Headlines News :

    Calon Kapolri Didukung Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru

    HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Calon Kapolri dapat dukungan dari pemuka Agama dan masyarakat Kecamatan Tampan, yang ditunggu masyarakat Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo sebagai pimpinan tertinggi Polri, Senin, 18/1/2021.


    Para tokoh Agama dan Tokoh masyarakat Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru, mengharapkan Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo menjadi pimpinan tertinggi di Institusi Polri dan mendukung penuh kepada calon Kapolri, yang ditunggu-ditunggu oleh masyarakat luas, Senin, 18/1/2021.


    Hal ini seperti disampaikan Muhammad Arlis selaku Tokoh Agama Kelurahan Tobek Godang Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru, Senin siang 18/1/2021.


    Secara tegas, dirinya selaku tokoh Agama Kelurahan Tobek Godang Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru, mendukung penuh calon Kapolri yang diajukan langsung Presiden RI Joko Widodo dan menyatakan semoga Polri tetap jaya dan sukses.


    Muhammad Arlis juga mengatakan pengangkatan calon Kapolri tersebut, dinilai sudah tepat dilakukan pemerintah, karena ianya sangat dekat dengan ulama dan memang keberadaan Komjen Pol Listiyo Sigit Prabowo sarat prestasi di Kepolisian Negara Republik Indoensia dan sangat diharapkan bisa memimpin Polri ke depan yang nantinya dapat bekerja sama dengan masyarakat, jika ianya terpilih nantinya itu merupakan amanah untuk menjalan tugas selalu pimpinan tertinggi polri


    Hal yang sama juga disampaikan Ustadz Ilyas Hanafi, tokoh agama Kelurahan Air Putih Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru, pada Senin siang, 18/1/2021.


    Ia mengatakan selaku Tokoh Agama Kelurahan Air Putih Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru, dirinya mendukung penuh calon Kapolri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo karena sosok yang dekat dengan ulama dan masyarakat


    "Upaya dan langkah nantinya dapat bekerkeja sama dengan masyarakat dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif semoga Polri tetap jaya dan sukses dan lebih hebat lagi," ujar Ilyas Hanafi.


    Selanjutnya, dukungan yang sama disampaikan Ustadz Supriyadi Tokoh agama Kelurahan Air Putih Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru dalam hal pencalon Kapolri tersebut.


    Ustadz Supriyadi ini sangat mendukung calon Kapolri Komjen Pol Listyo Sigit Probowo, yang ditunjuk langsung Presiden RI Joko Widodo, Senin 18/1/2021.


    Ia sangat setuju dengan calon Kapolri yang nanti terpilih sebagai Kapolri dan dapat membawa Polri yang lebih baik lagi. Dengan tegas, tokoh agama ini, menyampaikan semoga Polri lebih Jaya dan sukses ke depannya dan lebih dekat lagi dengan masyarakat.


    "Ini harus kita dukung penuh pemilihan calon kapolri semoga Komjen Pol Listiyo Sigit Prabowo dapat terpilih menjadi Kapolri,"ujar Ustadz Supriyadi


    Hal senada juga disampaikan Andi Abdillah, selaku tokoh masyarakat di Kelurahan Sidomulyo Barat Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru pada Senin siang, 18/1/2021.


    Tokoh masyarakat yang sekaligus Sekretaris Lurah tersebut, mengaku sangat mendukung langkah Presiden Joko Widodo yang mengusulkan Komjen Pol Listiyo Sigit Prabowo, sebagai calon Kapolri.


    Ia menilai, sosok calon Kapolri Baru tersebut, dinilai sudah tepat diusulkan Presiden Joko Widodo, karena memang track record-nya di Kepolisian, cukup berprestasi dan memiliki dedikasi dan loyalitasnya yang tinggi untuk membangun Polri kedepannya untuk lebih baik lagi.


    Disamping itu dikatakan calon Kapolri Komjen Pol Listyo Prabowo merupapak sosok yang dekat dengan alim ulama dan masyarakat.


    Besar harapan kami nanti Komjen Pol Listyo Sigit Praboro menjadi Kapolri tidak ada lagi diskriminasi terhadap ulama serta amanah menjalankan tugas dan dapat terus menjaga NKRI," tegas Andi Abdillah


    Selanjut disampaikan Alwetra S.I, KOM, Kelurahan Air Putih Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru, mendukung penuh calon Kapolri Komjen Pol Listiyo Sigit Prabowo, Senin 18/1/2021.


    Tegas, Alwetra S.I, KOM mewakili Lurah Air Putih mendukung penuh calon Kapolri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo yang ditunjuk langsung oleh Presiden RI Joko Widodo.


    "Saya yakin, di tangan beliau nantinya karakteristik Polri semakin sukses dan tetap jaya," pungkas Alwetra S.I, KOM 


    Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol H. Nandang Mu'min Wijaya., SIK, MH, menyambut baik adanya dukungan positif masyarakat Kota Pekanbaru, terkait keberadaan dukungan pemilihan calon Kapolri yang ditunjuk langsung Presiden RI Joko Widodo.


    "Saya mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi dukungan tokoh masyarakat dan Pemuda kota Pekanbaru, terkait pemilihan calon Kapolri  ini, karena bagaimana pun kita harus bersama-sama bersinergi dan beker jasama dalam menciptakan situasi kamtibmas yang koƱdusif," ujar Kapolresta.


    Dikatakan Kapolresta, dengan adanya sinergitas bersama masyarakat untuk bekerja sama dan bersatu menciptakan suasana yang kondusif ditengah-tengah masyarakat, setidaknya Polri semakin kuat bersama masyarakat dalam mendukung tugas Polri selama ini.


    "Kami turut bangga dan mengucapkan terima kasih kepada masyarakat kota Pekanbaru atas dukungan ini, semoga kerja sama yang sudah terjalin selama ini menjadi semangat kami untuk memberikan pelayanan kepada masyarat," pungkas Kapolresta Pekanbaru. ***(Resta/Anas)

    Asyik Main Judi Ikan " 7 Pemain Gelper Diangkat Team Opsnal Polsek Mandau

    HARIANBERANTAS, MANDAU- Sedang Asyik bermain judi Tembak Ikan, 7 Orang Pemain Judi Gelper tak dapat berkutik saat rombongan Team Opsnal Polsek Mandau Kabupaten Bengkalis tiba - tiba masuk dan melakukan pengrebekan di lokasi judi tersebut. 



    Dimama dijelaskan oleh Kapolres Bengkalis AKBP   Hendra Gunawan, S.IK.,MT melalui Kompol Hariadi, SIK didampingi Brigadir Ilham selaku Humas Polsek Mandau mengatakan kepada awak media bahwa kronologis penangkapan para diduga pelaku Perjudian berawal dari laporan Masyarakat berinisial DA (36) yang merasa resah akan adanya kegiatan judi ikan yang sangat meresahkan Masyarakat. 


    Menanggapi laporan tersebut tepatnya pada hari Kamis tanggal 14 Januari 2021 sekitar pukul 14.30 wib, dibawah komando / perintah Kapolsek Mandau Kompol Arvin Hariadi, SIK Team Opsnal Polsek Mandau yang saat itu dipimpin langsung oleh Kanit Reskrim Polsek Mandau Iptu Firman Fadhila, SIK langsung bergerak melakukan penyelidikan ke lokasi yang diduga sebagai tempat / sarang perjudian


    Sesampainya di lokasi Team langsung melakukan penyelidikan terhadap diduga adanya perjudian jenis ikan-ikan di Jalan Lintas Duri-Dumai.


    Kemudian hasil dari penyelidikan bahwa benar adanya perjudian tersebut di TKP.


    Mendapati hal tersebut Team Opsnal melakukan penggerebekan dan berhasil mengamankan 7 (tujuh) orang yang pada saat itu berada di TKP sedang bermain judi jenis mesin ikan-ikan, serta mengamankan 1 (satu) buah mesin ikan-ikan.


    Dari hasil giat tersebut sedikitnya  7 orang diduga pelaku judi beserta barang - bukti berupa 1 (satu) buah mesin ikan-ikan, Uang hasil perjudian milik para Pelaku dengan total seluruhnya Rp. 1.363.000,- dan 1 (satu) buah kunci yang digunakan untuk membuka kunci meja ikan-ikan serta 1 (satu) buah Chip yang digunakan untuk transaksi koin di meja ikan-ikan .


    Adapun inisial ke 7 orang diduga tersangka 303 adalah sebagai berikut  :



    1). *RS*, 41 tahun, Laki-laki, Kristen, Wiraswasta, Desa Bumbung, Kec. Bathin Solapan, Kab. Bengkalis.


    2). *JP*, 25 tahun, Laki-laki, Kristen, Wiraswasta, Desa Bumbung, Kec. Bathin Solapan, Kab. Bengkalis.


    3). *RF*, 27 tahun, Laki-laki, Kristen, Wiraswasta, Desa Bumbung, Kec. Bathin Solapan, Kab. Bengkalis.


    4). *I*, 20 tahun, Laki-laki, Islam, Wiraswasta, Desa Kesumbo Ampai, Kec. Bathin Solapan, Kab. Bengkalis.


    5). *K*, 51 tahun, Laki-laki, Islam, Wiraswasta, Desa Bumbung, Kec. Bathin Solapan, Kab. Bengkalis.


    6). *KM*, 38 tahun, Laki-laki, Islam, Wiraswasta, Desa Bumbung, Kec. Bathin Solapan, Kab. Bengkalis.


    7). *F*, 25 tahun, Laki-laki, Islam, Wiraswasta, Desa Rimba Melintang, Kec. Tanah Putih, Kab. Rokan Hilir.


    Atas pelanggaran tersebut  ke 7 orang diduga pelaku beserta barang bukti langsung diamankan dan dibawa ke Mako Polsek mandau untuk kemudian diserahkan ke Penyidik guna pemeriksaan lebih lanjut. ***

    Pelarian DPO Curanmor Kandas Usai Dibekuk Buser Polsek Pinggir

    HARIANBERANTAS, PINGGIR- Setelah sekian lama mengarungi kehidupan ditengah pelarian, Nasib DPO spesial pencuri sepeda motor (curanmor) berinisial AP terhenti setelah ditangkap tim buru sergap (Buser) Polsek Pinggir-Bengkalis.



    AP ditangkap setelah dilaporkan oleh korban usai melancarkan aksi pencurian sepeda motor Kawasaki KLX 150S bersama kelompok RL kandas.

    Informasi yang dirangkum melalui rilis kepada awak media oleh Kapolres Bengkalis AKBP Hendra Gunawan, S.IK.,MT melalui Kapolsek Pinggir Kompol Firman V.W.A Sianipar, SH.,MH didampingi Kasi Humas Polsek Pinggir BRIPKA Juanda Marpaung mengatakan, pada hari Rabu tanggal 13 Januari 2021 sekira pukul 01.00 WIB, Team opsnal memperoleh informasi bahwa Tersangka AP yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) pencurian sepeda motor bersama dengan Tersangka RL Dkk sedang berada di daerah Duri di rumah temannya di Jalan Kesehatan Kec Mandau Kab Bengkalis.

    Selanjutnya, pada hari Rabu tanggal 13 Januari 2021 sekira pukul 03.00 WIB team opsnal Polsek Pinggir melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap Tersangka AP.

    Saat diinterogasi terduga tersangka AP mengakui bahwa ikut serta bersama RL, II dan SH yang sebelumnya telah ditangkap Team Opsnal Polsek Pinggir pada hari Senin, tanggal 16 November 2020 sekira pukul 18.45 WIB di daerah Jln Jawa Duri Kec. Mandau Kab. Bengkalis), lantaran diduga melakukan pencurian sepeda motor Kawasaki KLX 150S warna hitam BM 6407 EX pada hari Minggu tanggal 01 November 2020 sekira pukul 20.00 WIB di Jl. Sinar Toba RT 006 RW 003 Desa Pinggir Kecamatan Pinggir Kabupaten Bengkalis tepatnya di dekat pintu belakang rumah korban SS.

    Tak hanya itu saja diduga tersangka AP juga mengakui keterlibatannya dalam beberapa aksi kejahatan lainnya seperti pencurian sepeda motor KLX di daerah Mandau bersama dengan kelompok Tersangka RL.

    Tersangka AP bersama dengan Tersangka RL Dkk merupakan spesialis curanmor yang mengincar sepeda motor kawasaki KLX milik korban yang tidak terkunci stangnya, kemudian Tersangka RL dan Tersangka AP mengambil sepeda motor korban dengan cara mendorong lalu membawa sepeda motor dengan cara mesteam, sedangkan Tersangka SH mengamati disekitar lokasi saat Tersangka RL dan Tersangka AP beraksi, sedangkan Tersangka II menjual sepeda motor hasil curian melalui media online.

    Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, Tersangka AP dibawa Team Opsnal ke Polsek Pinggir dan ancaman hukuman 7 tahun penjara. (Polsek Pinggir/red)

    Diminta Aparat Hukum Usut Dugaan Korupsi Pembangunan Gudang Farmasi Inhu Rp2,4M

    HARIANBRANTAS, INHU- Gudang Farmasi yang dibangun Pemerintah daerah (Pemda) Indragiri hulu (Inhu) tahun anggaran 2016 Rp.1.7 milyar rupiah dinilai membanjir. Pasalnya, hingga kini gedung megah ini tak berfungsi.

    Selain itu pada tahun anggaran 2017 Pemda kembali menganggarkan untuk pembangunan pagar sebesar Rp. 700 juta.

    Kedua anggaran tersebut sebesar Rp2,4 miliar. Kuat dugaan bernuansa korupsi. Sebab, bangunan yang terlihat megah di jalan Lintas Timur Kelurahan Pematang Reba Kecamatan Rengat Barat Kabupaten Inhu itu tak berfungsi, diduga salah satu korban praktik korupsi oknum pejabat Pemda Inhu semasa pemerintahan Yopy yang sebentar lagi akan pensiun.

    Pantauan tim investigasi awak media ini dilokasi terlihat gedung gudang farmasi Inhu sampai saat ini belum bisa difungsikan karena sudah mengalami kerusakan.

    Aneh bin ajaib, bangunan yang menelan biaya miliaran rupiah itu belum difungsikan sudah rusak parah., Bahkan instalasi kabel listrik disekitar bangunan tidak ada terlihat lagi. Padahal dikontrak awal Listrik sudah terpasang. Bukan itu saja, jalan menuju bangunan juga belum terjamah.

    Terbakarnya Gudang Farmasi Lama 20/08/2020 di Jalan Pekanheran km 4 Kelurahan Pematang Reba, juga tidak di bangun sehingga tidak bisa di fungsikan.

    Salah seorang Pegawai Gudang Farmasi yang tak mau disebut namanya mengatakan, jika pernah disuruh oleh kepala dinas Elis Julinarti untuk pindah digedung baru setelah Gudang lama terbakar.

    "Kami pernah disuruh oleh Kadis Elis Julinarti untuk pindah ke gudang tersebut setelah Gudang lama terbakar, tapi setelah Kami Cek kabel kabel listrik didalam bangunan tidak ada. Lalu kami lapor kembali bahwa tak dapat dipakai karena listrik tak ada lagi, lalu Gedung Serbaguna yang saat ini dipakai untuk Gudang" ujarnya.

    Kadis Kesehatan Inhu Kita jumpai di Kantornya jalan Lintas Timur hari Jumat 15/01/2021 untuk Kompirmasi tidak dapat dijumpai dan enggan menerima wartawan. Bahkan di telpon melalui selularnya tak mau menjawab.

    Menurut ajudan Kadis Elis bernama Ani kepada wartawan media ini mengatakan, jika kadiskes tidak bisa di jumpai.

    "Ibu saat ini tidak bisa dijumpai karena sedang Zoom ke propinsi, polres dan Pemda" ujarnya.

    Karena tak bisa dijumpai sesuai info ajudannya, lalu Wartawan HarianBrantas memberi nomor seluler agar dapat dihubungi kalau sudah Siap.

    Diharapkan kepada aparat hukum agar sesegera mungkin mengungkap tabir praktik korupsi pembangunan gudang farmasi Inhu tersebut.

    Sampai berita ini muat, Kadiskes belum memberikan informasi. Inilah bobroknya Salah satu Pimpinan di Inhu. 16/01/2021. ***(Pinten S)

    Wakil Bupati Inhu H. Khairizal Hadiri Sertijab TNI-AU di Pekanbaru

    HARIANBRANTAS, INHU- Wakil Bupati Indragiri Hulu H Khairizal hadiri Malam Pengantar Tugas Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara Roesmin Nurjadin Pekanbaru yang digelar di Balai Serindit Aula Gubernuran, Jalan Diponegoro, Pekanbaru, Jumat (15/1/2021) malam.

    Acara yang digelar dengan penerapan protokol kesehatan itu dihadiri Wakil Gubernur Riau Edi Natar Nasution dan istri beserta sejumlah unsur Forkopimda Riau termasuk Ketua DPRD Riau Yulisman, Danrem 031 Wirabima Ismed, serta BUMN dan BUMD di Riau.

    Rangkaian acara dimulai dengan gelaran makan malam bersama. Wabup Khairizal tampak menempati tempat duduk di sisi sebelah kanan bersama beberapa pimpinan daerah Kabupaten Pelalawan, Meranti dan kabupaten lainnya.

    Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution menyampaikan terima kasih atas dedikasi dan pengabdian Marsma TNI Rony Irianto Moningka, ST. MM selama menjalankan tugas selama dua tahun enam bulan di Riau.

    "Atas nama pemerintah dan masyarakat Riau saya menyampaikan terima kasih dan selamat menjalankan tugas di tempat yang baru," tutur Wagub Edy Natar Nasution.

    Menurut Wagubri kurun waktu hampir tiga tahun adalah waktu yang cukup lama. Ini mengisyaratkan bahwa bumi lancang kuning memberi kesan baik menerima Marsekal beserta keluarga.

    Diketahui, Marsma TNI Rony Irianto Moningka, ST. MM akan menempati jabatan baru selaku Wakil Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara di Lembang Bandung Jawa Barat.

    Sebagai pengganti beliau sebagai Danlanud Roesmin Januri yang baru adalah Marsekal Pertama TNI Andi Kustoro.

    Seluruh rangkaian acara pengantar alih tugas malam itu diakhiri dengan penyerahan cendera mata mulai dari Wagubri dan unsur forkopimda serta para pimpinan daerah kabupaten/kota se Riau. ***(Pinten Sitorus).

    Melalui Seminar, DPD SPRI Riau Ungkap Praktek Monopoli Anggaran Belanja Iklan di Media Rp140 Triliun/Tahun

    HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Salah satu organisasi Pers Nasional yang sudah berusia 21 tahun yaitu, Serikat Pers Republik Indonesia atau SPRI semakin menguatkan peran dan fungsinya dalam dunia Jurnalistik dalam memperjuangkan kebebasan Pers, dan kesejahteraan perusahaan Pers sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers, Jum’at kemaren di Hotel Pesona Kota Pekanbaru Provinsi Riau, (15/01/2021).

    Seminar yang cukup menarik perhatian insan Pers ini, di gelar jajaran DPD Serikat Pers Republik Indonesia (SPRI) Provinsi Riau dalam hal mengangkat realisasi belanja iklan Nasional yang mencapai sebesar Rp140 triliun setiap tahun, dan mengundang narasumber dari Pemerintah Daerah, Kepolisian, Kejaksaan, DPRD, Kanwil I KPPU Medan, Pakar Hukum pidana, termasuk okoh Pers di Provinsi Riau.

    Diskusi yang digelar selama kurang lebih 4 jam itu pun berlangsung menarik dan mampu memukau para peserta yang terdiri dari perusahaan media lokal, organisasi Pers, insan Pers di Provinsi Riau, dan sejumlah akademisi.

    Dalam mengawali materinya, ketua DPD Riau SPRI, Feri Sibarani, STP menguraikan kepada peserta dan Narasumber, bahwa segala bentuk kegiatan ekonomi, termasuk didalam dunia Pers, tidak boleh mengabaikan prinsip-prinsip demokrasi dan keadilan sebagaimana di amanatkan oleh undang-undang.

    Hal itu dikemukakan dihadapan para narasumber seminar, insan Pers dan undangan lainnya. Dimana SPRI mengetahui adannya praktek monopoli oleh sejumlah media besar di tanah air dari tahun ke tahun selama ini.

    "Dari informasi yang kami temukan, ternyata ada ketidak adilan ekonomi dan kami duga sebagai praktek monopoli belanja iklan Nasional oleh sejumlah media besar di Jakarta, ini sangat tidak adil, karena media di daerah tidak mendapatkan kesempatan sama sekali, bagaimana ini bisa terjadi pak? tanya Feri kepada Ramli Simanjuntak, selaku Kakanwil I KPPU Medan.

    Namun diketehui, atas pertanyaan Ketua DPD Riau SPRI, Feri Sibarani, Ramli Simanjuntak dari Kanwil I KPPU Medan, dengan panjang lebar memaparkan pendapat, bahwa terkait jumlah belanja iklan nasional sebesar ratusan triliun rupiah diakuinya sebagai informasi yang real sesuai fakta. Namun dirinya tidak sepakat bahwa kejadian tersebut sebagai praktek monopoli.

    "Setelah kami evaluasi akan hal itu, maka sesungguhnya bukan praktek monopoli, melainkan monopoli yang diatur dengan regulasi. Hal itu dapat dimungkinkan terjadi, dimana perusahaan pengiklan adalah raja, dan berhak untuk memilih kepada media mana ia akan belanja iklan karena semua perusahaan akan lebih memilih media besar dan punya cakupan yang lebih luas, dimana akan menjangkau lebih banyak pemirsa yang akan melihat iklan nya," terang Ramli.

    Kegiatan seminar yang berlangsung dengan menarik serta mengedukasi para insan pers itu, berjalan sangat menarik, karena mengupas soal adanya belanja iklan Nasional media, sebesar ratusan triliun yang hanya dikuasai oleh sekelompok media besar nasional.

    Ketua DPD Riau SPRI, Feri Sibarani selaku moderator dalam seminar itu berkali-kali meminta narasumber, khususnya kanwil I KPPU Medan, Ramli Simanjuntak untuk menjelaskan mengapa praktek monopoli belanja iklan Nasional di Media tersebut dapat berjaya di Negara yang berasaskan Pancasila dan UUD 1945 dengan paham demokrasi serta keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

    "Jika begitu adanya, lantas dimana keadilan ekonomi yang seharusnya menjadi falsafah kita semua, termasuk oleh para perusahaan pengiklan, yang tidak boleh hanya memikirkan soal keuntungan semata tanpa mempertimbagkan keadilan dan kesenjangan ekonomi yang di akibatkan praktek monopoli itu," lanjut Feri.

    Feri juga mengutip amanah pasal 2 ayat (1) UU Nomor 5 tahun 1999, tentang larangan praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat, yang mengatakan perusahaan tidak boleh melakukan itu, melainkan harus memberikan kesempatan dan peluang yang sama kepada perusahaan besar, menengah, dan kecil, guna menjamin kesejahteraan semua warga negara.

    "Kepada narasumber dari kanwil I KPPU Medan, apa yang terjadi dengan kenyataan belanja Iklan seperti yang dilansir oleh media ternama di Indonesia, bahwa ditemukannya nilai yang sangat besar terkait belanja iklan Nasional, dan dikuasai oleh segelintir media besar nasional, apakah ini adil? dan sengaja di biarkan atau bagaimana?," tanya Feri Sibarani.

    Feri dengan tegas mengatakan, disamping berbagai alasan bisnis para pengiklan untuk tidak membagi belanja iklannya kepada media-media di daerah, konsekwensinya ada bentuk ketidakadilan ekonomi dan ketidak perdulian Pemerintah terhadap nasib ribuan perusahaan media di daerah.

    "Apakah boleh perusahaan pengiklan dengan semaunya dan tanpa mempertimbangkan prinsip keadilan ekonomi sebagaimana tertuang didalam UUD 1945, dalam merealisasikan belanja iklannya yang hanya tertuju pada media-media besar di pusat Negara, sementara ribuan media di daerah diabaikan sehingga terjadi kesenjangan ekonomi? ," Tanya Feri Sibarani.

    Atas hal itu, Ramli Simanjuntak pun tidak banyak memberikan analisanya, melainkan sebagai peran KPPU ia mengakui hanya pada evaluasi regulasi yang ada. Ramli mengatakan, atas dasar evaluasi pihaknya terhadap realisasi anggaran belanja iklan Nasional tersebut, tidak menemukan adanya praktek monopoli, melainkan monopoli yang diatur dalam Undang-undang.

    "Negara memang bisa memberikan aturan monopoli itu kepada perusahaan besar, sebut saja, ada Pertamina, ada PLN, ada Bandara, semua itu kan hak monopoli yang diatur, sehingga boleh saja," urai Ramli Simanjuntak.

    Menurutnya, sepanjang kegiatan belanja iklan Nasional tersebut tidak dilakukan secara kongkalikong, atau adanya praktek monopoli, maka itu boleh.

    Disisi lain, pakar hukum pidana Riau, Dr. Zulkarnain, SH.,M.H, dari Universitas Islam Riau (UIR), dalam pandangan hukumnya mengatakan, di Negara yang berdasarkan demokrasi Pancasila dan UUD 1945, tindakan monopoli atau persaingan usaha tidak sehat itu tidak dibenarkan.

    "Penguasaan belanja iklan nasional sebesar ratusan triliun rupiah oleh sekelompok media ini pantas untuk di lakukan penyeledikan, apakah benar kegiatan seperti ini dapat dibenarkan secara hukum, karena sangat jelas adanya penguasaan atas suatu kegiatan usaha, tertutupnya akses atau kesempatan kepada media kecil didaerah, ini merupakan ranahnya pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan agar perusahaan media lokal tidak mati," ujar Zulkarnain.

    Hal senada disampaikan oleh perwakilan Kajati Riau, dimana menurut staf Asintel Kejati Riau, Ali, pihaknya tertarik untuk mengetahui sejauhmana nilai tambah yang diberikan oleh angka belanja iklan Nasional tersebut kepada Negara.

    "Fungsi kami adalah sebagai penuntut umum, dari proses belanja iklan Nasional tersebut, misalnya dari harga satuan produk yang sangat mahal, benarkah ada nilai tambah ke Negara? Atau siapa saja yang menikmati? Ini perlu upaya penyelidikan, dan jika ada indikasi, kami akan lakukan proses hukum terhadap unsur-unsur korupsi," katanya.

    Diakhir acara seminar sehari SPRI, Ketua DPD Riau SPRI, Feri Siabrani, STP, juga menilai bahwa masa depan media khususnya di Riau, sebutnya sudah semakin padam.

    Menurutnya lagi, jika dilihat dari sisi kehidupan pers, menunjukkan suatu indikasi masa depan kelam, dimana dalam mendapatkan income dari sektor iklan sangat minim, sementara disisi lain media harus terus mencari informasi untuk kebutuhan pemberitaan, dan pemerintah sekan tidak mau perduli.

    Atas hal itu, SPRI berkeinginan untuk mencari terobosan baru, guna memenuhi kebutuhan finansial perusahaan Pers, diamana dalam waktu ke waktu, SPRI melihat adanya suatu potensi yang dapat di raih, yakni belanja iklan Nasional ratusan triliun rupiah, yang selama ini di monopoli oleh segelintir media besar, namun dalam hal ini, Pemerintah sebagai penyelenggara Negara di minta untuk hadir dalam sengkarut dunia perusahaan media yang kian larut dalam sebuah teka teki perjalanan hidup.

    "Semoga insan pers yang tergabung kedalam SPRI, kita dapat berjuang bersama-sama, untuk merebut hak-hak kita. Keadilan ekonomi dan demokrasi adalah hak asasi manusia yang harus kita rebut, kita tidak boleh tinggal diam dan menunggu, mari kita bersatu," pungka Feri. ***(SP/Joh)

    Inhu Dalam Darurat, Operasi Yustisi Covid-19 Makin Ditungkatkan

    HARIANBERANTAS, INHU- Hingga saat ini tim pemburu teking Covid-19 Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) masih melaksanakan razia yustisi diseluruh wilayah Inhu, bahkan intensitas jadwal operasi ditingkatkan dari biasanya mengingat jumlah positif Covid-19 di Inhu terus bertambah.

    Jumat 15 Januari 2021 malam, tim pemburu teking Covid-19 mulai dari kota Rengat dan sekitar hingga Kecamatan menggelar operasi yustisi dan hasilnya 73 masyarakat pelanggar Protkes, seperti tidak memakai masker terjaring razia.

    Kapolres Inhu AKBP Efrizal S.IK melalui PS Paur Humas Polres Inhu Aipda Misran, Sabtu 16 Januari 2021 pagi membenarkan terjaringnya puluhan warga pelanggar Protkes tersebut.

    Berikut hasil operasi yustisi dalam rangka implementasi Inpres nomor 6 tahun 2020 dan Peraturan Bupati (Perbup) Kabupaten Inhu nomor 63 tahun 2020 tentang protokol kesehatan dan sanksi bagi pelanggar guna mengantisipasi penyebaran Virus Corona/Covid-19 di wilayah hukum Polres Inhu dan Polsek Jajaran.

    Teguran lisan sebanyak 40 pelanggar, teguran tertulis sebanyak 23 pelanggar, teguran tempat usaha 6 pelanggar dan sanksi sosial 4 pelanggar.

    "Kegiatan berakhir pada pukul 23.00 WIB dan berlangsung dengan aman serta lancar, bahkan masyarakat sangat mendukung operasi ini sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Inhu," imbuh Misran. ***(SB)

    Peringati Hari Samudera, Wali Kota & TNI/Polri Ziarah di TMP Pura Kusuma Negara

    HARIANBERANTAS, TEGAL- Mengenang peristiwa pertempuran Laut Arafuru, Pangkalan TNI AL Kota Tegal melaksanakan ziarah dan tabur bunga peringatan Hari Dharma Samudera di Taman Makam Pahlawan (TMP) Pura Kusuma Negara Kota Tegal, Jum'at (15/1).

    Ziarah tersebut dipimpin Kadisbintal TNI AL Laksamana Pertama TNI Drs. Ian Heriyawan. 

    Hadir pada ziarah dan tabur bunga tersebut Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono, Danlanal Tegal Letkol Marinir Ridwan Aziz, Kapolres Tegal Kota AKBP Rita Wulandari Wibowo, Dandim 0712/Tegal Letkol Inf Sutan Pandapotan Siregar. 

    Menurut Ian Heriyawan kebersamaan Pemkot Tegal dan Jajaran Forkopimda dapat membanggakan bagi para leluhur yang telah mendahului.

    Ian Heriyawan berpesan kepada generasi muda, apa yang sudah ditorehkan oleh pahlawan Kusuma bangsa diikuti jejak langkahnya. Karena, Ian yakin apa yang telah ditorehkan para pahlawan yang terbaik untuk bangsa dan negara. 

    Ziarah pada Hari Dharma Samudera ini, kata Ian, merupakan peringatan hari pahlawan kusuma bangsa, prajurit matra laut yang telah mendharma bhaktikan dirinya, jiwanya dan segenap raganya untuk bangsa dan negara. 

    "Selain itu, ini merupakan proses pewarisan nilai dari para leluhur kepada generasi berikutnya," ungkap Ian. Sehingga, kata Ian, jiwa militansi dan semangat juang prajurit itu tetap menggelora baik prajurit TNI maupun Kepolisian Republik Indonesia. ***(Ag)

    Kapolresta Bersama Ketua Bhayangkari Minta Masyarakat Jangan Takut Divaksin

    HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Bangga menjadi orang pertama menerima vaksin sinovac sebagai pengganti anti virus covid-19, Ketua Bhayangkari Cabang Kota Pekanbaru Ervinna Nandang Wijaya, mengajak masyarakat Kota Pekanbaru, agar ikut menerima vaksin Covid-19, demi menyelamatkan diri sendiri, keluarga, masyarakat dan bangsa Indonesia dari ancaman bahaya virus yang masih mengintai saat ini.


    Pernyataan itu disampaikan Ervina Nandang bersama Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol H Nandang Mu'min Wijaya, SIK, MH saat mengikuti Pencanangan Pemberian Vaksinasi Covid-19 Kota Pekanbaru di Puskesmas Rejosari Jalan Utama Kelurahan Rejosari Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru, Kamis 14 Januari 2021.

    Turut hadir dalam acara tersebut diantaranya, Walikota Pekanbaru Dr. H. Firdaus, ST, MT, Wakil Walikota Pekanbaru H. Ayat Cahyadi, Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol H. Nandang Mu'min Wijaya, S.I.K, M.H beserta Ketua Bhayangkari Cabang Kota Pekanbaru Ervina Nandang. 

    Kemudian Dandim 0301 Wirabima diwakili oleh Pasi Intel Mayor Inf. Purba, Kajari Kota Pekanbaru Andi Suharlis, SH, MH, Ketua PN Pekanbaru Saut Marulitua Pasaribu, SH, MH, Sekdako Pekanbaru H. Muhammad Jamil, M.Ag, M.Si, Sekretaris MUI Kota Pekanbaru Dr. H. Hasyim, S.Pd.I., MA, Para Kadis, Kaban se Kota Pekanbaru.

    Selanjutnya, hadir juga Ketua DPD PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia) Kota Pekanbaru Dipa Handra, Ketua DPD LPM Kota Pekanbaru Sarjoko, Ketua Bhayangkari Cabang Kota Pekanbaru, Ketua Dharmawanita Pekanbaru, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat sekota Pekanbaru, Para Camat, Lurah, Forum RT/RW sekota Pekanbaru melalui Virtual.

    Dikatakan Ervina Nandang, dirinya bersama Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol H Nandang Wijaya, SIK MH, adalah orang pertama pasangan suami istri sebagai anggota Forkopimda Kota yang menerima vaksin covid-19 di provinsi Riau bahkan bisa dibilang ditingkat secara nasional.

    Dalam testimoninya usai menerima suntikan vaksin covid-19, Ervina Nandang merasa bangga dan bersyukur mendapatkan suntikan vaksin, karena dari lubuk hatinya yang dalam sangat ingin sekali mendapatkan vaksin tersebut demi keselamatan diri sendiri, keluarga dan bangsa Indonesia.

    "Ini murni dari lubuk hati saya yang dalam sebagai seorang ibu dan sekaligus sebagai tokoh masayarakat bersama Forkopimda kota, tanpa adanya tekanan dari manapun, bahkan dari suaminya sendiri," ungkap Ervina Nandang.

    Lantaran itu, dirinya mengajak anggota masyarakat termasuk kaum ibu-ibu kota Pekanbaru, untuk ikut mendapatkan vaskin covid-19, demi keselamatan diri, keluarga, masyarakat dan bangsa Indonesia. 

    "Jangan mudah termakan berita-berita hoaks yang menyatakan vaksin ini berbahaya dan lainnya, itu semua harus dibuang dari pikiran kita dan mari kita selamatkan diri kita, keluarga dan lingkungan kita dari bahaya virus tersebut," pungkas Ervina Nandang meyakinkan.  

    Sementara itu, Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol H Nandang Mu'min Wijaya, SIK MH, mengatakan pencanangan pemberian vaksinasi covid-19 tersebut, merupakan program pemerintah sebagai upaya memutus mata rantai covid-19 yang mengintai hingga saat ini. 

    Menurutnya, langkah dan upaya pemerintah tersebut harus didukung bersama-sama dengan masyarakat, apalagi keberadaan vaksin tersebut sudah melewati berbagai standar organisasi kesehatan dunia, uji klinis dan berbagai negara maju sudah menerapkannya di negara mereka.

    "Karena itu, saya mengajak masyarakat kota Pekanbaru, agar jangan takut menerima suntik vaksin covid-19 ini. Sebab upaya kita ini, adalah upaya kita menangkal diri kita dari bahaya virus tersebut," pungkas Kapolresta.

    Pantauan, antusias masyarakat kota Pekanbaru untuk mendapatkan vaksin tersebut bisa dibilang cukup tinggi, hal ini terlihat dari kehadiran dan kesedian puluhan tokoh masyarakat yang ikut bergabung untuk menerima acara vaksinasi Covid-19 Kota Pekanbaru bertampat di Puskesmas Rejosari Jalan Utama Kelurahan Rejosari Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru.

    Adapun nama-nama 10 penerima peserta vaksin tersebut, diantaranya, Wakil Walikota Pekanbaru H. Ayat Cahyadi, Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol H. Nandang Mu'min Wijaya, S.I.K, M.H, Ketua Bhayangkari Cabang Kota Pekanbaru Ervinna Nandang Wijaya, Dandim 0301 yang diwakili Pasi Ops Kodim 0301 Wirabima Kapten Arh. Nirzam, Kejari Kota Pekanbaru Andi Suharlis, SH, MH.

    Kemudian Sekdako Pekanbaru M. Jamil, M.Ag., M.Si, Tokoh Agama Islam Prof. Dr. H. Akbarizan, MA. MPd, Tokoh Agama Budha sekaligus Ketua DPD LPM Kota Pekanbaru Sdr. Sarjoko, Tokoh Agama Hindu Sdr. I Nyoman Tutri Janata dan Tokoh Agama Kristen Sdr. Lewis Efraim Sitompul.

    Kegiataan Pencanangan Pemberian Vaksinasi Covid-19 Kota Pekanbaru di Puskesmas Rejosari Jalan Utama Kelurahan Rejosari Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru, berjalan lancar, aman dan terkendali serta tetap memperhatikan protokol kesehatan yang dimulai dari pukul 09.00 WIB hingga selesai. ***(Ans/Resta)

    Polresta Pekanbaru Tangkap 8 Terduga Sindikat Narkoba Jaringan Internasional & BB 4 Kg Shabu

    HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Kembangkan informasi petugas Avsec Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, atas penemuan empat paket sabu seberat 2019 gram, yang hendak diselundupkan ke Jakarta lewat jalur udara, Satuan Reserse Narkoba Polresta Pekanbaru, berhasil mengungkap dan mengamankan delapan orang pelaku pengedar dan kurir sabu, yang diduga sindikat peredaran Narkoba Jaringan Malaysia di Pekanbaru.

    Delapan orang tersangka pengedar dan kurir sabu jaringan Narkoba Malaysia itu, diketahui berinisial Mah alias Udin, MO alias Ori, MW alias Karni, AF alias Fiza, MI alias Ilyas alias Amat, Hen alias Hendri, IW alias Iwan dan IF alias Endik.

    "Dari tangan delapan tersangka, Tim Satres Narkoba Polresta Pekanbaru, berhasil mengamankan barang bukti sabu seberat kurang lebih 4 Kg atas pengembangan tim," kata Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol H Nandang Mu'min Wijaya, S.I.K, M.H, didampingi Kasat Res Narkoba Kompol Ryan Fajri SIK, Petugas Avsec Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru Setia Susanto dalam Konferensi Pers nya, Rabu (13/1/2021) di Loby Mapolresta Pekanbaru.

    Dikatakan Kapolresta, sebelum kedelapan tersangka dan barang bukti 4 Kg shabu diamankan petugas, Tim Satres Narkoba Polresta Pekanbaru, mendapat informasi dari Petugas AVSEC Bandara SSK II Kota Pekanbaru, bahwa pada Kamis (7/1/2021) siang.

    Tersangka kurir berinisial Mah alias Udin beserta barang bukti sabu seberat 2019 gram, digagalkan petugas Avsec, saat hendak diselundupkan ke Jakarta lewat Bandara SSK II Pekanbaru.

    Mendapat informasi tersebut lanjut Kapolresta, Tim Satres Narkoba Polresta, melakukan koordinasi dan menindaklanjuti informasi tersebut, hingga melakukan pengembangan terhadap tersangka inisial MW alias Karni saat ditemukan berada di Kamar 214 Hotel Parma Panam Pekanbaru.

    "Ketika dilakukan penggeledahan, didapatkan narkotika jenis sabu seberat 1822,2 gram dari tersangka MW alias Karni dan tersangka MO alias Ori saat berada di Kamar 212 Hotel Parma Panam," ujar Kapolresta.

    Berdasarkan pengakuan tersangka MW alias Karni kepada petugas, sebelumnya dirinya bersama tersangka Mah alias Udin, MO alias Ori, AF alias Fiza, telah membagi barang bukti sabu sebanyak delapan bungkus teh cina berisikan narkotika jenis sabu di Hotel Benteng Jalan Soekarno Hatta Pekanbaru. 

    "Empat paket diberikan kepada tersangka Mah alias Udin kurir, untuk tersangka MO alias Ori diberikan dua paket sabu dan sisanya sebanyak dua paket berada ditangannya," ulas Kapolresta.

    Atas pengakuan tersangka MW alias Karni kepada petugas lanjut Kapolresta, Tim Satres Narkoba Polresta Pekanbaru, melakukan pengembangan terhadap tersangka AF alias Fiza hingga ke Kota Dumai.

    "Dari pengakuan Karni, dirinya telah menyerahkan sebanyak dua paket sabu kepada tersangka AF alias Fiza, yang saat itu diketahui tersangka AF sudah berada di Kota Dumai," ulas Kapolresta. 

    Mendapat informasi tersebut sambung Kapolresta, Team menuju kota Dumai untuk melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan tersangka AF. Dari keterangan tersangka AF alias Riza, narkotika jenis sabu tersebut, ternyata ia terima dari tersangka MI alias Ilyas.

    Selanjutnya, Team melakukan pengejaran tersangka MI alias Ilyas dan ditemukan di kota Dumai dengan Barang Bukti Narkotika, jenis sabu seberat 207,7 gram yang disembunyikan ke dalam tanah di garase rumahnya. 

    Menurut keterangan M Ilyas, sabu diterima dari tersangka Hen alias Hendri yang saat itu ia terima di Tanjung Medang atas suruhan tersangka AF alias Fiza.

    Kemudian team bergerak cepat melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan tiga tersangka lainnya yakni, berinisial Hen alias Hendri, IW alias Iwan dan IF alias Endik saat ketiga nya berada di hotel Southern Asia Kota Dumai.

    Lanjut Kapolresta, berdasarkan keterangan tersangka Iwan kepada petugas, dirinya bersama IF alias Endik, sebelumnya mendapatkan barang bukti sabu tersebut dari Selangor Malaysia yang dijemputnya melalui jalur perairan dengan menggunakan kapal Speedboat atas suruhan inisial Ane dan Tambi jaringan Narkoba asal Malaysia. 

    Meski begitu lanjut Kapolresta, Team Satres Narkoba Polresta Pekanbaru, langsung mengamankan kedelapan tersangka bersama barang bukti 8 paket narkotika jenis sabu dengan berat bersih 3, 8 Kg dan barang bukti hasil pengembangan tiga paket narkotika jenis shabu 200 gram bersama satu unit Speed Boat dan tiga unit sepeda motor dari delapan tersangka yang diduga sindikat jaringan Narkoba Malaysia.  

    "Pasal yang disangkakan kepada para tersangka adalah Pasal 1 13 Jo 114 Ayat (2) Jo Pasal 112 ayat (2) UU RI NO 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan Ancaman Hukuman mati atau penjara paling singkat 5 (lima) tahun, paling lama 20 (dua puluh) tahun," pungkas Kapolresta Pekanbaru. ***(Ans/Resta)

    Inhu Darurat Covid-19 Mencapai 1.083 Orang

    HARIANBERANTAS, INHU- Juru bicara satuan gugus tugas penanganan Covid-19 daerah kabupaten indragiri hulu (inhu) Jawalter situmorang M.Pd menekan kan kepada masyarakat agar selelu tetap waspada pada penularan wabah corona virus disease yang kian hari makin bertambah.

    Hal ini disampaikan jawalter dalam press release rabu (13/01/21). dikatakannya, walaupun pemerintah Kabupaten Inhu dalam hal ini telah menerapkan New Normal (Adaptasi Kebiasaan Baru) ,menuju masyarakat  yang produktif dan aman dengan tujuan mempercepat penanganan Covid-19 dalam aspek kesehatan dan sosial ekonomi, namun masyarakat harus ikut andil dalam menjaga penularan virus tersebut. hal ini menimbang dengan jumlah komulatif positif di inhu tiap hari makin melonjak.

    Dijelaskannya, berdasarkan data terakhir yang dihimpun dari Dinas Kesehatan (Dinkes) kabupaten indragiri hulu tanggal 12 Januari 2021 terdapat total komulatif suspek berjumlah 3.484 kasus.

    “Hal ini dengan rincian isolasi mandiri 344 orang, isolasi di rumah sakit 6 orang, selesai isolasi 3.109 orang dan meninggal funia 25 orang,” paparnya.

    Sementara itu, total komulatif kasus konfirmasi (positif) hingga saat ini berjumlah 1.083 kasus dengan rincian isolasi mandiri 86 orang, rawat di rumah sakit 9 orang, sembuh 963 orang, dan meninggal runia 25 orang.

    ‘Untuk komulatif pemeriksaan rapid hingga tanggal 12 Januari 2021 sebanyak 6.381 orang, sedangkan Kumulatif pemeriksaan swab sebanyak 3.956 orang

    pada hari sebelumnya selasa (12/01/21) berjumlah 1.074 namun hari ini Rabu (13/01/2021) jumlah tersebut menjadi 1.083 orang.

    Itu artinya terjadi penambahan sebanyak 9 orang dalam rentang waktu satu hari, hal ini tentu perlu diwaspadai bagi masyarakat.

    Kita tidak henti hentinya meminta masyarakat dan menghimbau untuk tetap menerapkan protokol kesehatan yaitu pakai masker bila keluar rumah dan di tempat kerja, selalu menjaga jarak (Physical Distancing), sering mencuci tangan pakai sabun, menghindari kerumunan (Social Distancing) tutupnya. ***(Syahran)

    Lurah Pematang Reba Peduli Sampah

    HARIANBRANTAS, INHU- Dengan tingginya curah hujan saat ini, seperti yang terjadi di sekitar Kelurahan Pematang Reba Kecamatan Rengat Barat Kabupaten Inhu, bau sampah mulai tercium dimana mana dan saluran air tersumbat karena sampah, harapan seluruh masyarakat peduli lingkungan.

    Sudarman Lurah Pematang Reba ketika dikonfirmasi awak media mengatakan " Selamat pagi

    Assalamualaikum wr.wb salam sejahtera bagi kita semua.

    Sekedar mengingatkan untuk seluruh warga Khusus warga kelurahan Pematang Reba dan sekitarnya,Dimasa pandemi covid 19 ini kita selalu memperhatikan protokol kesehatan, selalu waspada dengan menjalankan 4 M yakni :

    Memakai masker,

    Mencuci tangan pakai sabun,

    Menjaga jarak dan

    Menjauhi kerumunan.


    Disamping itu kita juga memperhatikan dengan curah hujan yang sangat deras dan tak henti- hentinya. Mari kita bersihkan saluran-saluran pembuangan ( Drainase ) atau got saluran air pembuangan, jangan sampai tersumbat yang mengakibat tergenangnya air yang menyebabkan banjir dan longsor,serta memperhatikan sampah-sampah yang di buang tidak pada tempatnya.

    Untuk itu mari kita sama-sama memperhatikan lingkungan kita biar menjadi bersih,indah dan nyaman.


    Sekali lagi dengan himbauan ini,kalau bukan kita yang memperhatikan lingkungan ini, siapa lagi,orang lain tidak mungkin mau memperhatikan , terima kasih kepada masyarakat yang mau peduli dan atas perhatian serta kerja samanya di ucapkan terima kasih ujarnya. 12/01/2021. ***(Pinten Sitorus)

    Polsek Batang Cenaku Inhu Amankan SBG Seorang Kurir Narkoba Jenis Sabu

    HARIANBERANTAS, INHU- SBG (40) seorang laki-laki warga Japura Kecamatan Lirik diamankan oleh petugas karena kedapatan membawa narkoba diduga jenis sabu,  Minggu (10/01/21) sekira pukul 00.30 Wib.

    Sesampai dilokasi informasi melihat satu orang sedang duduk di jembatan dengan menggunakan sepeda motornya. Langakah selanjutnya Tiem melakukan pemeriksaan serta menggeledah, alhasil ditemukan satu bungkus klip berisi sabu yang terletak di dalam kotak rokok LA Bold.

    Mendapat Informasi dari masyarakat Batang Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) bahwa sering terjadi transaksi Narkoba Jenis Sabu di jembatan jalan Poros Desa Talang Mulya. Untuk menindaklanjuti informasi, kita (Kapolsek-red) beserta Kanit Reskrim Aipda Eko Muji S, Bhabinkamtimas dan anggota Reskrim Brigadir Riko langsung mendatangi lokasi ujar Kapolsek batang gansal Iptu Januar sitompul SH.MH

    "Berat barang bukti sabu dengan berat kotor ± 0,62 Gram ( Nol Koma Enam Dua Gram) dan pihak Polsek melakukan pengembangan serta mengintrogasi, ternyata sabu tersebut milik nya atas nama Subagio warga Japura, kemudian BB dan pelaku dibawa ke Polsek Batang Cenaku guna pengusutan lebih lanjut,"Jelas Kapolsek.

    Ditempat terpisah, kapolres inhu AKBP Efrizal S.I.K melalui paur humas polres inhu Aipda Misran membenarkan penangkapan itu. kata Misran, hasil introgasi awal pelaku Subagio mendapat sabu tersebut dari teman nya yang tinggal di Japura. Setelah ia mendapat barang haram itu, dirinya langsung menuju ke Desa Talang Mulya, kecamatan Batang Cenaku.

    "Sabu itu rencananya mau dijual lagi kepada orang lain, namun naas nya pihak Polsek sudah menangkap sebelum barang haram (Sabu) di jual, untuk pelaku dikenakan pasal 114 ayat 1 jo pasal 112 ayat 1 UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika,"kata Misran.

    Adapun barang bukti yang diamankan,1 (satu) bungkus plastik klip bening yang di duga berisikan Narkotika Jenis Sabu sabu dengan berat kotor ± 0,62 gram, ( Nol koma enam dua Gram) , 1 (satu) bungkus Rokok LA Bold warna Hitam, 1 (satu) unit handphone Nokia warna Hitam dan 1 ( Satu) Unit Sepeda Motor Honda Beat warna hitam tanpa Plat Nomor Polisi. ***(SB)

    Mafia Togel Online Diamankan Polres Bengkalis di Jalan Lintas Duri-Dumai

    HARIANBERANTAS, BENGKALIS- Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Bengkalis, AKBP Hendra Gunawan, S.I.K., M.T., melalui Sat Reskrim, kembali berhasil menangkap seorang laki-laki pelaku judi togel online, Minggu (10/01/2021) sore sekira pukul 15.00 wib di sebuah Kedai Kopi yang terletak di Jl. Lintas Duri-Dumai, Desa/Kelurahan Pematang Obo Kecamatan Bathin Solapan Kabupaten Bengkalis.
    Pelaku yang diamankan berinisial CS alias EDI (29) warga Jl.Setia KM. 05 Kulim, RT.003/RW.006, Desa/Kelurahan Pematang Obo, Kecamatan Bathin Solapan Kabupaten Bengkalis.

    Dari tangan Pelaku diamankan Barang Bukti berupa 1 (satu) unit HP merek Oppo A83 warna hitam, 1 (satu) lembar kartu ATM Bank Mandiri No.Rek 172 000 2129 486 atas nama FERI SANDRIO, 4 (empat) lembar slip transfer ke pemilik situs, Uang sebesar Rp.342.000 (tiga ratus empat puluh dua ribu rupiah), 1 (satu) buah pulpen warna biru, 2 (dua) lembar kertas bertuliskan angka atau nomor.

    Kapolres Bengkalis AKBP Hendra Gunawan, S.I.K., M.T., didampingi Kasat Reskrim AKP MEKI WAHYUDI, SH., S.I.K., membenarkan adanya penangkapan terhadap seorang laki-laki pelaku judi togel online, dan mengungkapkan kronologis penangkapan diungkap.

    “Benar kita telah melakukan penangkapan terhadap seorang laki-laki pelaku judi togel online. Penangkapan ini berawal saat Tim Opsnal BKO 125 Reskrim Polres Bengkalis mendapat informasi dari masyarakat yang menginformasi didaerah Kulim KM.04 sering dijadikan perjudian togel online”, ujar AKP Meki

    Mendapat informasi berharga tersebut, lanjut Kasat Reskrim Polres Bengkalis, Tim Opsnal melakukan penyelidikan di seputaran Jl. Lintas Duri-Dumai KM. 04 Kulim pada hari Minggu (10/01/2021) sekira pukul 14.00 WIB.

    Berselang 1 jam kemudian, Tim Opsnal berhasil mengamankan 1 orang laki-laki di sebuah Kedai Kopi yang terletak di Jl. Lintas Duri-Dumai KM 04 Kulim Kecamatan Bathin Solapan.

    Kepada petugas, laki-laki tersebut mengaku bernama CS alias EDI, dan saat digeledah ditemukan barang bukti berupa 1 unit HP merk Oppo A83 yang berisikan situs togel online dengan situs DEWACINTA, 1 lembar kartu ATM Bank Mandiri, 4 lembar bukti transfer ke situs akun togel online, dan uang sebesar Rp.342.000.

    Ketika diinterogasi, CS alias EDI mengaku telah bermain judi togel online lebih kurang 2 bulan dengan cara setiap orang yang memesan nomor kepada pelaku, kemudian pelaku memasukkan nomor pesanan orang ke situs DEWICINTA, yang mana pelaku sudah memiliki akun di situs DEWICINTA tersebut dan pelaku mengaku setiap deposit ke rekening Bank Mandiri an.WAHYU HIDAYAT No rek 166 000 2597 938 yang mana rekening tersebut milik situs DEWICINTA.

    Selanjutnya, pelaku dan barang bukti dibawa ke kantor BKO Sat Reskrim 125 Polres Bengkalis guna kepentingan penyidikan lebih lanjut, pungkas AKP Meki.*** (PBR/M Nst)

    Sudah 1,5 Juta Pejabat Pemerintah Yang Diproses, Mantan Bos BUMN China Dihukum Mati karena Kasus Korupsi

    HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Mantan pejabat tinggi China Huarong Asset Management Co, Lai Xiaomin dihukum mati oleh pemerintah China atas tuduhan tindak korupsi. Huarong sendiri adalah perusahaan plat merah alias BUMN milik pemerintah China.

    Xiaomin terbukti melakukan tindak korupsi usai diselidiki pada tahun 2018 dan langsung dinyatakan bersalah oleh Pengadilan Kota Tianjin. Semua aset pribadinya pun langsung disita negara.

    Dilansir dari Bloomberg, Rabu (06/01/2021), Xiaomin disebut menerima US$ 277 juta atau sekitar Rp 3,8 triliun (dalam kurs Rp 14.000) pada kasus suap yang dilakukan antara tahun 2008 dan 2018.

    Pemerintah China memang semakin keras terhadap tindak pidana korupsi, apalagi yang terjadi di antara kader pemerintah dan eksekutif perusahaan. Sejauh ini sudah ada 1,5 juta pejabat pemerintah yang diproses hukum.

    Mo Shaoping, seorang pengacara yang berbasis di Beijing, mengatakan sebetulnya sangat jarang kasus penyuapan mengakibatkan hukuman mati. Sejauh ini lebih banyak yang dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

    Namun dalam kasus ini, Shaoping menilai jumlah korupsi yang dilakukan Xiaomin sangat besar. Bahkan, kemungkinan terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

    "Kasus ini juga memicu kemarahan publik. Di bawah lingkungan saat ini, hukuman mati jelas mengirimkan peringatan dan menghancurkan keyakinan bahwa korupsi tidak bisa dihukum mati," kata Shaoping.

    Sejumlah pejabat di China pun telah terseret dalam kasus Xiaomin. Mulai dari Yang Jiacai, mantan asisten wakil ketua di regulator perbankan dan Yao Gang, yang merupakan wakil ketua Komisi Pengaturan Sekuritas China. Keduanya, sudah dijatuhi hukuman 16 tahun penjara.

    Xiaomin sendiri memimpin Huarong sejak tahun 2012, hingga dia mengalami masalah pada 2018. Huarong sendiri adalah satu dari empat perusahaan yang didirikan pemerintah China pada 1999 untuk membantu membersihkan sistem perbankan yang penuh dengan utang macet.

    Di bawah Xiaomin, bisnis Huarong diperluas menjadi sekuritas, perwalian, hingga investasi. Hal itu dinilai menyimpang dari mandat untuk menekan utang pemerintah. Xiaomin juga disebut hanya peduli tentang keuntungan jangka pendek dan berinvestasi besar-besaran dalam aset berisiko tinggi seperti properti dan saham.

    Dia juga menciptakan budaya nepotisme dengan mempekerjakan orang-orang dari provinsi asalnya, Jiangxi. Xiaomin sendiri sebelumnya bekerja di bank sentral dan regulator perbankan China***(red)

    Otak Intelektual Dibalik Pelemparan Bom Molotof di Rumah Jurnalis di Kampar Masih Didalami Polda Riau

    HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Ketidak puasan terhadap penanganan peristiwa pelemparan bom molotov yang dialami salah seorang Jurnalis/Wartawati, Nurhayati Syahrani Tarigan pada tanggal 24 Desember 2020 lalu, ditanggapi serius oleh Kepala Kepolisian (Kapolda) Riau, Irjen Pol Agung Setia Imam Effendi SH, SIK, MSI, melalui Ditreskrimum Polda Riau, Kombes Pol Teddy Ristiawan.

    Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum), Kombes Pol Teddy Ristiawan, saat ditanya media, Minggu (10/01/2021) menyebutkan, jika Polri dalam hal ini Polda Riau sudah serius dan telah smaksimal, termasuk mengejar dan menangkap pelaku yang sudah sempat melarikan diri ke Kota Medan-Sumatera Utara.

    “Ungkap Kasus itu nggak gampang lho Mas, dengan segala minimnya saksi dan keterbatasan sarana prasarana yang ada,kita sudah tunjukkan keseriusan pihak Polri dalam hal ini Polda Riau” ucap Kombes Pol Teddy Ristiawan.

    Ditambahkannya, korban atau masyarakat boleh berprasangka, tapikan sudah jelas penyidikannya seperti apa. Jadi yang bersangkutan juga nggak bisa memaksakan untuk tidak puas. Seharusnya yang bersangkutan apresiasi terhadap kinerja Polda Riau, dan semoga kasusunya segera tuntas.semuanya kan juga masih butuh proses toh, tidak ada juga yang mendiamkan kasus ini. pungkas Teddy

    Dirkrimum Polda Riau Kombes Pol Teddy Ristiawan dalam ketegangan membenarkan jika kasus yang dialami oleh Nurhayati Syahrani Tarigan atau Bunda Rani tersebut masih dalam tahap proses penyidikan dan pendalaman lebih lanjut. 

    “Pihak Polda Riau tidak pernah mendiamkan insiden yang terjadi apalagi dengan keterbatasan dan minimnya segala bukti dan saksi yang ada.tentunya. Pihak Polda Riau harus ekstra berhati-hati dalam pendalaman Kasus ini, sehingga apa yang kita harapkan dapat berjalan sesuai dengan harapan.dan yang lebih dipahami, untuk menguak Kasus ini,pihak Kepolisian sudah berupaya sesuai dengan SOP kepolisian. jadi bila ada informasi lebih lanjut mengenai bukti-bukti tambahan yang ditemukan,maka Kepolisian Polda Riau akan melakukan penyelidikan dan penyidikan lebih jauh lagi”. tegasnya.

    Seperti diwartakan Harian Berantas sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau mengungkap kasus teror bom molotov yang dialami seorang wartawan di Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, Rabu (30/12/2020). Dari penyelidikan Polda Riau, pelaku aksi teror tersebut berjumlah 6 orang, namun baru 4 orang pelaku yang ditangkap Polisi.

    "Pelaku berjumlah 6 orang, 4 orang telah ditangkap. Perbuatan mereka sudah terencana dengan baik, mereka melakukan teror dan perusakan terhadap mobil dan rumah milik Nurhayati Syahrani. Ada unsur sakit hati," kata Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, Rabu (30/12/2020) lalu. Diungkapkannya, dalam lima hari kasus tersebut berhasil dibongkar berkat kerjasama dari pihak Polsek, Polres dan Polda Riau. 

    Dijelaskan Kapolda, Selasa (29/12) malam pelaku atas nama Keliman Tirta Agung alias MAN berhasil ditangkap polisi di wilayah Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Pada hari yang sama pula, petugas juga sudah menangkap 3 orang pelaku lainnya terlebih dahulu yang masih berada di Riau. 

    Ketiganya yaitu atas nama Wismar Susanto alias Ucok, Surtimin alias gondrong, kemudian Irwan Jaya. Keenam pelaku menggunakan satu unit mobil Fortuner putih BM 1674 VC dalam melancarkan aksinya.

    "Irwan Jaya kita tangkap di Rumbai, dia bertugas dalam melempar bom molotov. Dia yang membeli jerigen dan kebutuhan untuk aksi kejahatan tersebut dan menerima upah dari MAN. Kemudian, pelaku atas nama Keliman adalah salah satu orang yang merencanakan perbuatan tersebut. Kemudian Sutimin alias gondrong, dia berperan menunjukan lokasi rumah korban dan ikut dalam aksi tersebut. Selanjutnya, Polisi juga menangkap Wismar Susanto alias Ucok, yang merencanakan pembakaran dan dia juga yang menyuruh pembakaran tersebut. Saat ini masih ada 2 orang lagi kita kejar, Wismar ini juga yang mencari eksekutor,” kata Kapolda. 

    Sementara, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Riau yang dijabat Kombes Pol Zain Dwi Nugroho sebelumnya mengatakan, atas kejadian teror bom molotov tersebut, korban dan keluarganya merasa trauma. "Otak pelaku adalah Wismar Susanto. Tindak pidana ini sudah direncanakan sejak 22 Desember 2020. Motifnya masih terus kita dalami," katanya.

    Lebih jelas Kombes Zain menyatakan, bahwa rencana tersebut mereka bahas saat berada di kafe yang berada di kawasan Air Hitam, kemudian mereka membeli jerigen sebanyak 4 unit dan juga sumbu. Lalu pada malam harinya sekitar pukul 23.00 WIB mereka membeli beli bensin, kemudian kumpul lagi di kafe sekitar wilayah Tapung. Lalu mereka berhenti di perkebunan sawit, mereka rakit bom molotov itu dari botol minuman anker yang mereka minum, pada pukul 03.00 dinihari mereka sudah di TKP dan melancarkan aksinya, jelasnya.

    Dari pengembangan kasus yang dilakukan Polisi, terungkap juga bahwa para pelaku diperintahkan untuk membakar rumah dan mobil, bila perlu juga orangnya. "Jadi ini perbuatan yang keji sekali, mereka turun dan dilemparkan molotov tersebut di mobil. Kemudian satu jerigen minyak ditumpahkan di mobil X Trail tersebut," tuturnya.

    Di lokasi tersebut, polisi cepat melakukan penangkapan berkat sidik jari pelaku dan info CCTV yang diterima. Bahkan Polda Riau juga menurunkan tim laboratorium forensik untuk mengungkap kasus tersebut. "Untuk motifnya masih terus kita dalami. Karena memang korban ini tugasnya adalah membantu masyarakat mencari keadilan," ungkapnya. ***(Tim/PS)

    Tak Kuasa Menahan Sedih, Air Mata Pria Asal Nias Tumpah Saat Tahu Pesawat SJ 182 Jatuh

    HARIANBERANTAS, PONTIANAK- Tak kuasa menahan kesedihan, air mata Yaman Zai tumpah saat mengetahui Pesawat Sriwijaya 182 tujuan Jakarta-Pontianak jatuh. Pria asal Nias Sumatera Utara itu menyebutkan, istri dan satu orang diantaranya bayi dari ketiga anaknya merupakam penumpang pesawat nahas tersebut.

    Isak tangis Yaman Zai pecah setiba di Bandara Sucipto Pontianak, ingin menjemput keluarganya hendak liburan.

    “Saya datang ke Bandara Supadio Pontianak mau jemput istri dan tiga anak saya,” kata Yaman Zai sambil terisak-isak menangis.

    Istri dan anaknya bertolak ke Pontianak lantaran kangen karena sudah setahun bekerja di Pontianak. Bahkan, di katakannya, turut pula anaknya yang baru lahir beberapa bulan lalu pun ikut menjadi penumpang di pesawat yang belum diketahui keberadaannya ini.

    “Tadi terakhir kontak saya setengah dua siang, mereka sudah di bandara, makanya saya tunggu-tunggu, paling kan biasa satu jam sudah sampai, tapi ditunggu tidak datang, di telpon tidak aktif,” sedihnya.

    Namun, sambung Yaman Zai, dirinya dapat kabar bahwa pesawat yang ditumpangi keluarganya itu kehilangan kontak dan belakangan diketahui jatuh di Kepulauan Seribu, Jakarta.

    Sementara, Jubir Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Adita Irawati menjelaskan penerbangan Sriwijaya Air rute Jakarta- Pontianak dengan kode penerbangan SJY 182 hilang kontak setelah lepas landas dari Bandara Soekarno -Hatta, Sabtu (9/1/2021) sekitar pukul 14.00 wib.

    “Telah terjadi lost contact pesawat udara Sriwijaya rute Jakarta-Pontianak dengan call sign SJY 182. Terakhir terjadi kontak pada pukul 14.40 WIB,” ujar Adita, Sabtu.(9/1/2021).

    Dijelaskan Adita, pihaknya belum mengetahui pasti penyebab pesawat berjenis Boeing 737-500 hilang kontak dan diduga mengalami kecelakaan itu.

    Namun, sambung Adita, SJ 182 yang mengangkut 62 penumpang itu sempat keluar jalur menuju arah barat laut pada pukul 14.40 wib

    “Saat pihak Air Traffic Controller (ATC) menanyakan ke pilot arah terbang pesawat, dalam hitungan detik, pesawat dilaporkan hilang kontak. ***(HB)

    KPK RI Cegah Korupsi Dengan Perbaikan Sistem Perizinan di Indonesia

    HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI) bukan hanya menangkap koruptor dan juga aktif melakukan pencegahan korupsi diantaranya perbaikan sistem perizinan dengan mendorong perizinan terpadu satu pintu (PTSP) ditiap daerah.

    Dalam kurun tahun 2020 KPK menangani kasus perizinan sebanyak 23 kasus dan penyupan sebanyak 704 kasus dengan total sebanyak 727 kasus. Besarnya angka tersebut mengharuskan KPK fokus pencegahan korupsi dengan perbaikan pelayanan perizinan satiu pintu diseluruh daerah agar masyarakat lebih mudah, cepat dan tidak perlu bayar pungli untuk urus perizinan.

    Secara berkala KPK melakukan monitoring evaluasi diseluru PTSP untuk memastikan pelayan perizinan dikelola dengan baik.

    Banyak cara dalam mencegah korupsi, salah satu yang dikerjakan KPK yaitu perbaikan tata kelola sistem perizinan yang lebih baik yakni dengan mendorong PTSP di setiap daerah.

    Selanjutnya, #KawanAksi dapat mengecek penilaian PTSP di setiap daerah dengan mengecek fitur Jendela Daerah di situs www.JAGA.id #JAGA, dikutip dari YouTuber KPK dengan link https://youtu.be/vCkIaH1v8-M di unggah pada jumat (08/01/2020). ***(Red)

    Kapolresta Ajak Komponen Masyarakat Bersinergi Jaga Kondusifitas dan Kamtibmas di Kota Pekanbaru

    HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Jadi nara sumber dalam diskusi penguatan pembauran kebangsaan antar tokoh masyarakat, suku, agama, etnis dan Paguyuban Kota Pekanbaru, Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol H Nandang Mu'min Wijaya, S.I.K, S.H, mengajak seluruh komponen masyarakat Kota untuk saling bersinergi menjaga kondusifitas dan Kamtibmas dalam situasi terkini.

    Penegasan itu, disampaikan Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol H Nandang Mu'min Wijaya, S.I.K, M.H dalam Diskusi Penguatan Pembauran Kebangsaan Bersama Tokoh Masyarakat, Suku, Agama, Etnis dan Paguyuban se-Kota Pekanbaru, pada Sabtu (9/1/2021) sore di Aula MDI komplek perkatoran Kemenag Kota Pekanbaru.

    Selain Kapolresta Pekanbaru, hadir dalam diskusi tersebut, Kepala Badan Kesbang Polinmas Kota Pekanbaru Zulfahmi Adrian, Ketua FPK Kota H Suraji SH, Kasat Intelkam Kompol Yanu, Bimmas Polresta Pekanbaru Akp Supriyanto, Kapolsek Bukit Raya Akp Arry Prasetyo SH., M.H para narsum dan tamu undangan lainnya.

    Dikatakan Kapolresta, kondisi geografis penduduk Kota Pekanbaru saat ini sangat majemuk, karena diisi berbagai lapisan masyarakat dari berbagai suku, etnis, adat, dan agama yang saat ini bersama-sama beraktivitas dalam mengisi pembangunan di kota Pekanbaru.

    "Karena itu, mari kita bersinergi bersama untuk saling menjaga kondusifitas kamtibmas bersama-sama dengan masyarakat di lingkungan kita, sehingga dengan terpeliharanya situasi yang kondusif, setidaknya aktivitas yang kita lakukan dapat berjalan dengan baik untuk mengisi pembangunan di negeri yang kita cintai ini," ucap Kapolresta.

    Pada kesempatan itu, Kapolresta juga mengatakan diskusi yang digelar ini merupakan kegiatan pembauran kebangsaan bersama antar tomas, suku, etnis dan paguyuban se-kota Pekabaru ini, ajang silahturahmi merupakan mitra bersama dengan pihaknya, untuk menjaga situasi yang kondusif dan kamtibmas ditengah-tengah masyarakat.

    Disebutkan Kapolresta, selama beberapa tahun terakhir ini, banyak gejolak yang timbul ditengah masyarakat, sehingga tidak sedikit masyarakat kota Pekanbaru, mengalami gangguan kamtibmas.

    Baik terjadinya kejahatan kriminal dan timbulnya konflik sosial ditengah masyarakat yang bisa memecah belah persatuan dan kesatuan komponen kebangsaan.

    "Namun syukurlah hal itu masih bisa kita redam bersama dengan persatuan dan kesatuan bersama tokoh masyarakat, agama, etnis dan paguyuban yang sudah kita jalin bersama selama ini," ujar Kapolresta.

    Kapolresta juga menyebutkan bahwa Negara Indonesia berdiri bukan karena satu suku, etnis dan agama, namun dapat berdiri berkat persatuan dan kesatuan bersama lapisan masyarakat yang majemuk untuk saling mendukung kemajuan bangsa dan tanah air.

    "Semuanya bersatu padu untuk membangun negara yang kita cintai ini dan tidak terlepas dari peran tokoh-tokoh pejuang anak bangsa dari berbagai suku, etnis dan agama yang bersatu padu untuk menjaga keutuhan negara kita selama ini," ulas Kapolresta.

    Tidak sampai disitu, Kapolresta juga mengatakan dalam merebut kemerdekaan bangsa Indonesia dari tangan penjajah yang sudah diraih saat ini, bukan dari salah satu suku, etnis, agama atau atau golongan saja. Namun karena tekat kebersamaan antar segala suku, tokoh dan agama, maka kemerdekaan dapat di raih dari tangan para penjajah tersebut.

    "Mari kita bersama untuk bersatu dan tetap saling menerima perbedaan itu, karena kita ini adalah satu dan satu ikatan dengan yang lainnya secara berkesinambungan dalam mengisi pembangunaan di negeri ini dan NKRI yang kita cintai ini," ajak Kapolresta.

    Lantaran itu lanjut Kapolresta, siapapun yang ingin mencoba untuk sengaja yang merusak tatanan persatuan dan kesatuan dalam bingkai NKRI yang sudah terjalin dan kondusif selama ini. "Itu tidak boleh dibiarkan dan akan menjadi musuh kita bersama untuk melawannya," tegas Kapolresta.

    Terakhir Kapolresta juga mengingatkan bagi siapa yang berani mencoba-coba untuk mengoyak persatuan dan kesatuan dalam bingkai NKRI, pihaknya bersama TNI-POLRI dan komponen masyarakat akan berhadapan untuk melawannya.

    Pantauan, dalam diskusi tersebut, Kapolresta juga sempat mengutarakan bagaimana langkah-langkah dan upaya pihak Pemerintah, Polri, TNI dan komponen masyarakat, untuk bersama-sama bersinergi menjaga kondusifitas kamtibmas dari konflik sosial yang dapat memecah persatuan dan kesatuan NKRI di tengah masyarakat.

    Acara tersebut berlangsung lancar, aman dan kondusif dengan antusias yang tinggi para narsum dan peserta serta tetap memperhatikan protokol kesehatan yang dimulai sejak pukul 10.00 Wib hingga selesai sekira pukul 12.00 WIB siang.(hms resta/nas)

    Aparat Hukum Harus Tegas Usut Pelaku Pembalakkan Liar di Desa Tanjung Leban Bengkalis

    HARIANBERANTAS, BENGKALIS- Pencurian kayu di Desa Tanjung Leban Dusun Air Raja Bukit Sembilan Kecamatan Bandar Laksamana Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau kian mengkhawatirkan dari kepunahan oleh tangan-tangan jahil. Jika hal itu dibiarkan, bukan saja hutan gundul tetapi habitatnya pun terancam punah.


    Aktivitas llegal logging yang sudah lama beroperasi selama ini menguntungkan secara individu para cukong kayu. Dari Pantauan media ini tepatnya di sekitar jalan Cardo tempat bongkar muat kayu illog sepertinya berjalan mulus entah siapa bossnya kata seorang warga tempatan Desa Tanjung Leban Dusun Air Raja Bukit Sembilan. 

    Kayu illegal loging (illog) tersebut dibawa ke daerah Kota Dumai dengan angkutan mobil colt disel pada malam hari, kata Ui kepada media sembari menerangkan jika setiap sore di lokasi kanal RT 06 aktivitas muat kayu illog dilakukan. Mustahil jika hal tersebut terlepas dari pantauan aparat penegak hukum terkecuali ada main mata, kata UI.

    Oleh karna pembicaraan hal llegal logging di desa itu telah banyak jadi obrolan maka media ini sengaja turun kelapangan melihat kebenaran cek ricek. Ternyata kegiatan itu benar adanya kapan apparat hukum bertindak himbau warga tempatan para perajin ilog tersebar nama nama AI, DN,AS.

    Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BPPHLHK) Riau belum mampu mencegah illog di Riau yang masih segar diangkat oleh mobil colt disel menuju Dumai.

    Kayu ilegal tersebut diduga berasal dari kawasan hutan Desa  Tanjung Leban Dusun Air Raja bukit Sembilan Kecamatan Bandar laksamana Kabupaten Bengkalis diduga tidak mengantongi izin/dokumen yang sah dari kepala BPPHLHK. Provinsi Riau.

    Bustami yang ditugaskan di Bengkalis saat dihubungi media melalui selulernya mengatakan, “Saat ini Saya tak berdaya melakukan penindakan, sebab apabila penindakan jika dilaksanakan, mempunyai anggaran atau cost tinggi, katanya seraya menghimbau masyarakat yang mempunyai aktivitas pencurian kayu dihutan agar dapat berhenti, sebab hukumannya sangat berat. “perbuatan pelaku bisa dijerat  UU nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan perusakan hutan dengan ancaman pidana maksimal 10 tahun penjara dan denda paling banyak Rp5 miliar”. katanya.*(Mukhtaruddin Nasution)

     
    Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
    Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
    Template Created by Creating Website Published by Berantas
    Proudly powered by Berantas