Headlines News :
Home » , » Tindakan Pelaku Dinilai Melampaui Batas

Tindakan Pelaku Dinilai Melampaui Batas

Written By Harian Berantas on Wednesday, June 17, 2015 | 2:11:00 AM

Korban Pengrusakan Minta Dilanjutkan


Rumbai, (Harianberantas.co.id) ----- Kasus pengrusakan rumah bagian pintu depan, dinding rumah, atap bedeng, kursi dan batu bata di Km 22 Kelurahan Muara Fajar Kecamatan Rumbai Pekanbaru, kini dalam proses penanganan Polresta Pekanbaru. korban pengrusakan T. Laia meminta pihak Kepolisian untuk menangkap pelaku dugaan pengrusakan yang terjadi Selasa (09/06) malam lalu.

salah satu bukti dinding rumah bagian samping yang di rusak dan atap bedeng batu bata yang bocor akibat serangan lemparan batu 

Warga Kelurahan Sail Pekanbaru mengaku rumah dan tempat usaha miliknya yang terletak di Km 22 Muara Fajar Rumbai Pekanbaru dirusak oleh Ama Devi warga Km 18 Muara Fajar Kecamatan Rumbai, bersama rekannya Ama Riani, Ama Fenidar, Ama Yanu, Mari, Ina Riani, Oti Ama Reji. Dan dirinya mendesak pihak Polresta Pekanbaru dan Polsek Rumbai untuk segera menanggapi laporannya. Sesuai surat Tanda Penerimaan Laporan, Nomor Pol.STPL/687/VI/2015/SPKT III Polresta, tanggal 10 Juni 2015, T. Laia telah melaporkan perkara tindak pidana pengrusakan rumah dan jenis barang usaha miliknya yang diduga dilakukan Ama Devi Cs.
Dugaan pengrusakan itu terjadi di Km 22 Kelurahan Muara Fajar-Rumbai Pekanbaru, pada Selasa 09 Juni 2015 malam sekitar pukul 23.30 Wib. Kejadian di wilayah Km 22 dekat gang lapangan bola RW. 09 Kelurahan Muara Fajar Kecamatan Rumbai Pekanbaru.

T Laia membenarkan, perbuatan yang tidak terpuji ini terjadi, ketika indikasi pengeroyokan yang diduga dilakukan Ama Riani, Ina Riani Cs kepada Temazaro yang terjadi sekitar pukul 16.00 wib pada tanggal 09 Juni 2015 hendak dibicarakan secara kekeluargaan oleh T. Laia selaku pemilik usaha.

Namun secara tiba-tiba, Ama Devi merupakan salah satu dari pelaku pengeroyok Temazaro, datang membawa kelompoknya dari Km 18 Muara Fajar duduk di bagian pintu masuk rumah bagian depan. Ama Devi yang saat itu membawa benda tajam pisau kecil, saat mendengar nasehat dari T Laia kepada Ama Riani, Ina Riani dan Temazaro dan disaksikan oleh pengurus dan beberapa anggota persatuan Marga Laia wilayah Muara Fajar Kelurahan Rumbai, langsung memukul lantai rumah serta mencaci maki T Laia atau pemilik usaha batu bata.

Sehingga, Ama Devi yang emosionalnya memuncak, memanggil Ina Riani dan Ama Riani untuk keluar dari dalam rumah mengatakan, “Kalian Jangan Takut. Nanti saya yang tanggung jawab kalau sampai ke Polsek. Saya punya kawan di Polsek Muara Fajar, ayo keluar kalian semuanya, tantang Ama Devi. Sementara rombongan yang dibawa Ama Devi dari Km 18, ribut diluar pekarangan rumah.

Akibatnya upaya perdamaian pengeroyokan kepada Temazaro secara kekeluargaan tersebut, tak kunjung dibicarakan untuk dibawa damai. Sehingga T. Laia bersama tokoh masyarakat Nias di Muara Fajar yang hadir, memilih pulang ke tempat tinggal masing-masing. Sementara, korban pengeroyokan (Temazaro) yang terbaring dilantai rumah, dibawa ke Mapolresta Pekanbaru yang selanjutnya di rujuk ke RS Bhayangkara Polda Riau.

Celakanya, sekitar pukul 23.30 Wib korban pengrusakan T Laia, dihubungi oleh Ama Fani memberitahukan kalau Ama Devi cs tersebut, kembali datang dan berteriak-teriak dan melempari rumah serta merusak atap bedeng dan batu bata.T Laia alias ama Iman yang langsung menuju bedeng dan rumah, ternyata pada rumah bagian pintu depan, dinding rumah, atap bedeng, kursi dan batu bata telah sudah dirusak pelaku dan rombongan lainnya. Sementara Ama Devi Ama Riani bersama rombongan/kelompok mereka di TKP Km 22, terlihat membawa pisau, kayu, batu dan senter hp. Bahkan Ama Devi yang emosionalnya sudah memuncak itu, memukul kepalanya dengan batu bata yang menunjukkan dirinya kebal. Sementara rombongannya dari Km 22 yang ikut melakukan pengrusakan, berlarian atau kabur menuju jalan besar sambil teriak-teriak dan mencaci maki korban.

“Saya sempat tanya, apa salah rumah dan usaha saya kok sampai dirusak semuanya, dan apa salahnya saya? padahal saya dari awal sudah berusaha berbuat baik untuk mendamaikan perbuatan mereka. Bahkan pada hari Minggu tanggal 7 Juni 2015, Ina Riani ada saya panggil ke rumah saya di Bom Baru jalan Nelayan Rumbai. Dan semua perbuatan Ina Riani pada tanggal 28-29 April 2015 yang dilaporkan Temazaro ke Polsek Rumbai telah dimaafkan, karena Ina Riani telah menyadari dan mengaku salah. walaupun Ina telah mengakui perbuatan atau kesalahan mereka yang terjadi pada tanggal 28 dan 29 April 2015 itu, saya selaku pemilik usaha malah memberikan Ina Riani uang sebesar Rp. 300 dan ditambah satu (1) ekor ayam. Apalagi kurangnya saya. padahal Ina Riani bersama keluarganya sudah mengaku salah atas perbuatan mereka.” kata T Laia kepada staf redaksi koran ini yang ikut memantau TKP, Selasa (09/06) malam.

Rabu 10 Juni 2015 pagi, utusan Ama Riani dan Ina Riani Cs, bernama ama Here, menemui pengurus Marga Laia wilayah Muara Fajar, pak Efrai dengan maksud dan tujuan supaya tindak pidana Pengeroyokan dan Pengrusakan yang terjadi pada tanggal 09 Juni 2015, dapat di selesaikan secara kekeluargaan. Karena pihak Ina Riani kembali sadar diri karena pihaknya bersama Ama Devi telah memberikan keterangan palsu kepada Polisi Sektor (Polsek) Rumbai Muara Fajar.

Menurut keterangan yang diterima pengurus marga Laia wilayah Muara Fajar, bahwa  Ina Riani cs telah mengutus rekannya ama Here untuk meminta maaf. bahkan Ina Riani cs bersedia membayar biaya perdamaian sebesar Rp. 1 juta, biaya cabutan keterangan palsu kepada Polisi Sektor (Polsek) Rumbai sebesar Rp. 1 juta, biaya pengobatan kepada korban pengeroyokan Temazaro sebesar Rp. 1 juta dan ditambah satu (1) ekor babi.

Korban pengrusakan, T Laia yang mendengar adanya keluhan dari Ama Riani, Ina Riani, Ama Devi cs melalui utusan mereka ama Here kepada pengurus marga Laia wilayah Muara Fajar Kecamatan Rumbai, menolak untuk berdamai. Karena pebuatan ama Devi, ina Riani cs tersebut, dinilai sudah melampaui batas.

Dikatakan T Laia alias ama Iman, saya dapat kabar juga dari Muara Fajar, Saya telah dituduh Ama Devi dan Ina Riani ke Polisi Sektor (Polsek) Rumbai, ada melakukan penganiayaan terhadap mereka. Dan itu semuanya diduga hasutan dari pihak ke tiga untuk menutupi perbuatan yang dilakukan Ama Devi, Ama Riani dan Ina Riani cs. Saya ingin membuktikan perbuatan yang tak terpuji mereka ditempat usaha kami yang ada di Km 22 Muara Fajar. Ini sudah keterlaluan memang. Makanya menafsiran saya selama ini, kepercayaan Polisi terhadap warga Nias yang ada di sana semakin hilang dan menurun akibat perbuatan-perbuatan seperti ini”, ujarnya.  sementara, Ama Riani dan Ina Riani Cs dikabarkan, telah menyembunyikan diri di tempat saudara kandung Ama Devi yang bernama ama Sinta di Km 18 yang tak jauh dari kantor Polsek Muara fajar Kecamatan Rumbai Pekanbaru.

Menyikapi hal ini, Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Drs Aries Syarif Hidayat MM melalui Kasat Reskrim Kompol Harry Wiyawan Harun SIK MIK saat dikonfirmasi Wartawan diruangan kerjanya mengatakan, “Nanti anggota yang menangani peristiwa pengrusakan ini, saya panggil agar masalah ini segera diproses dan ditindaklanjuti, tegas Kompol Harry Wiyawan Harun SIK MIK.
Rekan T Laia (korban), FZ Zega saat berbincang-bincang dengan Berantas mengatakan bahwa para pelaku telah dilaporkan ke Polresta Pekanbaru, dengan tuduhan melanggar pasal 170 KUHP.
“Kami sudah mengadukan kejadian ini, dan pihak pelapor telah dimintai keterangan oleh polisi. Kita juga sudah identifikasi ada sekitar 8 orang pelaku, yang secara jelas kita ketahui melakukan pengrusakan. Dan mereka inilah yang kita laporkan kepada polisi, dalam rangka memberi efek jera. Selain itu diharapkan dari kedelapan orang ini akan terungkap pelaku lainnya,” katanya.
Kepada awak media, FZ Zega meminta agar kasus ini dikawal hingga akhir. Dengan harapan agar aparat terkait yang mengusut kejahatan ini, bekerja dengan sungguh-sungguh. Sehingga korban mendapatkan keadilan hukum, katanya.* Alex Zebua*

Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas