Headlines News :
Home » » Diminta Akademis, Cabut Gelar Profesor Zulfadil

Diminta Akademis, Cabut Gelar Profesor Zulfadil

Written By Harian Berantas on Thursday, May 28, 2015 | 3:02:00 PM

Pekanbaru,(Harianberantas.co.id) ------ Kasus dugaan jabatan guru besar sebagai gelar Profesor (Prof) Kepala Dinas Pendidikan Pekanbaru bernisial ZL, (Zulfadil-red), yang diduga direkayasa selama puluhan tahun selama ini, diminta akademis agar segera bertindak mencabut kembali gelar Profesor oknum Kadisdik Kota Pekanbaru-Riau tersebut.   


Dikonfirmasi Wartawan sebelumnya, Kadisdik Pekanbaru, Zulfadil, meradang dan mengeluarkan nada bahasa mengancam agar gelar yang disandang-nya sebagai Profesor (rekayasa-red), jangan dipublikasi melalui sarana media massa. “Tidak perlu saya  konfirmasikan apapun kepada anda. Saya tidak perlu. Kalau ada orang yang anu baru. kalau sempat anda tulis, misalnya palsu anda tulis gitu ya…tengok nanti. Saya ini sudah jadi dosen 26 tahun”, ucap Zulfadil mengancam.

Menyikapi persoalan ini, Rektor UNRI yang berkali-kali saat ditemui Wartawan untuk dikofirmasi berita, tidak membuahkan hasil. Karena rektor Unri ini, tidak pernah terlihat berada ditempat. Informasi yang dirangkum penulis berita ini bersama awak media lainnya di Pekanbaru dari beberapa sumber pada Kampus Besar UNRI Pekanbaru, al-hasil diketahui bahwa jabatan seorang guru besar atau Profesor, bulkanlah gelar akademis, melainkan jabatan akdemis yang tertinggi yang diperoleh di Kampus.

Dan jabatan guru besar (Profesor) yang diperoleh seseorang, tentu melalui beberapa tahap dan beberapa penilaian tertentu dari pihak akademis atau Kampus, sebelum orang tersebut dipromosikan ke jabatan guru besar atau Profesor." ujar sumber sembari meminta agar mempertanyakan prosedur lainnya kebagian akademis.

Diakhir konfirmasi, Wartawan mempertanyakan mengenai kebenaran apakah seseorang sebelum dipromosikan kejabatan guru besar atau Profesor, harus memiliki sebuah riset ilmiah yang diakui oleh Kemendikbud? Dan apakah benar seseorang yang sudah menyandang gelar guru besar (Profesor) harus memiliki riset ilmiah dalam setiap tahunnya? Dan kebenaran jabatan guru besar (Profesor) yang disandang seseorang di biayai oleh negara melalui sumber dana APBN dengan perkiraan kurang-lebih sebesar Rp.15 juta perbulan?

Benar!, seseorang yang di promosikan harus memiliki riset Ilmiah yang harus dilaporkan kepada Kemendikbud. Dan kepada seseorang yang sudah menyandang hal gelar  sebagai Profesor tersebut, benar-benar harus memiliki riset ilmiah yang harus dilaporkan setiap tahunnya kepada pihak akademis dan Kemendikbud. Tentunya, dengan riset yang berbeda-beda dalam tiap tahunnya, apabila sama riset ilmiahnya orang yang dimaksud setiap tahunnya menyandang jabatan Profesor melakukan plagiat donk! ujar sumber ini di kampus UNRI.

Lain hal lagi keterangan sumber yang lainnya pada dilingkup kampus Unri kepada Wartawan dengan keras mengecam perilaku oknum Kadisdik Pekanbaru ini mengatakan, “Sebenarnya, mau apa yang dikejar oleh Zulfadil menjadi Kadisdik Pekanbaru. Sementara, tunjangan Profesi yang telah diperolehnya walaupun itu jabatan rekayasa, sudah mencapai Rp. 20 juta perbulan setiap tahunnya. 

Apalagi sikap arogan yang tak pernah dirubah itu, sangat memalukan kali. Dikalangan kampus saja, banyak mahasiswa yang tidak suka dengan sikap Zulfadil itu. “Maka-nya kalau bisa, diminta aja akademis agar mencabut gelar Profesor yang rekayasanya itu”, ujarnya (Ismail)

Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas