Headlines News :

    Hut Media www.membacabangsa.com dan Launching www.kupaskabar.com

    HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Pagi ini, Sabtu (26/09/2020) perayaan Hut yang ke-1 tahun media www.membacabangsa.com dalam memberikan informasi yang akurat dan terpercaya bagi masyarakat Indonesia khususnya wilayah Riau.


    Selain perayaan ulang tahun media www.membacabangsa.com, acara ini juga sebagai tanda pertama launchingnya media www.kupaskabar.com.

    Launchingnya media www.kupaskabar.com ini untuk memberikan warna informasi terhangat bagi publik kedepannya.

    Kedua media ini mempunyai misi dan visi yang sama untuk mempublikasikan perkembangan disegala sektor industri pengolahan keuangan negara.


    Menurut pemimpin kedua media (www.membacabangsa.com dan www.kupaskabar.com, red), Romi didamping Karmila kepada awak media ini mengatakan, kedua media yang mereka pimpinan akan mengupas seluruh informasi yang akurat disegala sektor dan khususnya dugaan korupsi di Indonesia.

    Dikatakan Romi, seperti yang kita ketahui selama ini korupsi merajalela dimana dan sudah masuk ke sebdi-sendi urat nadi yang membunuh anak cucu kita kedepan. Korupsi ini harus dimusnahkan, Imbuhnya.

    Direktur media www.harianberantas.co.id ini Toro Zl mengucapkan selamat ulang tahun media www.membacabangsa.com tang ke-1 tahun dan launchingnya media www.kupaskabar.com, sukses selalu dan menjadi media terkemuka.

    Semoga kedua media ini dapat membantu aparat hukum dalam mengungkap peristiwa pencurian uang rakyat yang dilakukan oleh maling berdasi disudut bangsa ini.

    "Sekali lagi, selamat ulang sukses" Ucapnya.

    Hingga berita ini diturunkan, acara ultah media www.membacabangsa.com dan launchingnya media www.kupaskabar.com sedang berjalan dan para undangan datang silih berganti untuk memberikan doa kepada kedua media tersebut. (V. Anas)



    Pembaca setia, beri masukan atas artikel ini dapat menghubungi Contak Pengaduan berikut ini  :

    Telpon/SMS/WatsApp ke 0813 71662235 dan / atau Suret E-mail: harianberantas@gmail.com dan/atau melalui kolom komentar di bawah ini

    Dikabarkan Pendeta di Intan Jaya Diduga Dibunuh OTK, Ketum PDRIS Minta Presiden RI Bentuk Tim Independen Menangkap Pelaku

    HARIANBERANTAS, PAPUA- Kabar Duka Cita melimuti pemuka agama di tanah air atas meninggalnya seorang Pendeta (Pdt) di salah satu Gereja terkemuka di Intan Jaya-Papua Sabtu (19/09/2020) kemarin.

    Informasi yang beredar, Pendeta yang meninggal tersebut bernama Pdt.Yeremias Zanambani, Iya menghembuskan nafas terakhir setelah mendapat tembakan puluru tajam dan tikaman yang bertubi-tubi dari orang tak dikenal (OTK).

    Menurut informasi Pdt Yeremias Zanambani,S.Th, menjadi korban konflik di Papua yang hingga kini tak usai.

    peristiwa yang menewaskan alm Pdt Yeremias Zanambani, S.Th sontak membuat sejumlah organisasi hamba tuhan angkat bicara dan siap menjadi gardan terdepan memberikan perlindungan hukum. Hal itu diungkapkan oleh Ketua Umum PDRIS, Komaruddin Simanjuntak, SH, yang juga advokat terkemuka di ibu kota Jakarta.

    Komaruddin mengatakan, pihaknya siap memberikan bantuan hukum dan/atau perlindungan hukum kepada keluarga korban ( Alm Pdt Yeremias Zanambani,S.Th,red) yang diduga ditembaki oleh oknum OTK di wilayah Hitadipa Kabupaten Intan Jaya-Papua.

    Advokat kondang ini meminta Presiden RI, Jokowi Dodo, segera membentuk tim khusus independen untuk mengukap siapa pelaku pembunuhan Pdt Yeremias Zanambani, S.Th ini. "Kita berharap Presiden RI segera membentuk tim independen guna pengukapan kasus ini" Pitanya.

    Ia menambahkan, apabila ada keterlibatan oknum aparat TNI/Polri harus diusut sampai tuntas tanpa terkecuali, Sebab, perbuatan  pelaku pembunuhan trhadap seorang hamba tuhan merupakan kriminal  atau kejahatan luar biasa. dan pelakuknya dapat diganjar dengan pasal 338 KUHP jo Pasal 340 KUHP.

    "Ya pelakunya harus diadili dan dihukum demi kepastian hukum, agar kedepan  tidak menjadi fitnah dan issu pelanggaran HAM berat di Forum - forum HAM  Internasional dan juga di PBB" Ucapnya. 

    Kami dari PDRIS siap memberi bantuan hukum kepada Keluarga alm Pdt Yeremias Zanambani, S.Th. Tujuan bantuan hukum ini, agar pihak keluarga mendapat kepastian hukum.

    Diharapkan kepada saudara saudari kita, khususnya masyarat Papua agar tenang dan mempercayakan penanganan perkara dugaan pembunuhan Pdt Yeremias Zanambani,S.Th ini kepada Aparat Penegak Hukum. (***)



    Pembaca setia, beri masukan atas artikel ini dapat menghubungi Contak Pengaduan berikut ini  :

    Telpon/SMS/WatsApp ke 0813 71662235 dan / atau Suret E-mail: harianberantas@gmail.com dan/atau melalui kolom komentar di bawah ini

    Polres Karimun Turunkan 60 Personil Pengamanan Pencabutan Nomor Urut Bacalon Bupati – Wakil Bupati Karimun

    HARIANBERANTAS, KARIMUN-- Polres Karimun Polda Kepri siapkan pengamanan operasi mantap praja seligi 2020 dalam kegiatan pengundian nomor urut Paslon Bupati dan Wakil Bupati Karimun Tahun 2020 dalam Pilkada Serentak yang dilaksanakan di Hotel Aston. Kamis (24/09/2020).

    Kapolres Karimun AKBP Muhammad Adenan, SIK mengatakan sebanyak 60 Personil Polri diploting mulai di jalan sampai pintu masuk Hotel Aston dengan memastikan Protokol Kesehatan dalam kegiatan cegah Covid-19 dengan dibantu petugas Satpol PP Kabupaten Karimun Provinsi Kepri.

    “Kami memastikan pelaksanaan pengundian nomor paslon mengikuti peraturan protokol kesehatan,” kata Kapolres Karimun.

    Selain itu, Kata Kapolres Karimun, sebelumnya juga telah melakukan sosialisasi melalui maklumat Kapolri Nomor : Mak /03 IX/2020   tentang kepatuhan terhadap protokol Kesehatan dalam pelaksanaan pemilihan tahun 2020, serta dilaksanakannya deklarasi kepada Paslon agar dalam pelaksanaan kegiatan setiap pentahapan Pilkada mematuhi Protokol Kesehatan.

    Seperti diketahui, pada hari ini KPU Kabupaten Karimun menggelar rapat pleno terbuka dengan agenda pengundian nomor urut Paslon Bupati dan Wakil Bupati Karimun Tahun 2020 dalam pilkada serentak tahun 2020. Sambungnya.

    “pengamanan dalam rangka operasi mantap praja seligi 2020 di wilayah hukum polres karimun pada tahap pengundian nomor urut paslon memastikan kegiatan terselenggara dengan kondusif dan lancar dengan mematuhi protokol kesehatan” Ujar Adenan. (Rini )



    Pembaca setia, beri masukan atas artikel ini dapat menghubungi Contak Pengaduan berikut ini  :

    Telpon/SMS/WatsApp ke 0813 71662235 dan / atau Suret E-mail: harianberantas@gmail.com dan/atau melalui kolom komentar di bawah ini

    Wakil Ketua DPRD Kota Tegal, "WES" Lakukan Test Swab Usai Laksanakan Hajatan Yang Sempat Viral

    HARIANBERANTAS, TEGAL– Test Swab dan PCR dilakukan kepada keluarga inti Wasmad Edi Susilo (WES), salah satu Wakil Ketua DPRD Kota Tegal,  usai mengadakan hajatan yang menimbulkan kerumunan orang dan berpotensi menjadi cluster baru penyebaran Covid – 19 di masa pandemi ini, Jumat (25/9/2020).


    Dalam keterangannya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tegal, dr. Sri Primawati Indraswari mengatakan Swab yang dilakukan untuk mendeteksi apakah ada yang positif atau negatif Covid -19.

    “Kemarin kan habis hajatan, jadi kita lakukan deteksi apakah ada yang positif atau tidak, dimulai dari keluarga yang mempunyai hajat. Ada 6 orang tetapi bisa saja berkembang, nanti kalau ada yang postif kita lakukan tracking,” ucap Prima.

    Terkait ijin mengadakan hajatan, prima mengatakan bahwa Dinas yang dipimpinnya tidak mempunyai wewenang.

    “Dinkes tidak diminta pertimbangan status epidiomologi di Kota Tegal. Waktu itu Dinas Kesehatan tidak dilibatkan dalam hal ini, juga tidak ada permohonan untuk dilaksanakan dan Dinas Kesehatan tidak mempunyai wewenang untuk dalam hal pemberian ijin, ijin bukan dari Dinas Kesehatan,” jelas Prima.


    Sementara itu, Wasmad Edi Susilo yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Tegal terkait dengan kejadian yang sempat viral meminta maaf kepada masyarakat Kota Tegal atas kekhilafannya.  

    “Yang pertama saya meminta permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Kota Tegal dan sekitarnya, utamanya juga seluruh aparat penegak hukum dan pemerintahan,” ucap Wasmad.

    Wasmad juga menjelaskan bahwa selaku sohibul hajat jauh-jauh hari, yakni setahun sebelumnya telah merencanakan hajatan tersebut sebelum ada Covid – 19.  Ia merencanakan bulan September ini. “Kemudian kami mencoba melakukan perijinan mulai dari RT, RW, Kelurahan kemudian ke Polsek Tegal Selatan termasuk mengetahui Koramil Tegal Selatan dan itu lolos. Ijin turun sehingga undangan yang kami sudah siapkan kami sebar dan undangan sudah terlanjur disebarlah, sudah sampai yang di undang,” tutur WES.

    Kemudian hajatan tetap dilaksanakan namun demikian karena situasi belum begitu nyaman, WES tetap melakukan protokol kesehatan secara maksimal. “Jadi mulai dari undangan kami sudah tulis di undangan bahwa tamu undangan wajib melaksanakan protokol kesehatan. Kemudian undangan yang masuk dari awal itu sudah mulai disterilisasi, cuci tangan, kita siapkan juga hand sanitizer, dan cek suhu di pintu masuk,” jelas WES.

    Selanjutnya, begitu masuk di pintu layos sudah ditata untuk jaga jarak juga. Kemudian saat pengantin ada di pelaminan semuanya tidak ada yang bersalaman langsung dan berjarak kurang lebih 5 meter. “Mudah-mudahan usai hajatan saya semuanya aman, saya meminta maaf dan mengaku khilaf,” jelas Wasmad. Demikian juga terkait test Swab sendiri, Wasmad berharap hasilnya sesuai yang harapan yaitu hasilnya aman.

    WES meminta masyarakat agar tenang sehingga pihaknya meminta Dinkes Kota Tegal untuk dilakukan Swab kepada dirinya dan keluarganya. “Ini penting agar masyarakat itu utamanya para undangan dan yang hadir semuanya biar merasa tenan. Janga- jangan saya habis kondangan ada masalah. Diawali dari saya selaku sohibul hajat dilakukan swab agar nanti hasilnya juga mudah-mudahan hasilnya aman semuanya,” kata WES yang menyebut  menyebar undangan kurang dari 1000 dan undangan diberikan kepada masyarakat sekitar Kota Tegal saja. 

    Sementara itu Kepala Puskesmas Bandung Kecamatan Tegal Selatan, dr. Destina Diah Astuti menyampaikan bahwa pemeriksaan dilakukan kepada enam anggota keluarga Wasmad Edi Susilo. 

    “Hari ini kita melakukan permintaan dari dinas , hasil tracking dari kegiatan yang kemarin sempat viral acara hajatan Wasmad Edi Susilo pemeriksaan itu dilakukan sejumlah 6 orang yang terdiri dari pak Wasmad dan Istri menantu dan anaknya, nanti kita menunggu hasil dari PCR yang dilakukan hari ini mudah mudahan hasilnya negatif dan sekiranya nanti ada hasil yang positif kita baru lakukan tracking. Sekiranya memang tidak kita tetap melakukan testing yang sesuai dengan target yang telah diberikan provinsi,” ucap Destina

    Destina menjelaskan targetnya dalam satu pekan itu 251 sampel dan untuk Puskesmas Bandung itu sendiri kita ditarget 26 dalam satu minggu, sasarannya semua masyarakat yang ada di wilayah kerja Puskesmas Bandung, yaitu kelurahan Kalinyamat Wetan, Kelurahan Keturen, Kelurahan Debong Kidul, Kelurahan Tunon dan Kelurahan Bandung.

    “Kita sudah melakukan tracking di SMP 19 Kota Tegal, kemudian ada kasus kasus feedback dari rumah sakit yang terkonfirmasi positif dari rumah sakit kita lakukan tracking dari keluarganya maupun 14 hari terakhir kontak dengan siapa saja,” pungkas Destina. (Ag)




    Pembaca setia, beri masukan atas artikel ini dapat menghubungi Contak Pengaduan berikut ini  :

    Telpon/SMS/WatsApp ke 0813 71662235 dan / atau Suret E-mail: harianberantas@gmail.com dan/atau melalui kolom komentar di bawah ini

    Keliling Kota Tegal Pagi Hingga Malam, Tiga Pilar Penerapan Protokol Kesehatan

    HARIANBERANTAS, TEGAL- Pemkot Tegal, TNI-Polri bersinergi melaksanakan operasi yustisi penegakan disiplin penerapan protokol kesehatan ke sejumlah titik keramaian di Kota Bahari, Rabu (23/9) malam.  Wakil Wali Kota Tegal Muhamad Jumadi, Kapolres Tegal Kota AKBP Rita Wulandari, Komandan Kodim 0712/Tegal Letkol Sutan P. Siregar mengelilingi Kota Tegal dengan menggunakan sepeda motor. 


    Beberapa tempat nongkrong anak-anak muda, rumah makan, cafe hingga tempat hiburan didatangi untuk memastikan penerapan protokol kesehatan. Pada kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Tegal Muhamad Jumadi memberikan himbauan kepada pemilik usaha tersebut untuk menerapkan protokol kesehatan. 

    “Saya, Bu Kapolres, Pak Dandim, Pemkot, TNI-Polri bersinergi bersama-sama untuk operasi yustisi penegakan disiplin. Beberapa tempat nongkrong dipinggir jalan, cafe kemudian tempat hiburan malam, kita cek apakah mereka mematuhi protokol kesehatan apa tidak,” kata Jumadi.

    Jumadi meminta pemilik usaha betul-betul menerapkakan 3M untuk mencegah penularan Covid-19  yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak seperti tempat duduk diberi tanda, disediakan tempat cuci tangan dan pengunjung beserta pewagai wajib mengenakan masker. 

    “Tadi Kita memantau, hampir  90 persen sudah patuh. Namun, kita harus tetap bergerak sebab pandemi belum berakhir,” ungkap Jumadi. 

    Operasi Yustisi ini, kata Jumadi, mengedepankan cara humanis bukan semata-mata untuk menerapkan denda atau sanksi, yang terpenting adalah membangun kesadaran masyarakat bahwa memakai masker, jaga jarak, cuci tangan menjadi hal yang harus diterapkan.  “Perlu ektra kerja keras menyadarkan masyarakat. 

    Pantauan Warta Bahari, beberapa orang diberikan sanksi karena tidak memakai masker diberikan sanksi melafalkan Pancasila. Adapula yang memilih push up. Setelah itu, petugas memerikan masker dan mengingatkan untuk tetap menjaga protokol kesehatan. (Ag)



    Pembaca setia, beri masukan atas artikel ini dapat menghubungi Contak Pengaduan berikut ini  :

    Telpon/SMS/WatsApp ke 0813 71662235 dan / atau Suret E-mail: harianberantas@gmail.com dan/atau melalui kolom komentar di bawah ini

    Abaikan Protokol Kesehatan, Puluhan Masyarakat Kota Tegal Terjaring Operasi Yustisi

    HARIANBERANTAS, TEGAL– Razia masker untuk menegakkan Perwako No. 29 Tahun 2020 kembali dilaksanakan. Kali ini sebanyak 28 orang, terjaring operasi masker gabungan, yang dilaksanakan di jalan Perintis Kemerdekaan, Rabu (23/9).


    Operasi tersebut dilakukan oleh tim gabungan Satpol PP Pemerintah Kota Tegal, TNI, Polri dan di Pantau langsung, Wakil Wali Kota Tegal, Muhamad Jumadi, Kapolres Tegal Kota AKBP. Rita Wulandari dan Komandan Kodim 0712 Letkol Inf Sutan Pandapotan Siregar.

    Dari ke-28 orang yang terjaring operasi masker ini di dominasi oleh warga Kota Tegal, sebanyak 18 orang, sedangkan 10 orang diantaranya berasal dari Kabupaten Tegal.

    Mereka yang kedapatan tidak memakai masker di hukum dengan push up. Sementara bagi wanita dan sudah berusia 40 tahun keatas, selain dihukum menyanyikan lagu-lagu nasional juga mereka juga bisa memilih untuk menyapu jalan sekitar tempat operasi.


    Sebagian dari mereka yang terjaring razia beralasan, hanya melakukan perjalanan jarak dekat sehingga tidak memakai masker. Tak hanya itu beberapa lainnya mengaku usai makan sehingga mereka tak memakai masker.

    Wakil Wali Kota Tegal, Muhamad Jumadi menyampaikan bahwa operasi ini dilakukan secara rutin, 3 kali dalam sehari, dan dilakukan bersama TNI dan Polri, untik memastikan semua mematuhi protokol kesehatan.

    "Ini dilakukan secara rutin 3 kali dalam satu hari, malam juga tetap dilakukan operasi masker, bersama Forkopimda, dan ini dilakukan untuk memastikan semua memastikan mematuhi protokol kesehatan," ujar Jumadi

    "Bagi masyarakat yang masih membandel dengan tidak memakai masker, tim gabungan akan melakukan hukuman disiplin sampai pemberlakuan denda," tegas Wakil Wali Kota. (Ag)



    Pembaca setia, beri masukan atas artikel ini dapat menghubungi Contak Pengaduan berikut ini  :

    Telpon/SMS/WatsApp ke 0813 71662235 dan / atau Suret E-mail: harianberantas@gmail.com dan/atau melalui kolom komentar di bawah ini

    Pemburu Teking Covid-19, Tim Operasi Yustisi Temukan Masyarakat Tidak Disiplin Akhirnya Kena Sanksi

    HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Masih adanya masyarakat yang tidak disiplin dan tidak  menggunakan masker saat operasi yustisi Polresta dilaksanakan secara gabungan di jalan Tuanku Tambusau  Kota Pekanbaru, Jum'at 25/9/2020.


    Petugas yang tergabung dalam Tim Pemburu Teking Civid-19 Operasi Yustisi Polresta Pekanbaru yang dilaksanakan hari Kamis tanggal 24 September 2020 pukul 10.00 wib di jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru, tim ini dipimpin Iptu Emir MB, Iptu Indra Bakti, Iptu Ade Juli Elvira  dan Ipda Jon Hendri  dan personel gabungan TNI-Polri, Satpol PP, Dishub, BPBD, Satgas pasar dan personel Polsek setempat.

    Tim Pemburu Teking Covid-19 tersebut memburu masyarakat yang masih  tidak patuh atau tidak menerapkan protokol kesehatan Covid-19, Ini merupakan upaya untuk meningkatkan disiplin masyarakat dalam penggunaan masker dan mematuhi protokol kesehatan, sebelumnya sudah laksanakan dalam bentuk operasi yustisi, kemudian saat ini ditingkatkan menjadi operasi untuk memburu teking Covid-19, bertujuan agar semua lapisan masyarakat lebih disiplin lagi  dan patuh terhadap protokol kesehatan Covid-19.


    Bagi masyarakat yang masih melanggar protokol kesehatan Covid-19 saat tim pemburu teking covid-19 melaksanakan kegiatan operasi yustisi akan diberikan sanksi seperti sanksi administratif dan sanksi yang sudah diatur oleh peraturan Walikota dan aturan Gubernur Riau, sedangkan sanksi yang telah diberikan kepada 13 (tiga belas) masyarakat pelanggar hari Kamis kemarin, berupa membuat pernyataan dan kerja sosial (menyapu jalan) kemudian diberikan masker bagi yang tidak ada masker . 

    Sumber : Humas Polresta Pekanbaru



    Pembaca setia, beri masukan atas artikel ini dapat menghubungi Contak Pengaduan berikut ini  :

    Telpon/SMS/WatsApp ke 0813 71662235 dan / atau Suret E-mail: harianberantas@gmail.com dan/atau melalui kolom komentar di bawah ini

    Hujan Deras, Jalan Hangtuah-Jln Sudirman Kota Pekanbaru Mendadak Berubah Jadi Laut

    HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Hujan deras turun disekitar kota Pekanbaru, membuat sejumlah ruas jalan di Kota Madani Pekanbaru, Jumat (25/09/2020) siang banjir.


    Dari pantauan Harian Berantas disejumlah titik, umumnya genangan air setinggi betis orang dewasa menggenangi wilayah kota. Salah satunya di jalan Hangtuah dan jalan Sudirman Pekanbaru, suhu genangan air tampak cukup tinggi.

    Pemilik kedai kopi Mayasari di Jalan Hangtuah, Koko menyebutkan, ini jalan setiap hujan turun baik deras maupun ringan pasti kondisi jalan  tergenang air berjam jam seperti ini.

    Iya pak. Setiap kali hujan sebentar seperti ini pasti jalan ini sampai jalan Sudirman tergenang hingga pembatas jalannya tidak terlihat oleh pihak pengendara. Kita sama tahu, entah karena drinase atau struktur jalan lebih rendah, katanya.

    Hal senada juga diungkapkan salah satu pengunjung (tamu) kedai kopi Mayasari milik Koko, Hadiriku Zega  mengatakan, tidak tahu kenapa sekitar jalan raya kota seperti ini, setiap kali hujan pasti banjir tanpa ada upaya pencegahan dari pemerintah kota dan pemprov.

    Kita cukup khawatir bagi pengguna jalan saat melewati jalan ditengah kota dikala hujan turun, tidak sedikit dari mereka yang mengalami kecelakaan karena pembatas tidak terlihat dan lubang yang terdapat dibadan jalan akibat genangan air, ungkapnya.

    Sampai berita ini diturunkan, genangan air masih terlihat disepanjang jalan tersebut, tanpa ada terlihat upaya dari pihak sekitar.*(Red)



    Pembaca setia, beri masukan atas artikel ini dapat menghubungi Contak Pengaduan berikut ini  :

    Telpon/SMS/WatsApp ke 0813 71662235 dan / atau Suret E-mail: harianberantas@gmail.com dan/atau melalui kolom komentar di bawah ini

    Sah, Berikut Nomor Urut 4 Calon Bupati di Kabupaten Bengkalis-Riau

    HARIANBERATAS, BENGKALIS- Rapat pleno terbuka pencabutan nomor urut Calon Bupati Bengkalis 2020 di  KPU Kabupaten Bengkalis, Kamis (24/09/2020).

    Sebelumnya KPU Bengkalis melalui surat nomor: 206/PL.02.3-Pu/1403/KPU-Kab/IX/2020 tanggal 23 September 2020 mengumumkan penetapan pasangan calon peserta pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bengkalis serentak lanjutan tahun 2020.

    Berdasarkan hasil rapat pleno KPU Kabupaten Bengkalis dan berita acara nomor: 49/PL/02.3-BA/1403/Kab/IX/2020 tanggal 23 September 2020, serta surat keputusan KPU Bengkalis nomor : 195/PL.02.3-kpt/1403/Kab/IX/2020,  menetapkan calon Bupati dan wakil Bupati Bengkalis

    Pasangan KDI (Kaderismanto- Iyeth Bustami) mendapat nomor urut 1. Sementara nomor 2 pasangan AMAN (Abi Bahrun-Herman), nomor 3 pasangan KBS (Kasmarni-Bagus Santoso) sedangkan ESA (Indra Gunawan- Samsu Dalimunte) mendapat nomor urut 4.

    Rapat pleno dipimpin Ketua KPU Bengkalis Fadhilah didampingi empat komisioner lainnya Safroni, Anggi Rajamdan, Feri Herlinda dan Helmiati Safira

    Acara dilanjut dengan meneken Deklarasi Pilkada Damai tahun 2020 di masa Pandemi covid 19. Dan meneken fakta intergritas sesuai dengan nomor urut masing masing Paslon. Dan dikuti oleh Dandim 0303, Kapolres Bengkalis, Kejati Bengkalis, ketua KPU, ketua Bawaslu dan PLH Bupati Kab Bengkalis

    Hadir pada acara pencabutan nomor urut Bupati dan Wakil Bupati Bengkalis, Plh   diwakili, Asisten 1 Pemerintahan dan kesejahteraan rakyat Setda Bengkalis, Dra. Hj. Umi Kalsum.M.Si., Ketua KPUD Kab. Bengkalis Fadhila Al Maysuli, Ketua Bawaslu Kab. Bengkalis Mukhlasin, Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis ” H. Khairul Umam.Lc.M.E.Sy, Dandim 0303/Bengkalis, Letkol Inf Lizardo Gumay S.H. M.M, Kapolres Bengkalis AKBP Hendra Gunawan SIK. M.T, Pengadilan Negeri Kabupaten Bengkalis diwakili, Endah Karmila Dewi, Kalaksa BPBD Bengkalis H. Tajul Mudarris. Kajari Kab.Bengkalis Ibu Nanik Kurshantanti, Kesbangpol Kabupaten Bengkalis Hermanto Baran MM. Plt Satpol PP Kabupaten Bengkalis Yuhelmi.

    Pihak keamanan dari unsur TNI Polri melakukan pengamanan ketat. Agar tidak terjadi ada kerumunan massa di KPU Bengkalis. Semua yang masuk ke dalam kantor KPU Bengkalis dibatasi dan mengikuti protokol kesehatan *(is/red)



    Pembaca setia, beri masukan atas artikel ini dapat menghubungi Contak Pengaduan berikut ini  :

    Telpon/SMS/WatsApp ke 0813 71662235 dan / atau Suret E-mail: harianberantas@gmail.com dan/atau melalui kolom komentar di bawah ini

    Pencabutan Nomor Urut di Pilkada Inhu Telah Usai, Sy'Ar Dapat No Urut 3

    HARIANBRANTAS, INHU- Pencabutan Nomor Urut Paslon Bupati dan Wakil Bupati Inhu di KPU ( Komisi Pemilihan Umum ) untuk Periode 2021 - 2025 Kabupaten Inhu, hari ini tanggal 24/09/20, telah dilaksanakan dengan damai dan mengikuti aturan protokol kesehatan.

    Dengan data nomor urut Calon Bupati dan Wakil Bupati sebagai berikut :            No. 1. Nurhadi - Toni  Sugianto.

             2. Rezita Meilani Yopi - 

                  Junaidi Rachmat.

              3. Siti Aisyah - Agus Rianto

              4. Wahyu Adi - Supriati

              5. Rizal Zamzami - Yogi Susilo                        

    Nomor Urut 3. Siti Aisyah ketika dikonfirmasi Awak media di posko sekretariat mengatakan " Jauh sebelum pencabutan Nomor undi, saya sebagai Cabub, dihati ingin mendapatkan nomor urut 3. Ternyata keinginan itu terkabul, luarbiasa senangnya kata siti.

    Dalam fakta, nomor Urut 3 artinya pemersatu. Soal Visi Misi adalah Pendidikan, Kesehatan, UKM, pelayanan ASN, Wisata, Pertanahan dan Infrastruktur ujarnya. Pinten S.



    Pembaca setia, beri masukan atas artikel ini dapat menghubungi Contak Pengaduan berikut ini  :

    Telpon/SMS/WatsApp ke 0813 71662235 dan / atau Suret E-mail: harianberantas@gmail.com dan/atau melalui kolom komentar di bawah ini

    Tolak Melayani Nafsu Beja Pria Beruban, Honorer Kecamatan di Pelalawan Ditemukan Tewas Disalah Satu Kamar Hotel di Pekanbaru

    HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Pegawai honorer di salah satu Kecamatan Kabupaten  Pelalawan-Riau ditemukan tewas oleh petuagas kebersihan hotel Sepupu Satria jl. Arifin Ahmad Pekanbaru, Senin (14/09/2020).

    Terungkap identitas korban bernama Helfa Linda (45) honorer Kantor Kecamatan Langgam warga Desa Langgam Kabupaten Pelalawan Riau.

    Korban diduga tewas dibunuh oleh pelaku inisial ZA (45) yang sehari-hari diketahui berprofesi sebagai nelayan di daerah Langgam.

    Hal itu diungkap Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol H. Nandang Mu'min Wijaya.,S.I.K.,M.H, didampingi Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Awaludin Syam, Kapolsek Bukit Raya Kompol Bainar, Humas Polresta Pekanbaru  AKP Polius, saat jumpa pers di Mapolresta Pekanbaru, Kamis siang (24/9/20).

    N


    anda mengatakan, peristiwa pilu itu berawal perkenalan dimedia sosial antara pelaku (ZA) dengan korban. Dari perkenalan itu tersangka ZA menghubungi korban pada untuk diajak ketempat hiburan malam kelas kakap di pekanbaru yaitu New Paragon KTV di Jl. Sultan Syarif Qasim No. 110 A-B-C Pekanbaru-Riau, Sabtu, (12/09/2020) sekira pukul 05.00 Wib.

    Korban yang tak menyangka pertemuan mereka membuat merenggut nyawanya itu, mau mengikuti ajakan tersangka.

    Serelah sepakat, mereka bertemu di tempat hiburan New Paragon KTV tersebut sekira pukul 23.00 WIB bersama  beberapa temannya dengan mengambil Room 15 hingga pagi hari minggu sekira pukul 07.00 WIB.

    Setelah puas berkaraoke tersangka ZA bersama rekannya Nursaili dan korban Helfa Linda pulang dengan menggunakan Taxi Blue Bird menuju salah satu hotel di Jalan Arifin Ahmad Kelurahan Sidomulyo Timur Kecamatan Marpoyan Damai Kota Pekanbaru. 

    Kemudian Pada pagi hari Minggu (13/09/2020) sekira pukul 09.03 WIB mereka bertiga tiba di Hotel Sepupu Satria jalan Arifin Ahmad Pekanbaru dan tersangka bersama korban turun dari Taxi dan memesan kamar Hotel Nomor 102, sedangkan Taxi BIue Bird langsung putar kepala mengantar Nursaili ke daerah Pasir Putih.

    Setibanya didalam kamar, tersangka meminta korban  untuk melakukan hubungan badan layaknya suami istri. Namun ajakan ZA itu ditolak oleh korban. Tersangka yang kerasukan nafsu membuatnya gelap mata sehingg nekat menindih tubuh korban sambil kedua tangannya menekan kuat bahu sambil cekik leher korban sampai  korban Helfa Linda merengang nyawa. Mengetahui korbannya tewas, pelaku ini meninggalkan korban didalam kamar tersebut sekira pukul 18.34 wib.

    Pada saat petugas hotel masuk kedalam kamar 102, mendapati korban tergeletak tak bernyawa dan langsung koordinasi dengan pihak Kepolisian.

    Selanjutnya, pada hari Senin (14/09/2020) keluarga korban membuat laporan polisi. Polisi langsung melakukan otopsi jenazah korban dan langsung melakukan penyelidikan. Tersangka ditangkap polisi setelah melarikan diri ke daerah Pelalawan-Riau.

    Barang bukti (BB) yang berhasil diamankan polisi diantaranya satu helai baju lengan panjang warna hitam, satu rok warna hitam, satu helai tank top warna hitam, sepasang sepatu hak tinggi, satu helai seprai warna ungu dan satu bungkus alat kontrasepsi (kondom).

    Terhadap tersangka ini disangkakan pasal 338 K.U.H.Pidana dengan ancaman 15 tahun penjara. **(Anas/Hms Polresta Pekanbaru)



    Pembaca setia, beri masukan atas artikel ini dapat menghubungi Contak Pengaduan berikut ini  :

    Telpon/SMS/WatsApp ke 0813 71662235 dan / atau Suret E-mail: harianberantas@gmail.com dan/atau melalui kolom komentar di bawah ini.

    Komisi V Apresiasi Usulan Mitra Kerja Terkait Penambahan APBD Perubahan 2020

    HARIANBERANTAS, BANDUNG- Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat menggelar Pembahasan Rancangan Perubahan APBD (RPAPBD) 2020 dengan Mitra Kerja di RSUD AL IHSAN Kabupaten Bandung. Rabu (23/09/20)

    Anggota Komisi V Ade Kaca mengapresiasi usulan kegiatan mitra kerja terkait penambahan anggaran yang diajukan untuk anggaran perubahan ini.

    "Kami Komisi V mengapresiasi usulan mitra kerja terkait APBD Perubahan ini, kami akan berjuang untuk mengalokasikan anggaran untuk memenuhi program tersebut"

    Ade berharap alokasi anggaran yang sudah diusulkan nantinya dapat memenuhi kekurangan anggaran yang selama tahun ini terkena recofusing.(

    Sementara itu, Kepala Bagian Humas DPRD Provindi Jawa Barat, Yedi Sunardi, SE, MM menyatakan, Rapat Kerja tersebut diikuti oleh Dinas Sosial, Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan serta didampinggi oleh Bapeda Provinsi Jawa Barat.

    Menurutnya, Perkiraan Pendapatan Daerah pada Rancanagan Perubahan APBD Tahun 2020 sebesar Rp 38,20 triliun lebih atau mengalami penurunan sebesar Rp 3,37 triliun lebih atau turun 8,12 persen dibanding dengan target pada APBD Murni 2020 sebesar Rp 41,58 triliun lebih Pendapatan Daerah yang berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Perimbangan dan Lain-lain Pendapatan yang Sah.

    Hal ini yang secara keseluruhan dibahas bersama Komisi-Komisi di DPRD Jabar, bersama mitra kerja masing-masing, katanya.(rp)**



    Pembaca setia, beri masukan atas artikel ini dapat menghubungi Contak Pengaduan berikut ini  :

    Telpon/SMS/WatsApp ke 0813 71662235 dan / atau Suret E-mail: harianberantas@gmail.com dan/atau melalui kolom komentar di bawah ini

    Komisi IV : Penuntasan Daerah Irigasi Harus Jadi Perhatian Pemprov

    Harian Berantas, Bandung Pimpinan dan Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat gelar kunjungan kerja dalam rangka pembahasan Rancangan APBD Perubahan Tahun Anggaran 2020 dengan Mitra Kerja Komisi IV bertempat di UPTD PPP LLAJ Wilayah II Bandung, Cinunuk, Kabupaten Bandung, Rabu (23/09/2020).

    Komisi IV menekankan kepada mitra soal rasionalitas pekerjaan yang ada, diharapkan dapat rampung dengan baik hingga akhir Desember ini. Salah satu yang dibahas, tentang penuntasan daerah irigasi yang merupakan ‘hulu’ dari implementasi Perda ketahanan pangan daerah.

    “Penuntasan daerah irigasi yang baik dapat mempengaruhi nilai tukar petani serta meningkatnya intensitas tanam, yang secara otomastis dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.” Ujar Daddy Rohanady, Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat saat ditemui usai melaksanakan rapat kerja.

    Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat pun berharap, mitra dapat mengantisipasi kemungkinan buruk yang terjadi pada kawasan rawan bencana, khusus nya banjir. Mengingat saat ini sudah memasuki musim penghujan. Diperlukan penanganan yang cepat  jika curah hujan yang tinggi kembali terjadi.

    Daddy menilai, terkait antisipasi penanggulangan banjir pada daerah irigasi belum maksimal. Butuh peran serta masyarakat yang aktif guna mempercepat penanggulangan.

    “Pemerintah provinsi yang menyediakan stimulus untuk kemudian digunakan sebagai proses percepatan penanggulangan banjir di daerah irigasi serta secara teknis harus melibatkan peran serta masyarakat.” Ujarnya.

    Hadir pula dalam kesempatan Pimpinan DPRD Provinsi Jawa Barat, Ineu Purwadewi Sundari, S.Sos, M.M. serta mitra Komisi IV, Dinas Perhubungan, Disperkim, Dinas SDA dan Dinas BMPR.(rp)***

    Pria Gendut Ini Terpaksa Tidur di Jeruji Besi Usai Maling HP

    HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Pria  berbadan kekar berinisial S alias I (42) terpaksa nginap dijeruji besi bebeapa bulan kedepan lantaran maling handphone (HP) di salah satu warung warga di jl. Lokomotif Pekanbaru.

    Keseharian pria berbadan kekar alias gendut ini berprofesi sebagai buruh serabutan. Warga Jalan Tanjung Karang Kecamatan Limapuluh Pekanbaru ini tak mampu menghadapi krisis ekonomi saat bencana Covid-19 saat ini sehingga mencoba beralih profesi sebagai maling atau pencuri. 

    Ternyata profesi barunya bersama rekannya tak semulus yang dibayangkan. Pasalnya, usai melakukan aksi profesinya sebagai maling keburu diciduk pihak kepolisian Polsek Limapuluh Pekanbaru setelah aksi mereka dilaporkan oleh korban.

    Penangkapan itu dibenarkan Kapolsek Limapuluh, Kompol Sanny Handityo, S.H.,S.I.K,melalui pesan berantai humas Polresta Pekanbaru, Polius. 

    "Iya benar" Katanya Polius kepada wartawan, Senin (21/09/20).

    Dikatakan Polius, penangkapan pelaku setelah adanya laporan dari korban Laura Peggy Novi Yanti (20) warga Jalan  Lokomotif. Kejadiannya di Kedai Bakso Goreng  Komplek Karkam Pekanbaru.

    "Tersangka ini saat menjalankan aksinya ternyata tidak sendirian melainkan berdua dengan teman seprofesinya berinisial Y (DPO). Y ini sedang kita kejar," ujar Kapolsek melalui humas Polresta Pekanbaru.

    Pihak kepolisian menambahkan, peristiwa ini bermula pada Rabu 16 September 2020 Sekitar pukul 20.45 Wib. Saat itu Pelapor  sampai dirumah pulang kerja bersama temannya M. Fadillah. Kemudian setelah masuk rumah yang juga sebagai Warung Bakso goreng pelapor memainkan hanphone dan meletakan diatas meja dalam kedai. 

    Selanjutnya saksi M. Fadillah juga ikut 
    membantu pelapor memasak dan meletakan hanphone miliknya diatas meja dekat hanphone pelapor.

    "Disaat  mereka asik memasak, saksi dan pelapor melihat seorang laki-laki yang tidak dikenal masuk kedai dan langsung mengambil hanphone yang ada diatas meja. Usai berhas mengambil hp korban, tersangka ini lari kearah sepeda motor yang dikendarai temannya yang sudah menunggu dipinggir jalan dan langsung tancap gas" ucapnya.

    Para pelapor tidak terima jika handphone kesayangan langsung membuat laporan ke Polsek Limapuluh. Barang berharga milik korban yang berhasil dibawa kabur oleh para TSK yakni, 2 unit Hanphone merk Realme 6 warna biru dan merk Asus Zenfone L1 warna hitam, atas kejadian tersebut pelapor mengalami kerugian Rp. 4.600.000.

    Tim Opsnal Reskrim Polsek Limapuluh Pekanbaru melakukan penyelidikan dan mencari informasi dari sejumlah saksi.

    "Hasil penyelidikan, diduga kuat pelaku pencurian mengarah ke S warga setempat dan temannya," ujar Kapolsek.

    Pelaku berhasil diringkus dirumahnya, Senin (21/0920) Sekitar pukul 20.45 Wib. Dihadapan polisi,  pelaku mengakui perbuatannya bersama rekannya inisial Y.

    Selain mengamankan pelaku, Tim opsnal Polsek Limapuluh juga berhasil mengamankan barang bukti berupa 1 unit hanphone merk Asus Zenfone L1 warna hitam dan 1 unit sepeda motor Honda Beat warna Magenta Hitam dengan plat nomor yang terpasang BM 2014 DTN.

    Terhadap tersangka kata Kompol Sanny Handityo, dapat dipersalahkan telah melakukan tindak pidana kejahatan sesuai pasal 364 K.U.H.Pidana. 

    Sumber : Humas Polresta Pekanbaru




    Pembaca setia, beri masukan atas artikel ini dapat menghubungi Contak Pengaduan berikut ini  :

    Telpon/SMS/WatsApp ke 0813 71662235 dan / atau Suret E-mail: harianberantas@gmail.com dan/atau melalui kolom komentar di bawah ini.

    Ketua DPRD Jabar Ajak Masyarakat Tetap Disiplin Jalankan Protokol Kesehatan


    Harian Berantas, Bandung - Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Brigjen TNI (Purn) Taufik Hidayat mengajak, kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tetap menjaga kedispilinan melaksanakanan protokol kesehatan di tengah Pandemi Covid-19 yang sampai saat ini masih melanda Jawa Barat.

    Hal tersebut diungkapkan Taufik usai memimpin Rapat Paripurna dengan agenda Penyampaian Nota Pengantar Gubernur tentang Raperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2020, Selasa (22/9/2020).

    Ia pun menjelaskan, saat ini pihaknya bersama para stakeholder terkait telah melakukan berbagai upaya dalam percepatan penanganan pandemi Covid-19 di Jawa Barat.

    Sejumlah rumah sakit dan fasilitas isolasi milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah dipersiapkan dengan jumlah yang cukup memadai.

    “Saya berharap masyarakat tetap disiplin (mentaati) protokol kesehatan, kami DPRD Jawa Barat bersama seluruh unsur Pemerintahan Jawa Barat telah bersinergi untuk percepatan penanganan Covid-19” ucap Taufik.(rp)***

    Majukan Kampung Halaman, Indra Gunawan Pamit Tinggalkan Jabatan Ketua DPRD Riau

    HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Rapat paripurna yang digelar Selasa (22/9/20) merupakan paripurna terakhir yang dipimpin oleh H Indra Gunawan PhD di DPRD Riau.

    Pada Rabu tanggal 23 September Eet resmi mengundurkan diri dari anggota DPRD Riau periode 2019-2024, karena dirinya akan maju sebagai Calon Bupati Bengkalis berpasangan dengan Ir H Samsu Dalimunthe.

    Jabatan ketua DPRD Riau merupakan jabatan politik yang tertinggi di tingkat provinsi, jabatan tersebut setara dengan jabatan gubernur, namun Engah (panggilan akrab Eet) rela meninggalkan jabatan tersebut, dirinya lebih memilih untuk mengabdi di kampung halamannya, Kabupaten Bengkalis agar segala ketimpangan sosial ekonomi dapat teratasi dan pemerataan pembangunan disegala sektor dapat segera diwujudkannya dan kesejahtaraan masyarakat Bengkalis dapat ditingkatkan.

    “Jabatan ketua DPRD Riau tidak sama dengan jabatan kepala daerah, kalau kepala daerah tinggal main tunjuk saja, apa yang diinginkan akan terwujud, tapi kalau jabatan ketua DPRD, apa yang diinginkan masyarakat mesti dirapatkan lagi dengan kepala daerah, jika kepala daerah setuju baru apa yang diinginkan masyarakat bisa terwujud,” kata Engah.

    Engah menceritakan kebijakannya untuk maju sebagai Cabup Bengkalis mendapat kritikan bahkan ada yang mengatakan dirinya haus kekuasaan, namun Engah mengaku dirinya tidak tersinggung kepada orang yang menyimpulkan dirinya seperti itu.

    “Namanya orang berpendapat ya biarkan saja. Namun jika mereka mau berfikir jabatan ketua DPRD Riau itu jabatan tertinggi di Provinsi Riau sama dengan jabatan gubernur, termasuk gaji dan fasilitas yang didapat, itu saya tinggalkan. Jika saya hanya memikirkan kepentingan pribadi tentu saya tidak akan maju menjadi Calon Bupati, lebih baik saya nikmati jabatan ketua DPRD Riau tersebut,” jelasnya.

    Indra Gunawan Eet resmi menyampaikan pengunduran diri dari jabatan dan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau. Hal itu dikarenkan dirinya maju sebagai salah satu calon kepala daerah pada Pilkada serentak 2020

    Selasa (22/9/2020) pagi di ruang medium gedung DPRD Riau, Engah menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pimpinan, anggota DPRD Riau dan staf. Baik ASN maupun tenaga honorer di Sekretariat DPRD Riau. Termasuk juga kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Riau selama kurang lebih 10 bulan dirinya menjadi Ketua DPRD Riau.

    “Bersama ini saya sampaikan permohonan maaf, bilamana pada saat menjabat kami ada kilaf baik kata maupun perbuatan selama menjabat sebagai ketua DPRD Riau,” ucap Eet.

    Ia juga meminta doa restu kepada seluruh masyarakat Riau agar bisa dimudahkan dalam proses pencalonan sebagai Bupati Bengkalis. Eet berkeinginan untuk maju sebagai orang nomor satu di Bengkalis tidak lebih karena ingin membangun kampung halaman sendiri.

    “Keinginan saya untuk maju menjadi kepala daerah di Bengkalis tidak lebih hanya ingin memajukan kampung halaman saya. Kiranya, seluruh masyarakat memberikan doa restu kepada saya, agar langkah saya selalu dimudahkan,” ujar pria yang berpasangan dengan Samsu Dalimunthe di Pilkada 2020.***(rls/tim)




    Pembaca setia, beri masukan atas artikel ini dapat menghubungi Contak Pengaduan berikut ini  :

    Telpon/SMS/WatsApp ke 0813 71662235 dan / atau Suret E-mail: harianberantas@gmail.com dan/atau melalui kolom komentar di bawah ini.

    Berusaha Kabur Usai Beraksi, Pelaku Pemerasan Ditangkap Polsek Pekanbaru Kota

    HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Tim Opsnal Polsek Pekanbaru Kota berhasil mengaman seorang pemuda setelah kabur melakukan aksi pemerasan di depan toko roti jalan Jendral Sudirman depan toko roti tulip Kecamatan Pekanbaru Kota, Rabu 22/9/2020.

    Korban Arif Nofi Saputra (31) sedang mengatur parkir di depan toko roti Tulip jalan Jendral Sudirman Pekanbaru pada hari Rabu tanggal 19 Desember 2019 pukul 22.00 wib.Tersangka inisial DM alias DEDI (40 )Th, warga Kecamatan Sukajadi Kota Pekanbaru, datang dan menghampiri korban Arif Nofi Saputra mengancam untuk memberikan setoran pakir kepada tersangka.

    Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol H.Nandang Mu'min Wijaya., S.I.K., M.H melalui Kapolsek Pekanbaru Kota Akp Stevie A.R. S.H.,M.M.,MS.i ," membenarkan telah menangkap seorang tersangka tindak pidana pemerasan pada hari Selasa tanggal 22 September  2020 sekira pukul 10.00 wib, tersangka inisial DM alias DEDI ditangkap disalah satu cafe tepatnya disamping Rumah Sakit Awal Bross  jalan Ahmad Yani Kecamatan Pekanbaru kota, tersangka sendiri telah melakukan pemerasan terhadap korban Arif Nofi Saputra yang sedang mengatur parkir didepan toko roti Tulip jalan Jendral Sudirman Kecamatan Pekanbaru Kota.

    Dikatakan Kapolsek Pekanbaru Kota Akp Stevie A.R. S.H.,M.M.,MS.i, tersangka inisial DM alias DEDI ini mendatangi korban untuk meminta uang setoran parkir namun korban tidak memberikan uang setoran parkir kepada tersangka, sehingga tersangka  memukul dan mencekik leher korban sambil mengatakan" jangan mengambil parkir lagi disini" dan tersangka pun pergi meninggalkan lokasi kejadian, korban pun melaporkan kejadian itu Ke Polsek Pekanbaru.

    Setelah 9 (sembilan) bulan menghilang didapat informasi dari masyarakat tersangka inisial DM alias DEDI sedang berada di salah satu Cafe di samping Rumah Sakit AwalBross, menindaklanjuti informasi itu Kapolsek Pekanbaru Kota Akp Stevie A.R., S.H.,M.M.,MS.i, memerintahkan Kanit Reskrim Iptu Budi bersama tim opsnal melakukan penyelidikan dan penangkapan tersangka, tim opsnal yang dipimpin kanit Reskrim Iptu Budi mendatangi cafe tersebut langsung mengamankan dan membawa tersangka ke Polsek Pekanbaru Kota, kemudian  tersangka dilakukan pemeriksaan urine dengan hasil Positif mengandung Amphetamine," tambah Kapolsek.

    Barang bukti yang sudah ada sebelum tertangkapnya tersangka inisial DM alias DEDI berupa 1(satu) keping vcd rekaman video kejadian, beberapa lembar karcis parkir berwarna kuning dan Visum Et Revertum. 

    Sumber : Humas Polresta



    Pembaca setia, beri masukan atas artikel ini dapat menghubungi Contak Pengaduan berikut ini  :

    Telpon/SMS/WatsApp ke 0813 71662235 dan / atau Suret E-mail: harianberantas@gmail.com dan/atau melalui kolom komentar di bawah ini.

    Share this post :

    PN Inhu Mentahkan Praperadilan Mak Gadi

    HARIANBERANTAS, INHU- Pengadilan Negeri (PN) Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Riau menolak seluruh gugatan yang diajukan oleh Adik Kandung Mak Gadih, Nofrita Susanti melalui kuasa hukumnya Dody Vernando SH, MH.


    Seperti diketahui, Nofrita Susanti menggugat Praperadilan Kasat Narkoba Polres Inhu dengan 4 meteri gugatan yaitu penggeledahan, penangkapan, penahanan dan penyitaan barang bukti yang dilakukan oleh Kasat Narkoba Polres Inhu adalah cacat hukum.

    Hj Nurhasanah alias Mak Gadih ditangkap.oleh Jajaran Polres Inhu pada Kamis (16/7/2020) yang lalu di kediamannya di Jalan Pasir Jaya, Desa Kuantan Babu, Kecamatan Rengat, Kabupaten Inhu, 

    Pengkapan ini berdasarkan adanya laporan masyarakat yang sebelumnya ditangkap oleh Sat Res Narkoba Polres Inhu yang mengaku membeli narkotika jenis shabu kepada Mak Gadih (Hj. Nurjanah).

    Gugatan yang disampaikan oleh adik kandung Mak Gadih melalui kuasa hukumnya dinilai tidak tepat, karena apa yang dilakukan oleh Satres Narkoba Polres Inhu sudah sesuai prosedur.

    "Dengan ini PN Rengat memutuskan menolak seluruhnya gugatan praperadilan yang diajukan oleh adik kandung Mak Gadih," kata hakim tunggal Immanuel MP Sirait SH, MH , Selasa (22/9/2020).

    Penangkapan terhadap Mak Gadih ini dinilai sudah memiliki 2 (dua) alat bukti dan sah menurut aturan hukum, sehingga PN Rengat mutuskan menolak seluruh gugatan pemohon, sambungnya.

    Dalam sidang prapit tersebut dihadiri langsung oleh Kasat Res Narkoba Polres Inhu AKP Jaliper L Toruan S.AP beserta seluruh jajaran dan Waka Polres Inhu Kompol Zulfa Revaldo S.I.K. (S.Barat)



    Pembaca setia, beri masukan atas artikel ini dapat menghubungi Contak Pengaduan berikut ini  :

    Telpon/SMS/WatsApp ke 0813 71662235 dan / atau Suret E-mail: harianberantas@gmail.com dan/atau melalui kolom komentar di bawah ini.

    Senyum Bahagia Petani Sayur Sigedong di Masa Pandemi Covid-19

    HARIANBERANTAS, SLAWI– Meski hanya berlangsung selama dua hari, Wisata Petik Sayur di Desa Sigedong, Kecamatan Bumijawa pada hari Sabtu dan Minggu, 19-20 September 2020 menjadikan petani setempat bernafas lega. Tak kurang 500 orang wisatawan yang datang dari berbagai wilayah menyerbu dan memetik habis komoditas sayuran di lahan milik petani. Adapun nilai transaksi yang berhasil dibukukan selama berlangsungnya event tersebut lebih dari Rp 15 juta.


    Menurunnya permintaan pasar dan anjoknya harga jual sayuran di tingkat petani selama masa pandemi Covid-19 menjadikan petani hidup dalam kesusahan. Tak terkecuali para petani sayur di Desa Sigedong, Kecamatan Bumijawa yang membiarkan sebagian tanamannya membusuk di lahan pertanian akibat ongkos produksi yang tidak seimbang dengan hasil penjualan. Sebagai contoh, harga kubis di tingkat petani hanya dihargai Rp 300 per kilonya.

    Kondisi tersebut mengundang keprihatinan Pemkab Tegal yang melalui divisi kehumasannya berupaya menggandeng kelompok petani sayur Sigedong untuk menjual komoditas pertaniannya dengan konsep wisata agro. Kepala Subbagian Komunikasi dan Dokumentasi Pimpinan Setda Kabupaten Tegal Hari Nugroho menuturkan, gagasan wisata petik sayur tersebut berawal dari obrolan bersama petani sayur di desa setempat saat pihaknya melakukan liputan komoditas kopi Sigedong.

    Hari mengungkapkan, petani mengalami kesulitan menjual panenan mereka sejak mewabahnya Covid-19. Permintaan pasar berkurang drastis, sementara hasil panen melimpah. Akibatnya, harga di tengkulak pun ikut turun sampai ke level dimana sebagian petani enggan memanennya.

    “Sudah tiga hingga empat bulan terakhir ini petani di Sigedong kesulitan menjual panennya karena harga jual yang rendah. Untuk itu kami menawarkan konsep wisata agro yang sesungguhnya sudah banyak diterapkan di daerah lain. Tapi di sini, tujuan utamanya adalah murni membantu petani lewat gerakan bela beli produk petani yang digalakkan Bupati Tegal dengan memasarkan sayuran secara langsung ke konsumen sembari menawarkan daya tarik wisata Sigedong kepada pengunjung yang hadir,” kata Hari.

    Gayung pun bersambut, salah satu Ketua Kelompok Tani setempat, Gunawan yang juga petani kopi tulen ini siap memfasilitasi 10 orang anggotanya untuk memasarkan hasil panen sayurannya dengan konsep wisata agro. Gunawan menuturkan, penurunan harga di petani terjadi karena oversupply atau kelebihan pasokan akibat permintaan komoditas sayur-mayur seperti untuk hajatan, rumah makan, hotel dan restoran berkurang drastis pasca pembatasan sosial.

    Sebelumnya, Gunawan mengaku sudah beberapa kali menjalankan konsep serupa, meski hanya bagian kecil dari paket wisata outbound yang dikelolanya. Namun, karena kegiatan outbound ikut terdampak Covid-19, aktifitas wisata petik sayurnya pun berhenti.

    Saat ditemui di rumahnya yang juga difungsikan sebagai kesekretariatan Wisata Petik Sayur ini, Gunawan mengaku senang dengan respons publik yang menurutnya di luar dugaan. “Kami tidak mengira antusiasme publik pada produk pertanian ini luar biasa, sampai-sampai kami kehabisan stok sayuran yang untuk dipetik di lahan petani di hari pertama, bahkan sebelum jam 12 siang sudah tinggal sedikit yang tersisa. Terpaksanya kami mendatangkan sayuran dari lahan lain di luar kepemilikan kelompok tani kami agar warga pengunjung yang sudah datang jauh-jauh tidak kecewa, “ tuturnya.

    Sementara untuk pelaksanaan di hari kedua, pihaknya sudah menjalin komunikasi dengan petani lain agar menyiapkan lahannya yang siap panen untuk dipetik wisatawan. Gunawan pun mengakui, transaksi jual beli pada event wisata ini sangat menguntungkan petani karena sejak awal petani sudah mendapat kepastian harga. Hal ini berbeda dengan harga beli sayuran oleh tengkulak yang sering berubah-ubah dengan dalih menyesuaikan harga pasar.

    ”Di event ini, kami memberikan harga yang pasti ke petani karena kami sudah bicara harga sejak awal. Petani pun senang dengan harga yang kami tawarkan, termasuk transaksi pembeliannya yang dilakukan secara tunai langsung ke petani. Dan ini berbeda kalau mereka bertansaksi di tengkulak karena ada tempo pembayaran,” ungkap Gunawan.

    Di sisi lain, penyelenggaraan Wisata Petik Sayur tersebut juga membawa berkah bagi petani lainnya di Sigedong karena harga jual di tengkulak pun ikut merangkak naik. Atas kenaikan harga di pasar sayur grosir tersebut, pihaknya pun ikut menyesuaikan agar tidak timbul gejolak antara petani yang menjual ke wisatawan dengan tengkulak sebagai pembeli tetapnya.

    Dari pantauan Humas Pemkab Tegal, harga sayur-mayur yang dijual petani pada even tersebut mengalami sedikit kenaikan dimana cabai merah dijual dengan harga Rp 15.000 per kilogram, kubis Rp 1.000 per kilogram, daun bawang Rp 7.500 per kilogram, pokcay Rp 2.000 per kilogram, sawi Rp 600 per kilogram, tomat Rp 1.500 per kilogram, dan buncis Rp 8.000 per kilogram.

    Menanggapi adanya perbedaan harga dari leaflet promosi digital yang dirilis Humas Pemkab Tegal, rata-rata pengunjung mengaku tidak mempermasalahkannya. Kenaikan tersebut dinilainya masih wajar karena di bawah harga pasar. Pernyataan ini disampaikan tidak hanya oleh dua atau tiga orang pengunjung, tapi lebih dari itu. Salah satunya Aminah yang sengaja datang dari Kota Tegal. Ia mengaku sangat senang bisa memetik langsung hasil pertanian tanpa harus bersusah payah menanam, merawat dan memupuknya. Soal harga, menurut ibu rumah tangga yang datang bersama kelompok pesenam ini, terbilang masih sangat murah.

    “Sebenarnya kami tidak terlalu mempermasalahkan harga. Bisa memetik sendiri dan menikmati sejuknya udara dingin dan pemandangan di pegunungan ini saja sudah lebih dari harapan kami datang ke sini,” ujarnya. (Agung)



    Pembaca setia, beri masukan atas artikel ini dapat menghubungi Contak Pengaduan berikut ini  :

    Telpon/SMS/WatsApp ke 0813 71662235 dan / atau Suret E-mail: harianberantas@gmail.com dan/atau melalui kolom komentar di bawah ini.

    DPRD Jabar Menyambut Baik Rencana Perda Covid 19

    Harian Berantas, Bandung - DPRD Provinsi Jawa Barat menyambut baik akan dibuatnya Raperda tentang Covid 19. Pasalnya, dalam oerceoatan penanggulangan penanganan Covid 19 ini sangat penting untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat Jawa Barat.

    Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat, Buki Wibawa Karya Guna mengapresiasi atas rencana pembentukan perda tersebut. Sehingga, masyarakat Jawa Barat dapat lebih mewaspadai dengan adanya perda tersebut salah satunya penerapan protokol kesehatan.

    "Apalagi pada masa AKB sekarang ini masih banyak masyarakat yang abai terhadap protokol kesehatan. Dan itu menjadi salah satu penyebab meningkatnya Covid 19 di Jabar," ujar Buky dalam Rapat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covidb19 di Mapolda Jabar, Jalan Sukarno Hatta, Kota Bandung, Senin (21/9/2020).

    Dia menambahkan, pihaknya mendukung penuh percepatan penanganan Covid 19 kepada Pemprov Jabar dengan memperhatikan perkembangan ekonomi di Jabar.

    "Satu hal yang tidak kalah penting ialah geliat ekonomi di Jabar dalam masa AKB ini," tandasnya.(rp)***
     
    Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
    Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
    Template Created by Creating Website Published by Berantas
    Proudly powered by Berantas