang dimuat sahabatriau.com pada edisi Selasa 24 Agustus 2015 lalu, Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar, Alipian dengan kepada Wartawan dengan tegas juga mengatakan, "isi beritanya (sahabatriau.com) itu, kurang profesional dan sudah masuk menghujat. Dimana  seharusnya sang wartawan konfirmasi kepada Kepsek bersangkutan dan ke UPTD Tambang jika ada masalah.

Alfian, kepada Wartawan mengatakan, berita media online sahabatriau.com itu, berita mengadu-adu (adu domba). Mana ada saya berbicara seperti berita yang dimuat sahabatriau.com itu. Berarti berita medianya sahabatriau.com itu, berita bohong, kesal Alfian via telp seluler pribadi miliknya 085274XXXXXX,Rabu (24/08) lalu.

Menyikapi dugaan berita bohong sahabatriau.com yang diduga sekongkol dengan oknum kepala sekolah (SD) Negeri 034 Desa Tarai Bangun Kecamatan Tambang, Rajuddin Hasibuan dalam hal penyimpangan pungli bagi orang tua siswa-siswinya di Kabupaten Kampar, dikecam keras oleh Pemimpin Redaksi media cetak/koran Berantas dan PU harianberantas.com, Toro.

Menurutnya,  seluruh mekanisme redaksi rekan kita media di sahabatriau.com (online) itu, seharusnya melewati editing dan forum redaktur terlebih dahulu sebelum berita yang mau disajikan itu di muat. Namun, bila saya perhatikan makna berita yang di muat, rekan saya baik itu Pimpinan Umum (PU) maupun Pimpinan Redaksi (Pemred) seakan memuat berita sepihak untuk mengadu domba sesama profesi jurnalis, terang Toro.

“Hal seperti ini sebenarnya, tidak perlu terjadi dikalangan media dan wartawan. Kita sangat menghargai karyanya sahabatriau.com. akan tetapi, seandainya tuduhan Kasek SD Negeri 034 Tarai Bangun, Rajuddin Hasibuan itu benar dan juga tidak benar adanya pungutan liar di sekolah yang dipimpinnya, sehingga dengan sesuka hati menuduh Wartawan (Jurnalis) yang mengungkap bobrok buruk di bidang pendidikan itu, tentu mekanisme dalam suatu pemberitaan Pers itu ada” ujar Toro. 

“Namun, bila ada diri sendiri atau kepentingan pribadi demi pribadi rekan-rekan media seperti dilakukan sahabatriau.com, itu lain cerita. Tetapi, bila kita cermati, sahabat kita dari pimpinan media online sahabatriau.com sesuai bukti rekaman percakapan beliau-beliau dengan oknum kepala sekolah itu, setelah berita yang dinilai kurang profesional itu dimuat oleh si wartawan sahabatriau.com itu sendiri” ujarnya.

Dan kepada kepala Sekolah Dasar (SD)N 034 Tarai Bangun, Rajuddin Hasibuan di Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar, saya minta agar tuduhan pemerasan yang dialamatkan kepada redaktur harianberantas.com (Ismail Sarlata) atau kepada Wartawan sabdarepublik.com, agar segera dibuktikan ke redaksi/tata usaha media Berantas dan media sabdarepublik.com dalam waktu yang tak begitu lama ini.

Dan bila tidak ada bukti kejelasannya, maka kasus berupa pelecahan atau pencemaran nama baik Jurnalis di media sosial tersebut, akan ditempuh jalur hukum guna kepentingan proses penyelidikan/ penyidikan pihak berwajib. Sebab, minggu lalu redaksi dari tata usaha media Berantas, telah menghubungi kepala SDN 034 Tarai Bangun Kecamatan Tambang, Rajuddin Hasibuan guna koordinasi. Namun, upaya koordinasi tersebut, justru bertentangan dengan sang Kasek. “Jangan dihubungi saya” jawab Rajuddin.

Demikian pula media online (sahabatriau.com) dengan badan hukum cv.riaumetropolis yang dinilai sengaja membuat onar dikalangan jurnalis, tidak ada alasan untuk tidak dilaporkan ke pihak Kepolisian dan Dewan Pers di Jakarta, guna menguji material hukum dalam sebuah perusahaan Pers itu, tegas Toro saat ditemui usai diskusi di kantor DPD Gabungan Wartawan Indonesia (GWI) Provinsi Riau di Pekanbaru. (Sarlata)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas