Headlines News :
Home » , » Keluarga Sesalkan Tindakan Polsek Rumbai

Keluarga Sesalkan Tindakan Polsek Rumbai

Written By Harian Berantas on Sunday, June 28, 2015 | 4:29:00 PM

Saksi dan Korban Pengeroyokan, Pengrusakan Ditahan

Pekanbaru,(Harianberantas.co.id) ----- Hukum di negara ini nampaknya memang sudah terbalik-balik. Menjadi korban pengeroyokan, pengrusakan dan pencurian, bukannya pelakunya diproses sesuai hukum, tetapi malah saksi dan korbannya yang dijebloskan ke dalam rumah tahanan (Rutan) Polisi Sektor (Polsek) Rumbai yang terletak di Jl. Yos Sudarso Km. 17 Pekanbaru Provinsi Riau.

Arianto Selamat saksi pada perkara Pengerusakan,Pencurian dan Pengeroyokan yang ditahan di Rutan Polsek Rumbai

Fakta tersebut yang menimpa kedua buruh batu bata di Km 22 Jl. Yos Sudarso (Muara Fajar) Km. 17 Pekanbaru Provinsi Riau, Arianto Selamat alias Ama Jhosef (21 thn) dan Temazaro Laia.Keduanya pun lantas akan melaporkan nasib malang yang menimpa mereka ke Divisi Propam Mabes Polri, Biro Provost Mabes Polri, Biro Pengamanan Internal (Paminal) Mabes Polri, Kompolnas, Komnas HAM, dan Komisi III DPR RI. 

”Kami juga akan melayangkan surat pengaduan ke Presiden RI dalam hal ini Joko Widodo, Wapres Jusuf Kalla, Kapolri, Wakapolri, dan Kabareskrim Komjen Pol Budi Wasseso,” ujar abang kandung kedua korbannya Polsek Rumbai ini, B Naso kepada wartawan di Pekanbaru, Minggu (28/06/2015).

Dijelaskan Naso, pertama adek kandungnya, Arianto Selamat selaku saksi perkara tindak pidana pengeroyokkan dan pengrusakan kepada korban, Temazaro Laia dan saksi pengrusakan yang dialami Toro, sudah ditahan Polsek Rumbai Kelurahan Muara Fajar Pekanbaru Kamis 25 Juni 2015 dengan tuduhan pelanggaran pasal 170 KUH Pidana jo Pasal 351 KUHP tentang perbuatan “Secara bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang”

Kemudian, korban pengrusakan dan pencurian yang terjadi pada tanggal 28-29 April 2015 dan tindak pidana pengeroyokan yang terjadi tanggal 09 Juni 2015, Temazaro, sudah ditahan sejak 26 Juni 2015 saat mempertanyakan kebenaran soal statusnya dijadikan sebagai tersangka oleh Polsek Rumbai.

Semua bukti rekaman vidio diskriminasi oleh Polisi sudah lengkap, serta saksi-saksi yang melaporkan korban yang sebagian dari antara pelaku pengeroyokan dan pengrusakan tanggal 09 Juni 2015 itu sendiri sudah kami ketahui. Bahkan rekayasa BAP saksi-saksi, juga demikian. 

”Korban pengeroyokan dan pengrusakan sudah resmi melaporkan kasus pengrusakan dan pencurian yang pertama kali terjadi kepada Polsek Rumbai tanggal 29 April 2015 lalu. Namun, kasus itu seakan tidak benar menurut pihak Polsek Rumbai sebagaimana bukti SP2HP I dengan nomor: B/128/VI/2015/Reskrim tanggal 24 Juni 2015 maupun SP2HP yang ke-2 dengan nomor B/128-a/VI/2015 Reskrim, dengan terlapor atas Yutilia alias Ina Riani, kami serahkan juga berbagai barang buktinya seperti hendphon, lampu, tempat air minum berupa cangkir, ceret yang dirusak dan dicuri Ina Riani.

Kemudian, laporan mengenai tindak pidana Pengeroyokan yang dilakukan oleh Yutilia als Ina Riani bersama suaminya Ama Riani beberapa anak mereka, Suka, Mari, Oti dan Ama Devi, Ama Fenidar, Ama Yanu, Ama Reji yang diundang Ina Riani dari Km 17 Muara Fajar yang tak jauh dari kantor Polsek Rumbai melakukan penyerangan kepada korban di Km 22 Muarafajar tanggal 29 Juni 2015, juga sudah dilaporkan di Polresta Pekanbaru dengan surat tanda penerimaan laporan No:POL.STPL/681/VI/2015/SPKT I POLRESTA sekira pukul 00.45 Wib tanggal 10 Juni 2015 yang akhirnya telah dilimpahkan Polresta Pekanbaru ke Polsek Rumbai. Namun, sampai saat ini tidak ada tanda-tanda tindakan hukum yang diambil oleh Polsek Rumbai kota Pekanbaru.

Sementara, mengenai laporan korban Pengrusakan, Toro, yang dilakukan Yutilia als Ina Riani dan beberapa keluarganya Ama Devi, Ama Riani,Mari, Oti dan Ama Devi, Ama Fenidar, Ama Yanu, Ama Reji, sudah dilaporkan ke Polresta Pekanbaru dengan bukti surat tanda penerimaan laporan (STPL) Nomor: POL.STPL/687/VI/2015/SPKT III POLRESTA pada tanggal 10 Juni 2015, dan telah dilimpahkan Polresta Pekanbaru ke Polsek Rumbai pada tanggal 16 Juni 2015 untuk mempercepat proses penyelidikan dan penyidikan perkara. Namun sampai sekarang tak ada tindak lanjutnya. Malah saksi dan korban atau adek kami yang dikurung polisi,” lontar B. Naso lantas  geleng-geleng kepala menahan geram.

Diterangkan B. Naso, saksi yang paling mengetahui persoalan ini mulai dari tanggal 28-29 April 2015 dan terakhir tanggal 09 Juni 2015 lalu itu, ada. Namun, oleh Polisi  dan para pelaku nampaknya memutar balikkan fakta yang sebenarnya. Dan yang paling mencolok, kejadian itu dilakukan para pelaku mulai dari tanggal 28-29 April 2015 dan terakhir 09 Juni 2015, di tempat tinggal yang sudah ditahan Polsek Rumbai itu sendiri. 

Kalau seandainya ada bukti luka pukulan ditubuh pelapor sekaligus pelaku pengrusakan, pencurian dan pengroyokan, Yutilia als Ina Riani seharusnya Polisi harus dapat membuktikannya apakah itu rekayasa atau memang benar-benar dipukul. Apalagi Yutilia als Ina Riani Cs ini bukannya di Pekanbaru-Riau ini saja hal-hal serupa dilakukan. Namun dari kampung halamannya pun di Pulau Nias di sana juga seperti itu. Sehingga rumah tempat tinggal mereka di pulau Nias disana di bakar oleh seorang Pendeta atau hamba Tuhan akibat cara mereka seperti yang sekarang ini. 

Kemudian, juru bicara saksi pelaku saat diminta keterangan oleh Polisi, seharusnya Polisi itu tetap jelih apakah saksi dan juru bicara saksi yang dimintai keterangan oleh penyidik itu bukan salah satu dari antara pelaku kejahatannya. Kalau sudah seperti kejadian ini aturan hukum yang dinilai asal dibuat-buat saja, saya yakin kepercayaan masyarakat terhadap Polri kita semakin hilang. sehingga tugas pokok Kepolisian sebagai pengayom, pelindung dan pelayanan itu bukan menurun lagi namun semakin hilang. tegas B. Naso dengan penuh rasa kesal. sampai saat ini belum dilakukan konfirmasi karena berbagai kesibukan. Dan, konfirmasi akan tetap dilanjutkan setelah publikasi berita ini. ***Ismail***

Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas