Headlines News :
Home » , » Diduga Rugikan Negara Rp. 300 Juta

Diduga Rugikan Negara Rp. 300 Juta

Written By Harian Berantas on Wednesday, August 12, 2015 | 3:08:00 PM

Kantor Perusahaan Daerah Kampar Aneka Karya, Digledah Jaksa

Kampar,(Harianberantas) ------ Untuk menindaklanjuti kasus dugaan korupsi di Perusahaan Daerah Kampar Aneka Karya (PD KAK), yang berasal dari sumber biaya APBD Kampar pada tahun 2012, 2013 dan 2014, tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangkinang melakukan penggeledahan kantor Perusahaan Daerah Kampar Aneka Karya (PDKAK) yang terletak di Jalan Sudirman Nomor 12 A, tepat di depan SMA Negeri 1 Bangkinang Kabupaten Kampar, Rabu (12/8/15). 


Pada saat penggeledahan, terlihat Lima orang tim Kejaksaan Negeri Bangkinang dengan mengenakan rompi Satuan Khusus Pemberantasan Korupsi Kejaksaan yang dipimpin oleh Kepala Seksi Pidana Khusus Beny Siswanto, dengan dibekali Surat Perintah Nomor PRINT-80/N.4.16/Fd.1/08/2015.

Saat tim Kejaksaan tiba, kantor PD KAK ini sedang dalam keadaan tertutup dan pintu digembok. Kemudian, pintu dibuka oleh seorang karyawan pria yang diketahui, Manajer Keuangan yang telah berstatus sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana APBD Kampar tahun 2012, 2013 dan 2014 tersebut. 

Dan pada saat penggeledahan kantor PD KAK ini, tim Kejaksaan didampingi Ketua RW 14 dan RT 01 Kelurahan Langgini Kecamatan Bangkinang Kota, M. Yasir dan dikawal oleh satu orang personil Satuan Sabhara Kepolisian Resor Kampar. 

Pantauan dilapangan, setiap lemari berisi dokumen perusahaan plat merah yang ikut diobok-obok tersebut, tak satupun yang dilewatkan. Sehingga dari satu per satu bundelan dokumen yang diperiksa, alhasil dua kotak kardus disita dan dibawa ke Kantor Kejaksaan Negeri Bangkinang. 

Kemudian, dua kardus yang berisi dokumen itu dibawa dengan menggunakan Mobil Toyota Avanza warna Hitam BM 1619 TP. 

Kasi Pidsus Beny Siswanto kepada wartawan Rabu (12/8/15) menyebutkan, penggeledahan di kantor PD KAK tersebut dilakukan guna mengumpulkan bukti surat terkait dengan penyimpangan penyertaan modal dari Pemerintah Kabupaten Kampar.

"Dokumen yang dibawa berhubungan dengan keuangan unit usaha PD KAK. Di antaranya, Taman Rekreasi Stanum, Percetakan dan Advertising serta Perkebunan Kelapa Sawit di Desa Batu Langka Kecil yang berbatasan dengan Rokan Hulu,"ungkapnya. 

"Dokumen yang diamankan khusus untuk kegiatan tahun 2014, Dokumen yang ada hubungannya dengan SPJ (Surat Pertanggungjawaban)," imbuhnya. 

Terkiat dengan dokumen tahun 2012 dan 2013, ia mengatakan, masih dalam penyelidikan. "Sebenarnya kita melakukan penyelidikan untuk tahun 2012 sampai 2014. Tapi sekarang masih fokus untuk tahun 2014 dan sebagian besar dokumen 2013 telah diamankan. Mungkin sudah semua di kantor (Kejari)," katanya. 

Selanjutnya Dokumen yang dibawa akan diteliti dan dipilah sesuai kebutuhan penyidikan. Ia menuturkan, dokumen yang didapatkan paling banyak bukti pembayaran gaji karyawan dan penerimaan PD KAK.  "Kemudian Dokumen yang ada hubungannya (dengan kasus) akan disita. Kalau yang tidak ada hubungannya, dikembalikan. Kita buatkan berita acaranya," ujar Beny. 

Sebagai tambahan data bahwa Kejari Bangkinang telah menetapkan dua tersangka dalam kasus ini yakni, HT selaku Direktur PD KAK dan BY selaku Manajer Keuangan. Penyertaan modal yang bersumber dari APBD Kampar 2012, 2013 dan 2014 mencapai Rp. 5 miliar tidak dapat dipertanggungjawabkan penggunaannya. Kejari Bangkinang memperkirakan kerugian negara sekitar Rp.300 juta.**Is**

Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas