Headlines News :
Home » , , » Pelebaran Jalan Lintas Batas Kabupaten Inhu-SP Japura senilai Rp. 32,9 M Tidak Sesuai RAB

Pelebaran Jalan Lintas Batas Kabupaten Inhu-SP Japura senilai Rp. 32,9 M Tidak Sesuai RAB

Written By Harian Berantas on Monday, June 22, 2015 | 12:28:00 PM

Inhu,(Harianberantas.co.id) ------ Paket proyek pelebaran jalan batas Kabupaten Inhu – Simpang Japura yang dikerjakan PT. Mekar Abadi Mandiri dan PT. Wahana Jaya Prima (KSO), dengan nilai kontrak Rp.32. 993.938. 436,00  pada tahun anggaran 2014 diduga dilaksanakan tidak sesuai rencana anggaran belanja (RAB).



Pasalnya, ketika dilakukan pemantauan oleh tim LSM Komunitas Pemberantas Korupsi, ditemukan pekerjaan lapangan tidak menggunakan besi doel yang merupakan sebagai kekuatan pada ayunan donase. Sehingga kondisi jalan beton yang telah selesai dilakukan pengerjaannya oleh rekanan kontraktor pada tahun 2014 lalu itu, bergelombang dan rusak berat.

Selain itu, LSM juga menduga kualitas beton juga tidak memenuhi standar seperti yang tertuang di dalam kontrak. Dikarenakan proyek rabat beton yang baru selesai hampir lima  bulan itu, beberapa bagian jalan yang sudah pada retak atau pecah.

Dari beberapa temuan dilapangan LSM Komunitas Pemberantas Korupsi, Andika yang berkesimpulan bahwa proyek jalan rabat beton batas Kabupaten Inhu–Simpang Japura yang dibangun pada anggaran 2014 tersebut, tidak akan bertahan lama akan rusak kembali kalau pekerjaannya seperti itu. Oleh sebab itu, Andika yang merupakan putra daerah Kabupaten Inhu meminta kepada penegak hukum untuk memeriksa proyek itu karena diduga kuat ada indikasi korupsi.

Selain itu, Andika menceritakan ketika awal pelaksanaan pelebaran jalan batas Kabupaten Inhu–Simpang Japura itu dimulai pada tahun 2014 lalu, ada LSM dan wartawan mengambil data di proyek itu, tapi LSM dan wartawan justru dilarang oleh salah seorang pekerja yang mengaku disuruh oleh petugas lapangan yang mengawasi proyek itu. Kalau memang proyek itu dilaksanakan benar sesuai SPEK atau RAB, kenapa ketika diambil dokumennya harus takut dan sampai melarang LSM dan Wartawan. “Kenapa mesti takut kalau tidak ada apa-apa,” ujar Andika, Jum’at (01/05), di kantor Berantas.

Menurut Andika, selama ini pengawasan dari pihak Kementerian PU Direktorat Jendral Bina Marga Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional II Provinsi Riau, juga lemah, karena tidak setiap hari ada di lapangan. Padahal, sesuai aturan proyek itu seharusnya diawasi setiap hari.

Selain itu, konsultan pengawas juga tidak pernah ada di lapangan padahal untuk mengawasi proyek itu merupakan tanggung jawab petugas dinas PU dan konsultan.

Dengan tidak diawasi, tentu membuka peluang untuk kontraktor berbuat curang sehingga pekerjaan proyek dilaksanakan melanggar aturan di kontrak juga tidak ada yang menegur, karena lemahnya pengawasn oleh sebab itu, dengan tegas Andika meminta kepada Reskrimsus Polda dan Kejati Riau, agar menyelidiki dan memeriksa proyek itu.

Kasatker NVT PJN Wilayah II Riau, Ir Dedy Mandarsyah MT, ketika berulangkali mau dikonfirmasi media ini dikantornya terkait dugaan ketidak sesuaian rencana anggaran belanja (RAB) pada pelaksanaan kegiatan proyek pelebaran jalan batas Kabupaten Inhu–Simpang Japura yang dikerjakan PT. Mekar Abadi Mandiri dan PT. Wahana Jaya Prima (KSO), dengan nilai kontrak Rp.32. 993.938. 436,00  pada tahun anggaran 2014 tersebut, susah ditemui.

Bahkan  ponselnya pun tidak bisa dihubungi dalam rangka konfirmasi, terutama sejak meledaknya kasus-kasus dugaan korupsi pada pelaksanaan kegiatan proyek jalan tersebut diatas dan paket proyek lainnya seperti  dugaan penyimpangan terhadap pekerjaan konstruksi pemeliharaan berkala jalan Pematang Reba-Seberida, nomor kontrak, HK 0203/PJN/Wil.II/ PPK 07/02, dengan nilai kontrak sebesar Rp. 12.362.359.672,00, waktu pelaksanaan 180 hari kalender, kontraktor pelaksana PT. Inti Indokomp dan konsultan pengawas PT. Global Profex Synergy.

Dugaan penyimpangan terhadap pelaksanaan pekerjaan konstruksi perlebaran jalan Sp. Japura-PMT Reba, dengan momor kontrak, HK 0203/PJN.Wil.II/PPK7/01, Tanggal kontrak: 14 Februari 2014,  dengan nilai kontrak Rp.22. 657.453.000,00, waktu pelaksanaan selama 270 hari kalender yang dilaksanakan oleh rekanan kontraktor PT. Inti Indokomp dan sebagai konsultan pengawas adalah PT. Global Profex Synergy.

Dan dugaan penyimpangan terhadap pekerjaan paket rekonstruksi jalan Seberida-Batas provinsi Jambi yang dilaksanakan oleh rekanan kontraktor PT. Kunia Subur dan diawasi oleh konsultan pengawas dari PT. Global Profex Synergy. ***Wrd***

Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas