Headlines News :
Home » , , , » Keluarga Kecewa Atas Putusan Praperadilan

Keluarga Kecewa Atas Putusan Praperadilan

Written By Harian Berantas on Tuesday, August 11, 2015 | 8:33:00 PM

Hakim PN Pekanbaru, Sorta Ria Neva Resmi Dilaporkan ke KY 


Pekanbaru,(Harianberantas.co.id) ----- Keluarga korban salah lapor sampai dengan peristiwa salah tangkap, salah tahan oleh Polsek Rumbai Km 17 Kelurahan Muara Fajar Kota Pekanbaru Provinsi Riau, resmi melaporkan hakim praperadilan Pengadilan Negeri Pekanbaru Sorta Ria Neva, SH, M.H ke Komisi Yudisial (KY) Republik Indonesia di Jakarta.

                                                          
Hakim Sorta Ria Neva, SH, M.H dilaporkan karena menolak gugatan permohonan praperadilan yang diajukan keluarga salah tangkap dan salah tahan oleh pihak Kepolisian Polsek Rumbai Pekanbaru, 25-26 Juni 2015 lalu.

"Pada Selasa pekan lalu (04/08/15) pihak keluarga korban salah tangkap dan salah tahan, telah melaporkan hakim Sorta Ria Neva ke Komisi Yudisial dan ke MA RI di Jakarta," kata pihak yang mewakili keluarga besar korban, B. Naso kepada wartawan, Minggu (09/08).

Pelaporan Sorta Ria Neva, SH, M.H ke KY dan MA, berdasarkan permohonan pengaduan terhadap putusan Pengadilan Praperadilan di Pengadilan Negeri Pekanbaru dalam perkara Nomor: 07/Pen.Pid.Prap/2015/PN.Pbr, tanggal 14 Juli 2015.

"Dilaporkan karena putusan praperadilan yang dijatuhkan pada tanggal 14 Juli 2014 lalu, tidaklah berkeadilan dan berperikemanusiaan" pungkas B. Naso di Pekanbaru.

Diketahui Hakim Sorta Ria menolak permohonan yang dilayangkan oleh keluarga korban yang disangkakan oleh Polsek Rumbai kepada Arianto Selamat dan Temazaro Laia yang ditangkap disertai dengan penahanan sejak tanggal 25-26 Juni 2015 sampai sekarang ini. Dalam kasus ini keluarga telah mencium aroma penyimpangan dalam penyidikan Polsek Rumbai Pekanbaru.

Berikut dugaan penyimpangan yang terjadi dalam penyidikan Polsek Rumbai:

1. Sebelumnya, pihak aparat Kepolisian Polsek Rumbai tidak pernah melakukan gelar perkara terkait kasus ini;

2. Dalam bukti tanda terima laporan Polisi yang diberikan kepada pelapor Yutilia Hulu, tertera waktu pelaporan tanggal 09 Juni 2015 sekira pukul 23.30 wib (rekayasa). Sementara, pelapor rekayasa Yutilia Hulu ini, masih berada di TKP sejak pukul 16.00 wib s/d 22.59 wib ketika perbuatannya bersama dengan teman-temannya (8 0rang) kepada Temazaro hendak dimusyawarahkan secara kekeluargaan oleh warga masyarakat tepatan; 

3. Namun pihak Polsek Rumbai, justeru menangkap dan menahan saksi yang melihat serta turut ikut melerai peristiwa pengeroyokan kepada Temazaro yang dilakukan pelaku/pelapor Yutilia Hulu pada hari Selasa tanggal 09 Juni 2015;

4. Surat penangkapan baru diterbitkan setelah korban salah lapor dan salah tangkap (Arianto Selamat Laia) tersebut dibawa Polisi ke kantor Polsek Rumbai;

5. Surat penangkapan dan penahanan dititip Polisi melalui ketua RT 03 Kelurahan Muara Fajar Pekanbaru atau berupa kantor pos, bukan diantar langsung kepada keluarga yang ditangkap, ditahan yang disertai penuh diskriminasi;

6. Visum et repertum pelapor rekayasa peristiwa pengeroyokan ini pun, sangat membingungkan dan misteri;

7. Pada saat korban peristiwa pengeroyokan (Temazaro Laia) ditahan Polsek Rumbai, saat mendatangi kantor Polsek Rumbai melihat “Arianto Selamat” (Saksi) yang sudah ditahan Polsek Rumbai, Kamis 25 Juni 2015. Namun, Polsek Rumbai melakukan penahanan Temazaro tanpa syarat. 

8. Padahal selain melihat Arianto Selamat (saksi) yang ditahan Kepolisian, Temazaro (korban) hendak mempertanyakan tindaklanjut pengaduan yang dilaporkan ke Polsek Rumbai tanggal 29 April 2015 sekaligus mempertanyakan pelimpahan laporan dari Polresta Pekanbaru ke Polsek Rumbai mengenai pengeroyokan yang dilakukan Yutilia Hulu dkknya tanggal 09 Juni 2015. 

9. Pada saat Temazaro (korban) diminta keterangannya oleh Polsek Rumbai dalam hal Berita Acara Pemeriksaan (BAP) sebagai tersangka, Temazaro (korban), meminta Kanit Polsek Rumbai AIPDA ST. Sihaloho dengan NRP: 68040476, dan penyidik pembantu AIPDA Afnorio Hadi, NRP: 78040177, agar menghadirkan pelapor/Yutilia Hulu Als Ina Riani bersama-sama dengan para saksi-saksi rekayasa Polisi untuk dipertemukan dengan Temazaro di kantor Polsek Rumbai. Akan tetapi, Kanit, AIPDA ST. Sihaloho bersama AIPDA Afnorio Hadi, cuek dan menjebloskan korban (Temazaro) dalam tahanan Polisi;

10. Sementara tindakan perbuatan melawan hukum dilakukan Yutilia Hulu dkk mulai dari peristiwa perkara “Pencurian dan Pengrusakan” pada tanggal 29 April 2015 dengan bukti Surat Tanda Penerimaan Laporan, Nomor: STPL/ 128/IV/2015/RIAU/POLRESTA PKU/SEKTOR RUMBAI, dan perbuatan melawan hukum sebenarnya pada tanggal 09 Juni 2015 dengan bukti Surat Tanda Penerimaan Laporan, Nomor: LP/K/681/VI/ 2015/SPKT/I POLRESTA, tanggal 10 Juni 2015, sekira pukul 00.45 wib yang dilaporkan Temazaro (korban), serta perbuatan “Yutilia Hulu” dkk pada hari yang sama dengan waktu yang berbeda dengan bukti Surat Tanda Penerimaan Laporan Polisi No: POL.STPL/VI/2015/SPKT III/POLRESTA, Tanggal 10 Juni 2015 mengenai tindak pidana pengrusakan, sampai sekarang ini, tidak ada tanda-tanda tindakan hukum yang diambil oleh pihak Polsek Rumbai

11. Para pelaku peristiwa yang sebenarnya, hingga kini belum diproses dan ditahan. 
Dalam putusannya, Hakim Sorta Ria Neva, SH, M.H memutuskan, menolak permohanan praperadilan para pemohon. Menyatakan penangkapan dan penahanan yang dilakukan oleh termohon (Polsek Rumbai) atas diri tersangka Arianto Selamat Laia (saksi) sejak tanggal 25 Juni 2015, berdasarkan hukum dan sah, dan tidak bertentangan dengan pasal 18 ayat (1) KUHAP, pasal 20 ayat (1), pasal 21 ayat (1), ayat (2), ayat (3), KUHAP.

Selanjutnya, menyatakan penahanan yang dilakukan Polsek Rumbai atas diri tersangka Temazaro laia (korban) sejak tanggal 26 Juni 2015, juga sudah berdasarkan hukum dan sah, dan tidak bertentangan dengan pasal 20 ayat (1), pasal 21 ayat (2), ayat (3) KUHAP.

Atas tindakan putusan praperadilan yang sewenang-wenang diambil oleh Hakim Sorta Ria Neva pada tanggal 14 Juli 2015 tersebut, membuat para keluarga korban salah lapor, salah tangkap dan salah tahan oleh Polsek Rumbai Pekanbaru merasa terpukul dan teraniaya, sehingga hakim yang dinilai tidak berperikeadilan itu resmi dilaporkan ke pihak Komisi Yudisial (KY) RI, beralamat kantor di Jl. Kramat Raya No. 57 Jakarta Pusat oleh keluarga selaku pemohon praperadilan di PN Pekanbaru-Riau. **Beat**

Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas